Trauma, Warga Lambou Kab. Madina masih Mengungsi

5482732760cb62ed99a4c0651a1cb5bb010be6b Trauma, Warga Lambou Kab. Madina masih Mengungsi
Warga Desa Lambou yang ditugaskan berjaga-jaga di desanya pasca aksi pelemparan ke rumah warga desa mereka.

Warga Desa Lambou Darul Ikhsan, Kecamatan Bukit Malintang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang mengungsi ke rumah familinya di desa tetangga, masih trauma dan belum berani pulang, pascapelemparan batu ke rumah mereka, Rabu (26/5) dini hari. Sementara Polres Madina telah memanggil sejumlah saksi, Kamis (27/5).

Beberapa warga Desa Lambou Darul Ikhsan yang masih melakukan penjagaan di desa mereka kepada METRO, Kamis (27/5) mengatakan, mereka masih trauma akibat serangan lemparan batu, meskipun tidak ada di antara warga yang luka-luka. Namun, akibat aksi pelemparan batu itu merusak beberapa rumah warga.

Faridah (45), warga Desa Lambou mengatakan, dirinya beserta anggota keluarganya sejak terjadinya pelemparan batu itu sudah mengungsi ke Desa Malintang yang tidak jauh dari Desa Lambou. Keluarganya mengungsi karena takut masih ada serangan atau lemparan batu lagi.

“Sudah 2 hari kami mengungsi karena kami masih takut adanya serangan lagi atau pelemparan batu itu terjadi lagi. Untung saja waktu itu tidak ada yang korban. Tapi kalau sempat terjadi kedua kali, kami tidak tahu lagi apa yang terjadi,” katanya kepada METRO, Kamis (27/5).

Sementara warga desa yang lain saat ditemui METRO di Desa Lambou terlihat sudah banyak yang kembali ke rumah atau tempat tinggal masing-masing. Sebab mereka harus bekerja untuk mencari nafkah. Namun pada malam hari, mereka akan mengungsi lagi.

“Dari jumlah warga yang mengungsi kemarin, 85 persen sudah kembali karena warga yang terdiri dari anak-anak yang masih sekolah harus masuk. Begitu juga dengan orang tuanya harus bekerja. Tapi sesuai pengakuan warga, mereka akan mengungsi kembali nanti malam habis salat maghrib, pindah tidur,” jelas Edi Sihombing yang mengaku dirinya sendiri ditugaskan untuk berjaga-jaga di Poskamling desa mereka.

Baca Juga :  Honorer Pemkab Paluta Lima Bulan Tak Gajian

Kepala Desa Lambou Rasyid Gultom saat dihubungi METRO melalui telepon seleulernya mengatakan, warganya hingga sore kemarin sudah mulai tenang. Namun warga masih akan mengungsi atau pindah tidur pada malam hari, karena warga masih trauma pasca lemparan batu yang terjadi Rabu dini hari.

Diutarakan Rasyid, warga sudah membuat pengaduan ke Polres Madina. Sebab, menurut kepala desa, peristiwa tersebut sudah tidak bisa dimaafkan lagi, dan dirinya sebagai pimpinan desa akan menindaklanjutinya secara hukum.

“Kami akan lanjutkan persoalan ini ke ranah hukum, karena tindakan mereka sudah mengakibatkan warga saya tidak betah tinggal di rumahnya sendiri dan memilih untuk pindah tempat tidur ke rumah warga desa lain meskipun masih termasuk desa tetangga. Rabu (26/5) sore kemarin pengaduan kami sudah masuk ke Polres untuk mengadukan warga Desa Sidojadi yang diduga melakukan penyerangan itu,” terangnya.

Rasyid juga mengatakan, kerugian yang dialami warga Desa Lambou akibat aksi pelemparan batu tersebut diperkirakan mencapai Rp20 juta. Sebab, sekitar 10 rumah warga rusak baik di atap, dinding, maupun kaca rumahnya.

Sedangkan Kepala Desa Sidojadi Sudarman yang ditemui METRO tidak berada di rumahnya. Saat coba dihubungi melalui telepon selulernya, Sudarman enggan memberikan keterangan atas peristiwa tersebut. “Enggak bagus bicara di telepon,” sebutnya singkat.

Polres Madina Panggil Saksi-saksi

Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk saat dihubungi METRO melalui Kasat Reskrim AKP SM Siregar SH mengatakan, pengaduan warga Desa Lambou Darul Ikhsan melalui kepala desanya, sudah diterima Polres Madina. Namun, hingga Kamis (27/5), polisi belum melakukan penahanan atau penangkapan pelaku penyerangan. “Kami sudah menerima pengaduan dari warga Desa Lambou, tapi hingga hari ini (kemarin, red), kami masih akan melakukan proses dengan mengambil keterangan atas saksi-saksi, dan itu akan kita proses pada Senin depan. Setelah itu baru bisa kita lakukan pengamanan atau penangkapan,” sebutnya.

Baca Juga :  Tunggu Hasil UN, Siswa Kota Padangsidimpuan Deg-degan

Sumber: http://metrosiantar.com/Metro_Tabagsel/Trauma_Warga_Lambou_masih_Mengungsi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*