Tol Trans Sumatera Launching di Medan – Kereta Api Trans Sumatera Juga akan Dibangun

20140830070825 684 Tol Trans Sumatera Launching di Medan Kereta Api Trans Sumatera Juga akan Dibangun
PROYEK DI SUMATERA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung (kanan) usai rapat koordinasi gubernur se-Sumatera, di Padang, Sumbar, Jumat (29/8). Chairul Tanjung membahas perencanaan pembangunan Jalan Tol, Rel Kereta Api Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung, serta jaringan Trasnmisi 500 kilo Volt Trans Sumatera dan pembangunan kabel bawah tanah laut dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa dan Bali secara bertahap. (ant/muhammad arif pribadi)

Padang. Pemerintah pusat beserta para pemerintah daerah se-Sumatera sepakat untuk memulai pembangunan Tol Trans Sumatera dari Lampung hingga Aceh melewati Jalur Timur Sumatera.

Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung memastikan pada September atau awal Oktober ini akan dilakukan launching pembangunan proyek itu di Medan, Sumatera Utara sekaligus groundbreaking tol Kualanamu-Tebingtinggi.

Demikian hasil pertemuan Menko Perekonomian Chairul Tanjung yang menggelar rapat koordinasi dengan Gubernur se-Sumatera di Kota Padang, Sumatera Barat. Adapun Tol Trans Sumatera total akan terdiri 23 ruas yang sepanjang 2.628 km. Ada 1.833 km koridor utama dan 770 km sebagai koridor pendukung yang melewati semua provinsi di Sumatera. Total kebutuhan dana mencapai Rp 300 triliun.

Chairul Tanjung mengatakan ada empat ruas tol yang akan menjadi prioritas dibangun pada tahap I. “Dalam waktu tak lama, akan di-launching proyek Tol Trans Sumatera dengan empat ruas prioritas,” kata Chairul Tanjung yang biasa disapa CT usai memimpin rapat koordinasi tersebut di Hotel Grand Inna Muara, Padang (29/8).

Dalam acara itu hadir Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Kehutahan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Mahendra Siregar, dan seluruh gubernur se-Sumatera, termasuk Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

CT mengatakan empat ruas tol prioritas tersebut adalah Bakauheuni-Bandar Lampung, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai, dan Medan-Binjai. Keempat ruas tersebut memakan biaya Rp 31,5 triliun dan akan dibangun oleh PT Hutama Karya.”Yang lainnya dibangun bertahap, sampai semua provinsi akan terkoneksi dengan tol nantinya,” paparnya.

CT mengakui proyek ini memakan waktu yang lama karena nilainya yang besar. Selain itu, perlu adanya komitmen dari semua intansi pemerintahan hingga pemerintah provinsi.

Baca Juga :  Festival Danau Toba Siap Digelar September 2014

Sekarang pun masih dilakukan penyelesaian revisi Peraturan Presiden (Perpres) untuk penugasan pelaksana proyek. Diupayakan dalam dua minggu ke depan Perpres yang baru telah diterbitkan.”Jadi tak simple. Akan tetapi dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, proyek ini akan launching dan segera dibangun,” kata CT.

KA Trans Sumatera
CT mengungkapkan pula, melengkapi proyek Tol Trans Sumatera pemerintah juga akan membangun jalur kereta api yang terletak berdampingan dengan jalan tol. “Jadi ada kesepakatan baru. Di jalan tol secara paralel akan dibangun lintas kereta trans Sumatera,” katanya.

CT menuturkan, pembangunan jalan tol akan memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera. Oleh karena itu, diperlukan moda transportasi yang mampu berjalan cepat dan efektif, khususnya untuk barang.

Di beberapa daerah, tambah CT, moda yang mampu menampung banyak barang dan bergerak dengan cepat adalah kereta api. Selain itu, pengangkutan dengan kereta api juga lebih murah.”Untuk angkutan barang memang kereta api yang menjadi primadona,” ujar CT.

Rencana ini masih dalam bentuk mentah dan akan dibicarakan lebih lanjut oleh tim teknis. Kebutuhan anggaran dan waktu pembangunan juga belum dapat diketahui.

“Pokoknya sepanjang ada Tol Trans Sumatera akan ada jalur kereta. Untuk anggaran dan lainnya dibahas secepatnya,” papar CT.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta agar pembangunan infrastruktur di Pulau Sumatera tidak hanya difokuskan untuk Sumatera bagian timur saja.”Kami berharap Sumatera bagian Barat seperti Aceh, Sumbar, dan Bengkulu ikut mendapatkan sokongan pemerintah pusat untuk meningkatkan infrastruktur daerah, karena infrastruktur yang baik menjadi faktor untuk mendorong percepatan perkembangan perekonomian daerah,” katanya.

Baca Juga :  Tambang Emas di Tapsel Kerja Sama dengan USU

Menurut dia, pembangunan infrastruktur pulau Sumatera saat ini terkonsentrasi di bagian timur, seperti misalnya pembangunan Tol Trans Sumatera. Hal tersebut, menurutnya, memang patut untuk didukung bersama.Namun dia berharap, pembangunan daerah Barat tidak menjadi pemikiran baku pemerintah di pusat.
Sementara Gubsu Gatot Pujo Nugroho memaparkan kondisi infrastruktur jalan nasional di Sumut masih di bawah rata-rata nasional. “Jalan nasional di Sumut adalah yang terpanjang di Indonesia 2.249 km, lintas timur, barat, tengah dan diagonal dengan kondisi 81 persen mantap,” ujarnya.

Menjawab Gubsu, Menteri PU Joko Kirmanto mengakui kondisi jalan nasional di Sumut masih di bawah rata-rata jalan mantap nasional yaitu 94 persen. Joko mengakui anggaran pembangunan dan perbaikan jalan nasional di Sumatera Utara masih minim dibanding kebutuhan. Namun dia beralasan anggaran senilai Rp 1,8 triliun tahun 2014 untuk jalan nasional Sumut sudah terhitung besar. “Kita juga harus membagi anggaran dengan provinsi lain,” katanya. (dtf/ant/ramita harja)

/MedanBisnis

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*