TNI & Polri Sumut Akan Konsolidasi Bersama

polisi vs tni ilustrasi TNI & Polri Sumut Akan Konsolidasi BersamaMEDAN – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Polisi Eko Hadi Sutedjo menegaskan, untuk menjaga keharmonisan antara prajurit TNI dan Polri di Sumut, akan dilakukan upaya konsolidasi bersama.

“Tidak ada masalah, karena kejadian itu murni persoalan pribadi dan sudah ditangani Polisi Militer (POM). Menyangkut proses hukum terhadap yang bersangkutan akan diproses di peradilan militer,” katanya kepada wartawan, hari ini.

Menurutnya, untuk menjaga keharmonisasian antara prajurit TNI dan Polri akan dilakukan upaya konsolidasi bersama. “Konsolidasi itu berupa pelaksanaan kegiatan bersama,” ujarnya.

Meski begitu, sambung mantan Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) ini, waktu yang tepat untuk pelaksanaan konsolidasi bersama itu belum ditentukan. Tetapi, dalam waktu dekat akan segera dilaksanakan. “Oiya, sudah pastilah dilakukan upaya konsolidasi bersama itu. Tetapi, waktunya akan kami dirumuskan bersama (Pangdam I/BB-Kapolda Sumut),” kata jenderal berbintang dua ini.

Ditanya mengenai apakah ada reaksi atau riak-riak di Sumut pasca penikaman itu, Kapolda mengaku, hingga saat ini tidak ada. “Karena memang persoalannya pribadi dan tidak ada hubungannya dengan kesatuan masing-masing. Sehingga tidak ada masalah dan sudah ditangani POM,” tuturnya.

Dia menjelaskan, proses hukum terhadap Sersan Satu (Sertu) Akhirudin yang bertugas di Brigif 7/Rimba Raya Galang, Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang itu, hanya dilakukan oleh peradilan militer. “Proses hukumnya hanya dilakukan oleh peradilan militer saja,” tegasnya.

Baca Juga :  Penderita Radang Otak Belum Dapat Bantuan

Sebelumnya, Brigadir Beny Sihombing, 32, anggota Detasemen Gegana, Brigade Mobil Daerah (Brimobda) Sumut tewas diujung sangkur prajurit TNI (Sertu) Akhir yang bertugas di Brigif 7/Rimba Raya Galang, Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, hanya gara-gara persoalan sepele yakni korban menginjak kaki pelaku di Lapo Tuak milik Benget Simatupang, di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kamis (20/11) malam sekitar pukul 20.05 WIB.

Pada pukul 20.45 WIB korban dinyatakan meninggal dunia karena banyak kehilangan darah di Rumah Sakit (RS) Latersia, Binjai, akibat luka tusuk didada kiri dan menembus ke jantung korban.

/waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*