Tiga Kerangka Memperbaiki Ekonomi Madina

Panyabungan, (www.analisadaily.com)

Dalam membangun Kabupaten Mandailing Natal lima tahun kedepan harus ada upaya-upaya luar biasa untuk meperbaiki ekonomi rakyat dengan 3 kerangka dasar yakni memperkuat peranan kepala desa dan perangkatnya, meningkatkan anggaran yang maksimal dari sudut pembiayaan dan modal usaha dan memamfaatkan tenaga ahli.

Demikian diungkapkan Calon Bupati Mandailing Natal Periode 2010-2015 yang di usung Partai Demokrat dan PAN, Irwan Hamdani Daulay Spd kepada wartawan di Kantor Tim Pemenangannya di Kelurahan Sipolu-polu, Minggu (11/4).

“Tiga kerangka dasar tersebut akan kita terapkan ketika kita menjadi bupati setelah dipilih rakyat pada Tanggal 9 Juni 2010 di TPS masing-masing sebab hal ini sangat mendasar bagi kelangsungan hidup serta kesejahteraan masyarakat karena selama ini hal tersebut tidak pernah terjadi.

Karena jika kepala desa sebagai pamong di wilayahnya akan tentu lebih mengetahui secara langsung apa saja yang di butuhkan warganya dari berbagai persoalan baik yang menyangkut pangan, gizi masyarakat, sandang, perumahan, pendidikan, kesehatan sehingga tidak ada persoalan yang tidak selesai di tempat,” katanya.

Dikatakannya, setiap desa kita berikan anggaran minimal Rp20 juta pertahun untuk berbagai pembinaan terhadap masyarakat dan di tahun kedua sudah bias menjadi Rp100 juta pertahun dan itu bukan operasional melainkan pembangunan yang berguna bagi masyarakat serta berbgai program pembinaan berbagai elemen yang ada di masyarakatnya untuk lebih maju.

” Selain dari pada kepala desa, camat juga harus memegang anggaran minimal 2 milliar dengan mengaktifkan 5 kasinya (kepala seksi) demi untuk melakukan berbagai program pembangunan seperti, rehab sekolah, rehap pembangunan jalan setapak, rehap puskesmas, rehap irigasi, dan bantuan sosial termasuk mengatasi masalah banjir sebab kecamatan lebih sigap dan cepat dalam menangani setiap persoalan yang terjadi diwilayahnya,” sebutnya.

Baca Juga :  Press Release : Tentang Kasus Bupati Palas - PTUN Batalkan SK Mendagri

Camat sebagai pamong di daerahnya tidak hanya bisa mengurus administrasi tapi harus bisa menjadi seorang yang ahli ekonomi sebab petani yang telah dibina akan bisa mendapat pengahsilan yang surplus dari apa saja yang dilakukannya sehingga camat perlu mencari pangsa pasar samapi ke ibu kota propinsi, bahkan keluar propinsi Sumatera Utara sebab sudah kita siapkan berbagai kerangka dasar mulai dari penguatan peranan kepala desa, camat, modal dan tenaga ahli di bidang masing-masing.

“Dari perdapatan perkapita yang saat ini hanya Rp 600.000 bisa menjadi Rp 2 juta di tahun pertama sebab kepala desa, camata tadi sudah menjadi pakar pemberantasa kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan perbaikan moral dan inilah saatnya Madina bangkit sehingga kita harus mempunyai konsep luar biasa sebab konsekwensinya dinas-dinas yang ada di Madina akan meramping sebab perusahaan daerah yang perlu di perbanyak,” katanya.

Dengan terbukanya perusahaan daerah maka akan membuka peluang usaha dan lapangan kerja sebab kita melihat setiap tahun 6000 siswa yang akan mengakhiri study di tingkat SMA yang menjadi calon pengangguran sebab dari jumlah tersebut bias kita katakana hanya 20 persen yang bisa melanjutkan keperguruan tinggi.

Dan 500 orang mengadu nasib keluar daerah (merantau) sehingga 4500 lagi akan menjadi pengangguran menuju kemiskinan sturuktural dan inilah yang akan kita benahi dengan membuka BLK dan untuk jangka panjangnya mengurangi SMA dengan mengikuti program nasional 70 persen SMK dan 30 persen SMA sebab wajib hukumnya bagi seluruh Indonesia untuk melakukan itu.

Baca Juga :  Kejari Kabulkan Penangguhan Penahanan - Kades Gunung Tua Jadi Tahanan Kota

“Dari persentase tersebut SMK nantinya kita buka sesuai dengan potensi yang ada di daerah kita seperti SMK Pertanian, Perkebunan, Pertambangan, Energi sebab potensi seperti lompatan harimau yang mempunyai air terjun dari dua Dua Sungai besar Muara Batang Gadis dan Muara Batang Angkola di Desa Muara Bantang Angkola Kecamatan Siabu yang bias menghasilakn 6000 mega watt.

Sementara wilayah Mandailing Natal saja hanya mempunyai kebutuhan 40 mega watt dan inilah yang perlu kita gali dan potensi alam lainnya yang masih banyak terkandung di bumi gorging sembilan yang terkenal dengan tanahnya yang subur juga wilayah tambangnya yang banyak tersimpan di dalam bumi,” katanya. (man)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*