Tragedi #MH17 Kuak Kembali Luka Keluarga #MH370

Keluarga dari penumpang Malaysia Airlines MH370 menangis setelah mendengar kabar terbaru mengenai pesawat Malaysia Airlines MH370, di Hotel di Beijing, China, Senin, 24 Maret 2014. Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa pesawat naas tersebut jatuh di Samudra Hindia dan seluruh penumpang dan awak pesawat tewas./AFP PHOTO / MARK RALSTON

Tragedi penembakan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 Kamis (17/7/2014) waktu setempat membangunkan kembali luka keluarga korban pesawat MH370 yang hilang pada 8 Maret lalu. Keluarga korban MH370 yang mayoritas warga negara China memberikan pernyataan atas tragedi MH17 yang jatuh diperbatasan Ukraina-Rusia.

Dalam pernyataan mereka di Weibo, keluarga penumpang MH370 membuka kembali pertanyaan dan perasaan mereka yang berjuang sejak 8 Maret 2014 lalu. Keluarga korban MH370 melihat berita tragedi MH17 dan tidak bisa berhenti menangis.

“Kami harus mempertanyakan, mana keamanan penerbangan? Akankan setiap pesawat yang ditumpangi menjadi menakutkan seperti roller coaster?” ujar mereka dalam The Washington Post,  Jumat (18/7/2014).

Keluarga korban kembali menegaskan hal terkait perbedaan dan informasi yang meragukan tentang MH17 seperti yang terjadi saat tragedi MH370. Bagi mereka, tragedi ini adalah pengulangan tragedi MH370.

“Kami berharap negara terkait bisa bekerja sama, tidak merendahkan satu sama lain. Kami berharap ada informasi yang konsisten, bukan kontradiksi,” kata mereka.

Menurut Washington Post, banyak pengguna Weibo mengatakan, ketika melihat “Malaysia Airlines” menjadi trending topic, mereka berpikir MH370 telah ditemukan. Selain itu, banyak poster yang berisi tulisan “Why Malaysia Airlines again?”

Baca Juga :  Luar Biasa, Organ Tubuh Bocah Selamatkan 7 Nyawa

Beberapa pengguna Weibo juga berharap tragedi MH17 dapat membawa kembali perhatian negara-negara pada MH370. Pesawat MH370 hilang secara misterius dalam penerbangan dari Kuala Lumpur ke Beijing dengan membawa 239 penumpang dan kru. Sebanyak 154 di antaranya merupakan warga China./KOMPAS.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*