Tradisi Marjambar di Kecamatan Sipirok – Gambaran Kokohnya Kerukunan Antar Umat Beragama

Oleh: Amran Pohan*)

Kata marjambar berasal dari bahasa daerah yang berarti saling berbagi atau saling memberikan satu sama lainnya secara bergantian. Di wilayah Kecamatan Sipirok tradisi marjambar sudah dikenal sejak lama.

Marjambar identik dengan saling berbagi atau saling memberikan makanan berupa kue hari raya baik Islam maupun Kristen yang merupakan buatan sendiri ataupun yang dibeli di pasaran, yang disuguhkan atau diantarkan langsung pada tetangga atau kaum famili yang berlainan keyakinan.

Tentunya pada suasana peringatan hari besar keagamaan, hal ini diyakini merupakan bentuk kedekatan hubungan antara umat beragama di wilayah ini dan juga bentuk tingginya nilai sosial ditengah-tengah masyarakat yang mengutamakan kebersamaan diatas segalanya.

Nah ! hari bertambah hari, bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun, akhirnya zaman pun terus berganti yang selalu identik dengan dibarengi dengan kemajuan tekhnologi dan modernisasi. Namun diawal abad 21 kali ini tradisi marjambar tersebut masih diterapkan masyarakat berbeda keyakinan di wilayah Sipirok. Tentu hal ini merupakan suatu kekayaan yang dimiliki bangsa ini yang berlandaskan Pancasila. Namun seiring dengan waktu yang terus bertambah tentunya peran pemerintah melalui berbagai program kelestarian yang sudah ada sejak lama tersebut haruslah dipelihara agar lestari hingga anak cucu kelak.

Jika ditelisik dari setiap perayaan hari besar kegamaan terutama Islam (lebaran) dan Kristen (Natal dan tahun Baru), maka pemandangan yang menyuguhkan toleransi antar umat beragama akan tampak jelas dan kental ditengah masyarakat. Dimana setiap warga yang hendak merayakan hari besar keagamaannya maka akan mendatangi kaum familinya yang beragama lain dengan membawa makanan dan sebaliknya kondisi yang sama akan dibalas pada hari besar agama lainnya.

Baca Juga :  Untuk Mengatasi Over Kapasitas di Lapas Klas II B Padangsidimpuan, Kantor Staf Dialihkan jadi Ruang Tahanan

Semisal pada lebaran 1432 H, tahun ini, hubungan silaturahmi dengan mendatangi rumah-rumah tetangga yang menganut agama Islam masih digelar penganut agama lain (Kristen). Pemandangan serupa juga bisa ditemukan menjelang hari Natal dan Tahun Baru, dimana para penganut agama Islam mendatangi tempat tinggal penganut agama Kristen untuk memberikan selamat, bahkan saling mengatar makanan (kue hari raya) hingga kini masih banyak dilaksanakan.

Bagi sejumlah masyarakat Islam maupun Kristen mengakui tradisi ini telah membuat hubungan antar umat beragama menjadi lebih terjaga. Karena, hari-hari besar agama, seperti Idul Fitri dan Natal, bukan lagi menjadi hari yang khusus bagi salah satu penganut agama saja. Implikasinya pun sangat bagus terhadap kehidupan sosial masyarakat sehari-hari.
salah seorang warga Sipirok Baginda Siregar (48) pada METRO menjelaskan, memang tradisi marjambar sudah ada sejak lama, namun seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman sangat dikhawatirkan salah satu kekayaan masyarakat Sipirok tersebut akan terus mengikis dan akhirnya punah.

Disampaikannnya, pada hakikatnya substansi tradisi marjambar hanyalah mengajak umat beragama lain agar secara bersama-sama berbaur dalam suka cita. Tentunya tetap menjaga kesakralan ajaran agama masing masing. “ini mencerminkan tingginya kepedulian sosial di tengah-tengah umat berlainan agama, kiranya dapat dilestarikan,” katanya. (***)

*) Wartawan metrosiantar – Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Facebook “ Gaet “ Pelajar Kota Sidimpuan

1 Komentar

  1. MARJAMBAR MERUPAKAN SUATU ADAT KEBIASAAN DARIPADA MASYARAKAT SIPIROK
    KARENA INI ADALAH SESUATU HALA YANG MENJADI AJANG SILATURAHMI YANG MEMBUAT MASYARAKAT SIPIROK UTUH DALAM KULTURNYA DAN SALING MENJAGA ANTAR SESAMA BAIK DALAM AGAMA MAUPUN ADAT ISTIADAT YANG LAIN.
    MARJAMBAR JUGA MERUPAKAN SESUATU YANG HARUS DILESTARIKAN MASYARAKAT SIPIROK, YANG MANA HAL INI MERUPAKAN SUATU KEBIASAAN RAJA – RAJA MARGA DISIPIROK JAMAN DULU UNTUK MENGUMPULKAN RAKYATNYA DALAM MENERIMA SEBUAH TALI KASIH ANTARA PEMANGKU ADAT DAN MASYARAKAT AWAM YANG BERADA DISIPIROK.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*