Tolak Kegiatan Perusahaan OTP Geothermal, Massa Blokir Jalan & Sandera Alat Berat

Masyarakat memblokir jalan dan membakar kayu dan ban di tengah jalan, kemarin. Dalam aksi ini, satu alat berat milik PT Citra Bangun Nusantara juga disandera warga. (Ridwan)

MADINA – Seratusan masyarakat berbagai desa di Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengadakan aksi penolakan terhadap kegiatan perusahaan tambang panas bumi Sorimarapi Geothermal Power atau OTP Geothermal, Selasa (30/9). Dalam aksi penolakan itu, masyarakat juga menyandera satu unit alat berat milik kontraktor pembukaan lahan pengeboran, dan memblokir jalan lintas Kecamatan dan membakar kayu dan ban di tengah jalan.

Pantauan Metro Tabagsel, masyarakat sebelumnya telah menyampaikan penolakan mereka kepada perusahaan OTP Geothermal yang dinilai tidak mempunyai iktikad baik kepada masyarakat lokal. Namun, tetap melanjutkan kegiatannya selama beberapa tahun terakhir meskipun perusahaan ini disebut-sebut belum memasuki tahap eksploitasi.

Menurut masyarakat, mereka juga telah menyampaikan keberatan mereka terhadap perusahaan ini, dan juga kepada Pemerintah Kabupaten Madina yang masih meloloskan izin usaha pertambangan perusahaan tersebut.

Akibat tidak adanya tanggapan atas keberatan mereka ditambah pihak perusahaan melakukan pekerjaan yang menurut warga itu merupakan hutan lindung, karena itulah masyarakat ‘marah’ dan akhirnya melakukan aksi penghentian pekerjaan pembukaan jalan menuju lokasi pengeboran di wilayah Desa Roburan Dolok.

“Kami dari masyarakat memblokir jalan dan menghentikan semua kegiatan perusahaan yang berhubungan OTP, karena kami melihat izin usaha pertambangan yang dikeluarkan Bupati tahun 2010 lalu, sampai sekarang belum ada inisiatif perusahaan untuk membangun kesejahteraan rakyat sesuai dengan UUD 45 pasal 33, hanya segelintir masyarakat yang menyetujui perusahaan ini berusaha, seperti pada hari ini hanya ada lima orang perwakilan dari desa yang menyetujui perusahaan ini menjalankan kegiatannya dalam sub kontraktor PT Citra Bangun Nusantara untuk membuka jalan ke lokasi pengeboran. Beberapa hari yang lewat tanggal 16 September izin perusahaan ini telah berakhir,” sebut koordinator aksi Tan Gozali Nasution.

Baca Juga :  Relokasi Pedagang Kaki Lima Padangsidimpuan

Disampaikan Tan Gozali, OTP Geothermal selama ini tidak ada iktikad baik kepada masyarakat, salah satunya pihak perusahaan menjanjikan akan melakukan pembebasan lahan kebun masyarakat dengan memakai tim independen.

Namun menurut Tan Gozali dan warga lainnya, yang bermain dalam pembebasan lahan ini bukanlah tim independen tetapi maklar-maklar tanah sehingga masyarakat yang dirugikan. “Kami meminta Bupati Madina sebagai kepala daerah agar secepatnya mencabut izin usaha pertambangan atau tidak memperpanjangnya, karena jika OTP Geothermal melanjutkan kegiatan mereka, kami akan siap mengadakan aksi besar-besaran melawan perusahaan ini. Dari sekian tahun perusahaan ini melakukan kegiatan, masyarakat tidak ada yang dijadikan karyawan hanya beberapa orang saja yang dipekerjakan dan itupun sebagai kuli dan supir,” tambahnya.

Sementara, pihak sub kontraktor PT Citra Bangun Nusantara (CBN) yang dikonfirmasi lewat humas, Sukron mengatakan, pihaknya melakukan kegiatan sesuai dengan kontrak pekerjaan yang diberikan OTP Geothermal, sementara masalah lahan yang disebut sebagai hutan lindung, atau persoalan lainnya yang disebutkan masyarakat, Sukron sama sekali tidak mengetahui itu.

“Kami hanya sub kontraktor pembukaan jalan menuju lokasi pengeboran perusahaan, kalau persoalan yang disampaikan masyarakat kami tidak mengerti itu, kami mengerjakan sesuai dengan kontrak. Saat kami bekerja masyarakat ramai-ramai datang memaksa hentikan pekerjaan kami,” ujar Sukron. (wan)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Pemko P. Sidimpuan Akan Tertibkan PKL

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*