Trayek Tumpang Tindih, Angkot Lin 01 Padangsidimpuan Mogok

Analisa/hairul iman hasibuan. Sejumlah supir angkutan lin 01 memaksa turun para penumpang angkutan 01 yang ngotot beroperasi. Akibat aksi ini, puluhan penumpang terlantar disepanjang jalan Merdeka Kota P. Sidimpuan, Kamis (27/1).

PADANGSIDIMPUAN – Dari 110 unit angkot Lin 01 jurusan Sadabuan-Pusat Pasar Kota Padangsidimpuan, 34 unit angkot mogok beroperasi dan sopirnya melakukan sweeping terhadap taksi luar kota dan menurunkan penumpang taksi  tujuan pusat pasar di Jalan Sudirman.

Aksi sweeping yang dilakukan para sopir angkot, akibatnya para pengusaha taksi antar kota dan kabupaten tidak menggubris keluhan yang disampaikan Lin 01. Padahal, sebelumnya pengurus dan ketua Lin 01 sudah sering menyurati dan membicarakan masalah ini kepada Pemko Sidimpuan dan pengusaha taksi.

“Pemko Sidimpuan diminta melakukan penertiban terhadap angkutan kota yang melanggar trayek yang tumpang tindih itu agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, sehingga sopir Lin 01 tidak merasa terzhalimi oleh angkot di luar trayek,” kata Ali Bonar Siregar, salah seorang sopir, tadi malam.

Salah seorang sopir angkot Lin 01, Asrul Siregar, mengatakan Dinas Perhubungan (Dishub), Organda secepatnya menyahuti keluhan sopir yang sudah berlangsung menahun.

Kepala Dishub Kota Padangsidimpuan, Syahrizal Siregar, mengatakan aspirasi para sopir angkot Lin 01 jurusan Sadabuan-Pusat Pasar akan dibahas secepatnya, sehingga bagi angkot yang melanggar trayek akan ditertibkan, demikian juga terhadap taksi yang tidak menurukan penumpang tujuan pasar sekitarnya.

”Trayek tumpang tindih yang disampaikan oleh trayek 01, dalam waktu dekat akan ditertibkan, demikian halnya dengan penumpang tujuan pusat pasar dari luar kota, agar para taksi luar kota/ kabupaten menurunkan penumpangnya di Termial Sadabuan,” tegas Syahrizal.

Baca Juga :  Di Paluta Laka Lantas Nihil Selama Lebaran

Anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Syahrun Harahap, mengharapkan kepada Pemko agar keluhan para sopir angkot secepatnya disahuti, akibat adanya trayek yang tumpang tindih akan mengakibatkan semakin berkurangnya pendapatan sehari-hari para sopir.

”Harapan yang disampaikan para sopir agar disikapi lebih mendalam. Mereka sangat mengharapkan penertiban trayek yang tumpang tindih tersebut. Bila tidak ditertibkan itu namanya pencaplokan trayek, itukan sudah ada diatur masing-masing trayek,” pungkasnya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*