Tiga Rampok Spesialis Rumah Kosong Didor

Dalam sehari, Selasa (12/10/2010), Kepolisian Resor Metro (Polrestro) Tangerang Kota menangkap dua kelompok pelaku pencurian di wilayah Banten, Bandung, Bogor, dan Jakarta.

175221p Tiga Rampok Spesialis Rumah Kosong Didor
Illustrasi

Delapan tersangka, masing-masing empat orang, merupakan Kelompok Pandeglang yakni pelaku spesialis pencurian toko telepon genggam dan Kelompok Lampung, spesialis pencurian rumah kosong.

Timah panas terpaksa bersarang di paha tiga dari empat pelaku Kelompok Pandegalang yang berusaha melarikan diri saat polisi menangkap mereka di Jalan Kalideras, Jakarta Barat.

Tiga tersangka yang didor, Budi (34), Arisno (35), dan Rendi (35), serta rekan lainnya, Agus (37) saat ini ditahan di Markas Polrestro Tangerang Kota di Jalan Daan Mogot.

Saat bersamaan, polisi juga menangkap pelaku spesialis pencurian rumah kosong dari Kelompok Lampung, Yudi (27), Zahroni (25), Rahmansyah (27), dan Fahrul (24).

Keempat pelaku yang ditangkap di rumah kontrakan mereka di Sangiang Jaya, Kota Tangerang tersebut ditahan di Markas Polrestro Tangerang Kota.

“Selama ini, Kelompok Lampung dan Kelompok Pandeglang, sudah menjadi target operasi kami,” papar Kepala Polrestro Tangerang Kota Komisaris Besar Tavip Yulianto kepada wartawan di Kota Tangerang, Selasa sore.

Tavip menjelaskan, terungkapnya pelaku pencurian dari kedua kelompok ini karena bantuan kamera circuit closed television (CCTV) yang terpasang di rumah dan toko-toko yang jadi sasaran tindakan kejahatan.

“Kami menghimbau agar warga yang memiliki kemampuan dalam keuangan untuk memasang CCTV di rumahnya sehingga mempermudah pengungkapan kasus kejahatan,” ujar Tavip.

Baca Juga :  Berikut Ini Nama-nama Korban Hercules Jatuh di Medan

Modus operandi

Tavip menjelaskan, modus operandi yang dilakukan Kelompok Pandeglang dengan menjebol toko-toko telepon seluler pada malam hari.

Sebelumnya, pada pagi dan siang hari mereka melakukan pengintaian dan malam harinya mereka beroperasi mencongkel pintu dengan kunci palsu.

Kelompok ini melumpuhkan penjaga toko dan menguras isi toko seperti telepon genggam dari berbagai mereka, kartu pradana dan isi ulang, serta aksesoris telepon genggam. Dalam melakukan aksinya, kelompok itu menggunakan satu unit kendaraan yang disewa dari rental.

Barang hasil curian kelompok ini, lanjut Tavip, terdiri dari 150 unit unit telepon genggam sementara nilai keseluruhan dari pulsa kartu pradana dan isi ulang mencapai Rp 500 juta.

“Hasil curian mereka dijual di pusat perbelanjaan, yang menjual telepon seluler, yang ada di Jakarta Barat,” kata Tavip.

Rendi, salah seorang pelaku yang diduga otak pencurian itu mengatakan, dirinya melakukan pekerjaan itu untuk memenuhi kehidupan ekonomi keluarganya.

“Saya yang membagi-bagikan uang hasil jarahan kepada anggota kelompok. Uangnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Rendi.

Sementara, Kelompok Lampung melakukan aksinya pada siang dan malam hari. Sebelum melakukan aksinya, kelompok ini mengintai rumah-rumah kosong yang ditinggal oleh pemiliknya.

“Termasuk mencuri rumah kosong, yang terjadi pada masa arus mudik Lebaran, Agustus lalu,” tambah Tavip.

Barang yang ambil dari rumah kosong antara lain laptop dan barang elektronik lainnya serta perlengkapan rumah tangga.

Baca Juga :  Ini Penjelasan JK Terkait Bailout Bank Century

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2010/10/12/20365530/Tiga.Rampok.Spesialis.Rumah.Kosong.Didor-3

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*