Tirtanadi “Siram” Tipikor Polda

MEDAN, TRIBUN – Direksi PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara gelontorkan dana representatif yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah kepada penyidik Tipikor  Polda Sumut. Gelontoran dana operasional direksi itu terjadi saat Direktur Utama Tirtanadi Azzam Rizal tersangkut kasus korupsi voucher penagihan rekening.

Namun direksi Tirtanadi bungkam soal gelontaran dana representatif yang mengalir ke penyidik Tipikor Polda Sumut.
Informasi yang beredar di kalangan karyawan Tirtanadi, direksi yang saat ini bertugas yakni Direktur Administrasi dan Keuangan, Ahmad Thamrin; Direktur Operasional, Mangindang Ritonga; dan Direktur Perencanaan dan Produksi Thamsil Lubis mengucurkan dana representatif (danrep) hingga Rp 1,5 miliar ke penyidik kasus korupsi Dirut Nonaktif Azzam Rizal.

Tribun hanya berhasil mendapatkan fotokopi kucuran danrep ke penyidik Tipikor Polda Rp 111,5 juta yang diberikan bertahap, pada Mei, Juni, dan Juli 2013. Nominal pengambilan setiap  bulan juga bervariasi, di antaranya mulai Rp 1,5 juta, Rp 10 juta, hingga Rp 85 juta. Dalam bon pengambilan  danrep tersebut hanya disebutkan untuk koordinasi dengan Tipikor Polda Sumut.
Pengambilan pertama, 16 Mei 2013 tercatat ‘Pak Ahmad Thamrin koordinasi dengan Tipikor sebesar Rp 10 juta. Pada  tanggal yang sama tertulis juga ada pengucuran danrep untuk Tipikor atas nama Hasan Rp 1,5 juta.

Pada 29 Mei 2013 bon yang ditandatangani Ahmad Thamrin tercatat persis ‘bon dipotong dari Danrep untuk Tipikor Pak Sinaga sebesar Rp 10 juta. Pada 3 Juni 2013 bon sebesar Rp 5 juta untuk koordinasi dengan Polda dan kerja sama diketahui para direksi. Bon ini diteken Mangindang Ritonga, Tamsil Lubis serta paraf Ahmad Thamrin. Terbesar pada 31 Juli 2013, bon sebesar Rp 85 juta untuk koordinasi dengan Polda. Bon ini diteken Gunarto, Kepala Sekretaris Direksi PDAM Tirtanadi Sumut.
Menurut sumber Tribun, uang Rp 85 juta itu diberikan Gunarto kepada Kanit di Tipikor Polda Sumut J Sinaga.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Versi Hitung Cepat, PDIP Unggul di Sumut

1 Komentar

  1. Bah, rupanya Dit Reskrimsus Poldasu sarang tukang olah ya? Ini namanya hukum yg tidak benar dan ttidak adil.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*