TNI AD: Spontan, Penyerangan Lapas Cebongan

Wakil Komandan Pusat Polisi Militer TNI AD Brigjen Unggul K. Yudhoyono (kanan) didampingi Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Rukman Ahmad (kiri), Kamis (4/4/2013), di Jakarta, menyampaikan hasil penyelidikan internal TNI AD terkait penyerangan Lapas Cebongan. Unggul menyampaikan, pelaku penyerangan adalah oknum anggota Kopassus Grup 2 Kartasura.

JAKARTA, KOMPAS.com – TNI Angkatan Darat mengakui kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta dilakukan oleh 9 anggotanya. Namun, penyerangan itu tidak dilakukan secara terencana.

“Itu tindakan reaktif dan tidak direncanakan,” terang Wakil Komandan Puspom TNI AD Brigadir Jenderal TNI Unggul K Yudhoyono dalam jumpa pers, Kamis (4/4/2013).

Dia menjelaskan, tindakan itu secara spontan dilakukan atas dasar jiwa korsa prajurit yang mengetahui rekannya meninggal duni akibat dibunuh di Hugo’s Cafe. “Itu memang tindakan reaktif secara spontanitas yang memang dilakukan oleh seorang prajurit yang mempunyai jiwa korsa yang besar,” terangnya.

Sebelumnya, TNI mengakui 9 anggotanya terlibat kasus penyerangan lapas. Sementara dua anggota lainnya berusaha mencegah aksi tersebut namun gagal. Pelaku juga mengaku pada tim investigasi TNI AD mengenakan enam senjata, salah satunya AK-47.

Seperti diberitakan, gerombolan bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat datang menyerang lapas, Sabtu (23/3/2013) dini hari. Dalam peristiwa itu, empat tersangka kasus pembunuhan anggota Kopassus, Sersan Satu Santosa, ditembak mati. Keempatnya yakni, Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dinkes Sumut adakan program kesehatan di 370 desa Di Sumatera Utara

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*