Tingkatkan Produksi Panen Petani – Instruksikan Instansi Terkait Siapkan Bibit Unggul

Panen Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Padangsidimpuan H M Soleh Nasution didampingi Kabid SDM Indra P Harahap bersama sejumlah anggota kelompok tani memanen lahan sawah luas 1 hektare di Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Julu, Padangsidimpuan yang memakai bibit unggul HIPA 18 berhasil panen padi 13 ton per hektare beberapa waktu lalu. (medanbisnis/ikhwan nasution)

P Sidimpuan. Membantu peningkatan produksi gabah padi petani, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan akan berupaya menyiapkan bibit unggul dan hybrida untuk dipakai petani.

“Walikota Padangsidimpuan menginstruksikan intansi terkait yang antara lain Badan Ketapang Penyuluh Pertanian dan Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Peternakan untuk mencari terobosan dengan mendatangkan bibit unggul dan hybrida untuk dibagikan kepada petani. Tujuannya agar produksi pertanian di daerah ini meningkat,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Padangsidimpuan, H M Sholeh Nasution belum lama ini.

Dikatakan, bibit unggul HIPA 18 yang telah diujicobakan kepada petani sawah lewat program demonstrasi pertanian (demfarm) produksinya cukup mengembirakan, karena bisa mencapai 13 ton per hektare. “Secara rata-rata memakai bibit unggul HIPA 18 ini di daerah Padangsidimpuan bisa produksi antara 9 ton – 13 ton per hektare,” katanya.

Hasil produksi menggunakan bibit unggul HIPA 18 tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan bibit lokal yang hanya berproduksi di kisaran 4-6 ton per hektare.

Dalam hal ini pihaknya akan lebih mengoptimalkan tugas penyuluh pertanian lebih intens membantu petani dalam memberikan pendampingan cara bertani yang benar sehingga menghasilkan produksi padi yang semakin baik.

Baca Juga :  PT. Sumatera Sylva Lestari dan PT. SUmatera Riang Lestari Jangan Jadi Hama Yang Menjengkelkan Di Bumi Padanglawas Sumut

MedanBisnis – ( ikhwan nasution)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*