Tiga Perampok ATM Dipastikan Tewas

PADANG – Tak sampai 24 jam, polisi berhasil menangkap sejumlah pelaku pembobolan ATM Bukopin dan ATM Bank Nagari di Komplek Universitas Bung Hatta, Padang, Sumatera Barat. Dua diantaranya dipastikan tewas tertembak, lantaran melawan ketika akan ditangkap.

TERSANGKA - Aparat kepolisian sedang menggotong seorang perampok ATM yang berhasil dilumpuhkan dalam keadaan hidup saat baku tembak di Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan banuhampu, Kabupaten Agam, Sabtu (25/9/2010), saat dibawa Polres Bukittinggi.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Iskandar Hasan, melalui pesan singkat kepada Kompas.com, mengatakan, empat pelaku yang ditangkap hidup yakni Hen (26), Ikh (28), Sud (24) dan Irw (29) yang merupakan otak pelaku. Dua pelaku yang tewas yakni Ben (27) dan Pak De (25).

Dikatakan Iskandar, pihaknya masih memburu dua pelaku lain yang telah diketahui identitasnya yakni Rat dan It. Kelompok mereka, kata dia, diperkirakan berjumlah 12-15 orang saat beraksi.

Saat penangkapan sekitar pukul 15.00 WIB tadi, polisi menyita barang bukti satu pucuk senjata api jenis baretta dan uang tunai Rp 20 juta.

Saat melakukan pembobolan, tambah Iskandar, para pelaku sempat menyekap dan mengikat petugas keamanan. Setelah itu, mesin ATM Bank Nagari dibawa pelaku. Sedangkan mesin ATM Bank Bukopin di las ditempat.

“Satu box ATM BNI dilas, namun tidak berisi,” jelas dia.

Tiga Tewas
Sementara itu keterangan dari lapangan menyebutkan, kawanan pembobol ATM yang tewas kini sudah mencapai tiga orang. Informasi dari Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Kawedar menyatakan, tiga pembobol tewas dan dua pelaku lainnya ditahan. Sedangkan lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Baca Juga :  Calon Kapolri, 9 Jenderal ini Wajib Lapor Harta

Terkait kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindakan terorisme, Kawedar menyatakan pihaknya belum dapat memastikannya. Oleh sebab itu, Polda Sumbar belum akan melibatkan Tim Densus 88. (*)

Sumber:

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*