Tim BLH Sumut: Air Sisa Tambang Martabe Aman bagi Lingkungan

(Analisa/hairul iman hasibuan) TELITI: Ketua Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Sisa Proses Aldinz Rapolo Siregar didampingi Ketua LKMM Batang Toru Ray Hidayat Batubara dan perwakilan pers meneliti dokumen hasil uji air sisa proses untuk diumumkan kepada publik di Rechall Pelangi Camp Tambang Emas Martabe, Sabtu (16/8).

Batangtoru,  Air sisa proses Tambang Emas Martabe Batang Toru yang dialirkan ke Sungai Batangtoru masih memenuhi parameter baku mutu air limbah yang ditentukan dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 202/2004 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas Dan/Atau Tembaga.

“Hingga saat ini kadar mutu air Sungai Batang Toru yang merupakan lokasi pembuangan air sisa proses masih memenuhi parameter baku mutu air limbah dan tidak menggangu biota yang ada di sungai Batangtoru, “ ujar Ketua Tim BLH Sumut Fahmi Rasyid didampingi tim ahli dari BLH Sumut Chairul Azhar saat mengumumkan hasil uji laboratorium Intertek Bogor tentang kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe di Rechall Pelangi Camp Tambang Emas Martabe, Sabtu (16/7).

Dikatakan, untuk yang ke tiga kalinya, hasil uji laboratorium air sisa proses di Tambang Emas Martabe diumumkan di hadapan publik.

“Sama seperti sebelumnya. Hasil uji kali inipun kembali menyatakan air sisa proses yang dialirkan ke Sungai Batangtoru memenuhi parameter baku mutu air limbah yang ditentukan dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 202/2004 tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha Dan/Atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas Dan/Atau Tembaga,“ katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur G-Resources Tambang Emas Martabe Peter Albert menyatakan mengatakan, pihaknya merasa senang dengan kinerja perusahaan yang terus meningkat, dan hubungan konstruktif dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk masyarakat, dalam upaya mewujudkan komitmen pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

“Hasil uji laboratorium yang diumumkan secara berkala kepada publik membuktikan bahwa air sisa proses telah diolah dengan baik di Instalasi Pemurnian Air Tambang Emas Martabe sehingga tidak menimbulkan dampak negatif. Komitmen ini akan terus dijaga perusahaan demi kelancaran kegiatan operasi perusahaan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar tambang, “ ujar Albert.

Baca Juga :  KIPP Temukan Pelanggaran Pemilu di Sidimpuan - Panwaslu Rekomendasikan TPS 8 Sihitang Pemilu Ulang

Dukung

Dijelaskan, perusahaan akan selalu mendukung upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam hal pemantauan lingkungan hidup yang bekerja sama dengan Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Martabe dalam menjalankan tugas mengambil sampel air sisa proses dan air sungai Batangtoru.

“Sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk selalu memantau dan menjaga lingkungan hidup. Sebelum dialirkan ke Sungai Batangtoru, perusahaan selalu memastikan air sisa proses yang dialirkan sudah memenuhi baku mutu air limbah yang ditetapkan dalam KepMenLH no 202/2004,” sebutnya.

Ketua Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe Aldinz Rapolo Siregar menjelaskan, pembukaan amplop dan pembacaan hasil uji laboratorium dilakukan oleh tim terpadu ini sudah pernah dilakukan pada 4 November 2013, 4 Februari 2014, dan 16 Agustus 2014.

Pada Februari hingga April 2014 tidak ada air sisa proses yang dialirkan ke Sungai Batangoru, maka pelaksanaan uji sampel air sisa proses untuk periode Mei 2014 ditiadakan. Sama halnya dengan pelaksanaan uji sampel sebelumnya, lokasi pengambilan sampel air dimulai pada titik ujung masuk pipa air sisa proses (inlet) dan ujung keluar pipa air sisa proses (outlet), Sungai Batangtoru pada 500 meter sebelum titik melepas air, titik percampuran air sisa proses dan air Sungai Batangtoru (outfall), serta 500 m, 1000 m, 2000 m, dan 3000 m setelah pelepasan air.

Pengambilan sampel air dan pengiriman ke laboratorium PT Intertek Utama Services, Jakarta yang melibatkan anggota Divisi Pengambilan Contoh Uji dari unsur masyarakat dilakukan setiap tiga bulan sekali. Setiap bulan, pengambilan sampel air secara rutin dilakukan dan selalu melibatkan anggota masyarakat dari Divisi Pengambilan Contoh Uji Tim Terpadu.  Sampel air ini setiap bulan dikirim ke laboratorium oleh Tambang Emas Martabe. Hasilnya dilaporkan kepada Tim Terpadu Pemantau Kuallitas Air Limbah Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru Kabupaten Tapsel.

Baca Juga :  Biaya Pansus Pasar Sangkumpal Bonang Rp200 Juta

Ia menyebutkan, perkembangan air sisa proses akan dilakukan penelitian secara periodik. Laporannya akan saya terima setiap bulan sehingga apabila ada kejanggalan maka akan kita laporkan pada pemerintah agar melakukan evaluasi terhadap air sisa proses tersebut.

“Hingga saat ini, sesuai hasil uji laboratorium Intertek Bogor menyebutkan, kandungan logam dari air sisa proses masih berada di bawah baku mutu. Pengertiannya, air Sungai Batangtoru tidak mengandung logam berat atau tidak berbahaya,” katanya.

Hadir dalam acara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Tapsel Ali Sahruddin, Kadis Kesehatan Tapsel Ali Syahbana, Manajer Enviro Tambang Emas Martabe Candra Nugraha, staf BLH Sumut , Ketua LKMM Batang Toru Ray Hidayat Batubara beserta pengurus, unsur Muspika, pers dan sejumlah pimpinan PT Tambang Emas Martabe. (hih)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kenapa sekarang tidak lagi diminum sisa air pembuangannya jika memang steriil dan kenapa waktu eksplorasi perdana waktu itu ada dagelan meminum sisa air pembuangan ? Alakleh….masih urusan ATM rupanya semua ini. Tutup saja tambang itu kalau tidak mampu membuang sisa limbahnya ke Desa Bongal….sekali lagi jangan bersandiwara dan jangan bersandiwara.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*