TPA Sitaul-Taul 4 Tahun Tidak Difungsikan

MADINA-Sekitar 4 tahun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sitaul-Taul Kotanopan di Kotanopan, Madina tidak pernah digunakan dan pengadaanya juga diduga masih bermasalah mengenai ukuran.

Pemkab Madina pada tahun 2007 lalu membeli lahan seluas 1 hektar dengan harga Rp50 juta. Namun kenyataannya di lapangan, ukurannya diperkirakan sekitar 30×50 meter per segi. Dan selama empat tahun itu juga pihak kebersihan Kotanopan mengkontrak lahan di Desa Lumban Pasir yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat Kotanopan untuk membuang sampah.

 

Amatan METRO, Minggu (4/12) di lokasi TPA yang tak jauh dari badan jalinsum sekitar 1 kilometer di perbukitan Desa Sitaul-Taul, lokasi TPA terlihat ditumbuhi ilalang. TPA ini dihimpit lahan perkebunan milik masyarakat dari sebelah timur berbatasan dengan kebun sawit, sedangkan dari arah barat terlihat menjorok ke bawah dan di dalamnya ada parit. Dari perkiraan ukurannya tak sampai 1 hektar dan hanya sekitar 30×50 meter saja.

Kepala Pasar kotanopan, Henri kepada METRO menjelaskan, lahan TPA itu dibeli pada tahun 2007 dari pemiliknya Yunus dan di dalam akta jual beli tersebut luas lahan adalah satu hektar. Namun Henri mengaku tidak bisa memastikan apakah ukurannya cukup satu hektar atau tidak.

Diceritakan Henri, Pemkab Madina membeli lahan sesuai yang ada di dalam surat sebesar Rp50 juta, namun setelah dibeli pada tahun 2007 belum pernah digunakan hingga saat ini. Pihaknya selaku penanggung jawab kebersihan Kotanopan masih mengontrak tanah milik warga yang lokasinya tak jauh dari TPA sekitar 1 kilometer berukuran 20×6 meter seharga Rp800 ribu per tahun.

Baca Juga :  Pemko Padangsidimpuan Terima Izin Prinsip Mengenai Jumlah CPNS Defenitif Yang Akan Diterima Dari MenPAN

Ironisnya TPA yang dikontrak itu persis di pinggir jalinsum sehingga siapapun yang lewat pasti melihat tumpukan sampah itu. Padahal TPA sangat dibutuhkan kegunaannya, namun Henri tidak tahu pasti penyebab belum bisa digunakan.
Dikatakan Henri, pihaknya tidak menggunakan TPA milik Pemkab Madina disebabkan jalan menuju TPA yang sulit karena tanjakan dan pembangunan jalan belum ada. Sehingga pihaknya memilih TPA yang mudah dijangkau.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan pada Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Pemkab Madina, Rahmat Lubis ST kepada METRO menjelaskan, pihaknya telah membangun jalan menuju TPA pada tahun 2008 lalu. Bukan hanya jalan saja yang dibangun, tetapi parit dan jembatan juga sudah dibangun di TPA tersebut agar bisa digunakan.

Disebutkan Rahmad, dirinya bisa memastikan kalau kendaraan tidak akan mengalami kesulitan ke TPA Sitaul-Taul. Hanya saja diakui Rahmad dari instansinya memang tidak ada anggaran untuk mengangkut sampah ke TPA, sedangkan pengadaan lahan itu bukan di instansinya.

”Kami bukan tutup mata atas kondisi ini, kami sudah sering ajukan anggarannya agar sampah yang ada di Kotanopan bisa ditampung di TPA, tetapi karena anggaran kami sangat terjangkau bagaimana kami bisa menggaji petugas di lapangan,” akunya.

Harapan Rahmad, pihak eksekutif dan legislatif bisa lebih realistis melihat kondisi ini, mengingat banyaknya keluhan atas kondisi kebersihan dan pertamanan. Karena, untuk melakukan seperti yang diharapkan masyarakat pihaknya mengaku kesulitan anggaran. (wan/mer)

Baca Juga :  Kadishub dan Kesbanglinmas Kab. Mandailing Natal Bantu Pasien Kritis dengan Mendonorkan Darah

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*