Titi DJ Takut Ulangi Kesalahan Uthe

Vokalis pop Titi DJ patut disebut sebagai diva Indonesia nomor wahid di Indonesia. Melalui Konser Swara Sang Dewi, pemilik nama lengkap Titi Dwijayanti itu berhasil memukau sekitar 300 penonton di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Jumat (21/1/2011) malam ini.

2118204620X310 Titi DJ Takut Ulangi Kesalahan Uthe
Titi DJ menggelar konser bertajuk "Swara Sang Dewi" di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jumat (21/1/2011). Konser yang diiringi Magenta Orchestra ini mengambil tema tentang lingkungan hidup dan akan berlangsung hingga 23 Januari 2011.

Dalam konser yang digelar selama empat hari mulai dari 20-23 Januari 2011 itu, Titi yang mengusung konsep go green membuka pertunjukan hari kedua Konser Swara Sang Dewi tepat pukul 15.00 WIB. Titi, yang membagi konser tunggalnya dengan empat segmen—tanah, udara, api, dan bumi, mengawali pertunjukan dengan bercerita tentang kepunahan flora dan fauna akibat kerusakan alam.

Tuntas bercerita, dengan iringan musik dari grup Magenta Orchestra yang dipimpin oleh komposer Andi Riyanto, personel DI3VA itu mulai menggulirkan lagu-lagunya, seperti “Tak Ada Cinta yang Lain” dan “Selamat Datang Cinta”, sebuah lagu yang dinyanyikan khusus untuk mengenang musisi mendiang Elfa Seciora.

Sesuai tema konsernya, Titi sesekali berpesan kepada penontonnya untuk mulai mencintai alam. “Konser ini adalah konser untuk suara hati saya, mari kita lebih peduli lagi kepada bumi ini. Let’s go green,” seru Titi.

“Kalau saya sih pengin meninggalkan bumi yang hijau, apalagi anak-anak saya enam, setengah lusin,” lanjutnya.

“Kembali ke go green sebaiknya kita mulai reduce, reuse, dan recycle. Ngomong-ngomong daur ulang, lagu juga bisa didaur ulang. Berikut lagu dari Diana Nasution, ‘Jangan Biarkan’,” kata Titi mengenalkan lagu terbarunya, sebelum “Ekspresi” dan “Bintang-Bintang” disuguhkan dengan tata panggung yang diramaikan dengan unsur udara hasil kreasi penata artistik Oleg Sanchabakhtiar.

Baca Juga :  "YKS" Trans TV dihentikan Komisi Penyiaran Indonesia

Masih bermain di unsur udara, berikutnya Titi berkolaborasi dengan vokalis jebolan Indonesian Idol, Mike Mohede, untuk menyanyikan “Di Malam yang Dingin” (album: Titi to Diana), yang kemudian disambung dengan berduet bersama grup vokal Dara Jana dan rapper J Flow untuk menyanyikan lagu “Dasar Lelaki” yang kali ini memasukkan musik etnik dan goyang jaipongan.

Seusai lagu-lagu tersebut, Titi berupaya mengenali para undangan yang duduk di bangku bertiket Gold Class. “Ada yang saya kenal di sini? Aaah… Mayang Sari. Sama siapa ya di sampingnya? Saya takut salah ah,” celoteh Titi yang tak mau membuat kesalahan seperti vokalis Ruth Sahanaya atau Uthe, yang dalam konsernya di Jakarta Convention Center pada akhir 2010 lalu menyebut nama Bambang Trihatmodjo dengan panggilan nama Tommy Soeharto.

Selanjutnya, Titi memberi kesempatan kepada grup vokal Magenta Singers untuk menyanyikan lagu “Kuingin”, sebelum Titi kembali ke atas panggung bersama suaminya, gitaris grup rock /rif, Ovi, menyanyikan lagu “Tak Ada Ujungnya” di segmen unsur api.

Berikutnya, vokalis Cindy Bernadette yang jadi bintangnya. “Nah, sebuah lagu yang sangat istimewa buat saya, judulnya ‘Sang Dewi’. Bukan saya yang menyanyikan, tapi penyanyi lain. Saya ingin dia merasakan bagaimana menjadi sang dewi, ini dia Cindy Bernadette,” seru Titi.

Sebelum Cindy muncul, lebih dulu Andy Rianto unjuk kebolehan dengan memainkan piano klasiknya. Seusai permainan piano solo tersebut, musik pun ditambahkan unsur gamelan.

Baca Juga :  Raffi Pakai Narkoba Pendongkrak Stamina Seksual

Bernyanyi layaknya serang sinden, Cindy muncul dengan gaun merah. Sontak saja bulu kuduk merinding menyimak vokal Cindy yang tak biasa itu.

Tak hanya Cindy yang digandeng Titi selama Konser Swara Sang Dewi, vokalis muda Sherina Munaf ikut memberikan warna lain dalam konser tersebut saat menyanyikan lagu “Mata yang Paling Indah” dan “Cinta Pertama dan Terakhirku”.

Selain itu, Titi secara berurut menyuguhkan lagu-lagu andalannya, seperti “Ruang dan Waktu”, “Separuh Hidupku di Unsur Air”, yang kemudian dipungkaskan dengan lagu “Bahasa Kalbu”, “A Lotta Love”, dan “Salahkah di Unsur Bumi”.(kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*