Tolong.!, Bayi-bayi Pengungsi Sinabung Butuh Susu

Pengungsian Korban Letusan Gunung Sinabung

KABANJAHE – Sejumlah bayi pengungsi korban musibah letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara saat ini membutuhkan bantuan susu dan makanan instan.

“Kami memperkirakan banyak bayi di lokasi-lokasi pengungsian membutuhkan bantuan susu dan makanan khusus bayi,” kata Abadinta Barus, relawan dari SWAT Rescue di Kabanjahe, Jumat (3/9/2010).

Menurut dia, paket bantuan makanan yang disalurkan kepada pengungsi korban letusan Gunung Sinabung hingga kini hanya cocok dikonsumsi orang dewasa.

Padahal, menurut Abadinta, hampir di setiap lokasi pengungsian terdapat bayi yang mayoritas berusia di bawah satu tahun.

“Bayi-bayi di lokasi pengungsian itu perlu diberi susu dan makanan instan agar selama di pengungsian fisik dan ketahanan tubuhnya terjaga,” paparnya.

Dia juga menyarankan kepada petugas di posko-posko penampungan pengungsi ikut menyampaikan kepada para dermawan dan instansi pemerintah terkait agar menyiapkan susu dan makanan khusus buat para bayi.

Selain bayi, pihak satkorlak penanggulangan bencana dan pengungsi korban letusan Gunung Sinabung perlu menjajaki kerja sama dengan berbagai lembaga khusus di bidang psikoterapi.

Kerjasama tersebut bertujuan memberi bimbingan dan masukan kepada pengungsi khususnya anak-anak usia sekolah dasar agar tidak mengalami tekanan mental akibat musibah letusan gunung tersebut.

Sebagaimana diketahui, Gunung Sinabung sejak 29 Agustus lalu mulai mengeluarkan asap dan debu vulkanik.

Bahkan, gunung api yang sudah ratusan tahun tidak pernah aktif itu pada 31 Agustus meletus dan menyemburkan lava pijar serta debu vulkanik.

Baca Juga :  PLN Kembali Sewa PLTD untuk Sumut

Hingga Jumat, Gunung Sinabung tercatat sudah empat kali meletus dan membuat lebih dari 20 ribu orang warga yang bermukim pada radius sekitar 10 kilometer terpaksa mengungsi.(*)

Sumber: kompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*