Tragedi Nabire PembunuhanTerbesar di Dunia Tinju

20110105151250131 Tragedi Nabire PembunuhanTerbesar di Dunia Tinju
Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane

[JAKARTA]  Indonesia Police Wacth (IPW) menyesalkan  pengamanan dalam pertandingan tinju di Nabire Papua  menyebabkan kematian sia-sia 18 warga adalah tragedi pembunuhan terbesar di arena oleh raga tersebut di Dunia selama selama ini.

Karena itu, IPW mendesak Kapolri Jenderal Jenderal Pol Timur Pradopo  tidak saja serius mengevaluasi bahkan tidak segan mencopot Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian dan Kapolres Nabire AKBP Bahara Marpaung.

“Peristiwa berdarah yang menewaskan belasan warga itu semestinya tidak akan terjadi jika pengamanan dini oleh otoritas kepolisian setempat dilaksanakan maksilmal. Sungguh tragis, kondisi kematian pengunjung atau peserta ajang tinju tersebut mencoreng khususnya olah raga tinju Indonesia di mata dunia karena tidak berjalannya  koordinasi aparat setempat,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada SP, Senin.

Menurut Neta, sejak era kepemimpinan Kapolda Tito Karnavian di Polda Papua telah terjadi berbagai kasus kriminal menonjol antara lain, peristiwa penembakan merajalela dengan korban jiwa tidak saja warga juga aparat TNI dan Polri.

Melihat fakta tersebut sudah saatnya pimpinan Polri maksimal mengevaluasi kinerja Kapolda Papua dengan pertimbangan terkait menumpuknya kasus kriminal setempat.

Demikian kematian 18 orang di arena tinju Nabire tidak saja menambah “PR” Kapolda setempat juga wajar  menjadi perhatian dunia. Pasalnya, peristiwa tersebut menelan korban banyak.

IPW juga mendukung keluarga korban menuntut keadilan secara fair dan transparan kepada penegak keadilan setempat atas  tragedi berdarah dalam arena olah raga tinju yang seharusnya bisa diantisipasi dini itu.  [G-5]

Baca Juga :  Kapolri Instruksikan Tembak Pembakar Hutan Riau

Suarapembaruan.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*