TKS Disporabudpar Kota Padangsidimpuan 3 Tahun Tak Terima Gaji

Rabu, 27 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

TKS Disporabudpar Kota Padangsidimpuan 3 Tahun Tak Terima Gaji

SIDIMPUAN-METRO; Salah seorang tenaga kerja sukarela (TKS) yang bekerja di Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Padangsidimpuan, R boru Nasution selama tiga tahun tak terima gaji.

R boru Nasution kepada METRO mengatakan, dirinya masuk atau diangkat menjadi honor di Disporabudpar pada tahun 2006 lalu selepas tamat SMA. Dirinya merupakan atlet lempar lembing, gulat dan lainnya.

Di mana pada tahun pertama kerja selalu mendapatkan honor sebesar Rp400 ribu per bulannya yang diterima setiap 3 bulan sekali, tetapi yang mendapatkannya hanya 12 orang dari 26 orang TKS yang seangkatan dengannya. Namun sejak tahun 2007-2009, dirinya tidak lagi pernah mendapatkan gaji seperti pada tahun 2006 lalu. Dan hal ini menjadi pertanyaan yang diajukan ke atasannya, namun tidak pernah ada jawaban kepastian akan gaji mereka.

“Memang sih tidak ada iming-iming akan diangkat jadi PNS, lagian pada saat kami bersama dengan 25 kawan saya diangkat jadi TKS, tidak ada SK pengangkatannya. Memang di tahun 2006, itupun hanya ada 12 saja yang mendapatkan gaji yang lainnya tidak. Anehnya sudah begitupun di tahun 2009 masih ada sekitar 10 orang TKS yang baru masuk lagi, padahal kami yang lama saja sudah 2 tahun lebih tidak lagi pernah mendapatkan gaji,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Porabudpar Psp, Drs H Solih Pulungan kepada METRO, Selasa (26/1) di kantor Wali Kota Psp menjelaskan, ada sebanyak 12 tenaga honor atau Buruh Harian Lepas (BHL) yang bekerja di Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Padangsidimpuan (Psp) setiap tahunnya gajinya ditampung dalam APBD Kota Psp.

Baca Juga :  Tapsel Belum Terima Kuota Final CPNS

Dijelaskannya, setiap TKS yang dipekerjakan di dinas dan SKPD di Pemko Psp sudah ada membuat perjanjian tidak akan menuntut imbalan apapun.

“Namanya juga TKS, lagipula ada surat perjanjian kepada TKS yang diangkat tidak mengharapkan imbalan apapun, itu jelas. Tapi kalau mengenai kasus yang ini, saya kira itu masuk yang 12 orang tadi. Makanya harus saya perjelas terlebih dahulu,” pungkasnya.

Disebutkannya, sesuai dengan informasi yang didapatnya pada waktu tahun 2006 lalu yang saat itu Kadisporabudpar di jabat oleh Asgul Ildihan Dalimunthe, sebanyak 26 orang atlet yang berprestasi ketika tamat SMU diangkat menjadi TKS dan sempat mendapatkan gaji atau honor sebesar Rp400 setiap bulannya per orang.

Kemudian ditahun 2007 hingga 2009 tidak lagi mendapatkan gaji atau honor seperti tahun sebelumnya dan hal ini menjadi bahan pertanyaan para TKS ini kepada dirinya dan Disporabudpar Psp.

“Kita sudah ada dengar begitu tapi untuk lebih jelasnya akan kita pelajari terlebih dahulu karena pada waktu pengangkatan mereka, saya belum jadi kadis. Tapi begitupun saya akan pastikan masalah ini akan kita selesaikan untuk segera kita tindaklanjuti secepatnya,” tegasnya.

Ditambahkannya, sepengetahuan dirinya ada sebanyak 12 orang BHL yang dipekerjakan di Disporabudpar yang di tugaskan untuk menjadi penjaga kantor, kebersihan kantor, penjaga Stadion HM Nurdin, kebersihan stadion, penjaga kolam renang Sitataring, dan keberishan kolam renang yang kesemuanya adalah laki-laki dengan honor sekitar Rp400 ribu per bulannya dan itu sudah berlangsung di tahun-tahun sebelumnya sejak tahun 2006 lalu.

Baca Juga :  Stadion Sahala Muda Pakpahan Sipirok Telantar

“Waktu itu gajinya ditampung di APBD, mungkin masuk di 12 orang tadi. Tetapi mungkin tahun berikutnya tidak dapat, karena tidak dimasukkan lagi dan bisa saja diganti dengan yang lain sesuai dengan hasil evaluasi kinerjanya selama setahun. Dan yang 12 ini pun tidak selalu itu-itu saja orangnya, kadang diganti-ganti, tetapi tetap saja jumlahnya 12 orang karena wajib harus dilaksanakan karena memang ada tugasnya. Jadi untuk kejelasannya saya harus meminta keterangan lebih lanjut dari anggota saya dan siapa-siapa saja yang termasuk di dalamnya untuk bisa kita ambil langkah selanjutnya,” pungkasnya. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*