Tiga Tentara Tikam Polisi Batam.

Seorang anggota Polda Kepri dikeroyok dan ditikam yang diduga dilakukan oleh tiga anggota TNI di Batam. Brigadir Polisi Satu (Briptu) Alfred Tampubolon berusaha menyelamatkan diri dengan tubuh bersimbah darah. Ia terluka delapan tusukan saat dikeroyok tiga pria yang diduga aparat di Jl Ahmad Yani, depan Cassa Medika Mukakuning, Batam, Jumat (19/11) malam.
Delapan tusukan yang diderita Alfred adalah enam tusukan di tubuh dan dua kaki. Beruntung Alfred berhasil meloloskan diri.
Alfred sempat dirawat di Cassa Medika. Namun karena lukanya parah dan memerlukan operasi, ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros.
Di RS Awal Bros, terlihat polisi berjaga-jaga. Alfred terlihat sudah bisa berbicara. Sekitar pukul 23.30, ia terlihat dibawa ke ruang perawatan di lantai 2.
Kapolresta Barelang Kombes Eka Yudha membenarkan ada kejadian penusukan terhadap anggota Polda Kepri.
“Itu awalnya kasus lakalantas saja. Memang benar ada anggota yang mengalami penusukan. Tapi masih kita lakukan penyelidikan,” ujarnya.
Kapolresta mengatakan, pihaknya harus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
“Kita harus lakukan pemeriksaan dulu, apakah ada orang sipil atau oknum aparat yang terlibat,” ujarnya.
Ancam Bunuh
Pada Sabtu (20/11), apa yang menimpa Alfred terungkap. Sebelum melakukan pengeroyokan, anggota TNI sempat menyandera ayah Alfred dan mengancam akan membunuhnya.
Penyanderaan itu terungkap saat Rusmania Maria Manulang, ibunda Alfred, kemarin, mendatangi Mapolresta Barelang untuk melaporkan kejadian yang menimpa anaknya. Rusmania histeris dan menangis sejadi-jadinya di depan wartawan saat bercerita.
“Mereka menyandera suami saya. Malah mau membunuh anak saya,” ujarnya sambil terus menangis.
Menurut Rusmania, Jumat malam kemarin, ia bersama suaminya Tampubolon, ditabrak dari samping oleh seorang perempuan bernama Armasismala.
Armasismala mengendarai sepeda motor Suzuki BP 5082 FH. Ia terjatuh namun hanya mengalami luka-luka lecet.
Perempuan ini lalu marah-maran danmeminta ganti rugi sebesar Rp 500 ribu.
Saat bernegosiasi, Rusmania bersama suaminya dikerubuti oleh sekitar 30 orang teman Armasismala. Tambubolon lalu menerima permintaan Armasismala untuk mengganti uang Rp 500 ribu.
Armasismala kemudian menghubungi temannya. Tidak lama kemudian datanglah tiga orang pria, satu di antaranya masih berpakaian dinas tentara.
“Tiga orang ini mengancam dan menyandera suami saya. Mereka juga menelepon anak saya (Alfred). Katanya kalau kau tak datang bapakmu mau kami bunuh. Jadi kalau kau manusia datang ke sini untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Rusmania.
Merasa bapaknya terancam, Alfred kemudian memenuhi panggilan pria tersebut. Ia juga ingin menyelesaikan masalah.
Namun saat Alfred tiba dan belum sempat berbicara sepatah kata pun dia sudah diserang oleh tiga orang tersebut.
“Anakku baru saja tiba, tiga orang itu langsung mengeluarkan pisau dan menyerangnya. Dia belum keluarkan satu kata pun. Karena dia berusaha menghindar, makanya dia banyak mengalami tusukan di belakang. Sudah jatuh tersungkur pun dia masih terus diserang,” ujar Rusmania.
Ada tiga tuntutan yang dilaporkan Rusmania ke Mapolresta. Pertama, tindakan pemerasan karena sudah sepakat membayar ganti rugi Rp 500 ribu, tapi masih memeras.  Berikutnya ancaman pembunuhan terhadap ayah Alfred, dan terakhir, percobaan pembunuhan terhadap Alfred(Tribun Medan)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Anas Urbaningrum Dikabarkan Dicekal

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*