TRUK KAYU ASENG NAGA “RUSAK” JALAN KELAS III c MILIK PEMKO PADANGSIDIMPUAN

Sumber: www.infocoruption.wordpress.com (arsip – 2008)

Yang dapat hasilnya Pemkab Tapsel, Pemko gigit jari

*Dishub Tapsel “Plintat-Plintut” soal ketegasan dan Portal

Tapsel,

Truk Kayu milik Aseng Naga diduga biang penyebab anjloknya badan jalan yang berada antara perbatasan Kota Padangsidimpuan dengan Kabupaten Tapsel menuju arah Kecamatan Angkola Selatan d/h Siais . Badan Jalan tersebut tampak anjlok hampir memakan separoh badan jalan, demikian hasil investigasi Medan Pos di lokasi , Minggu (31/08).

Selain badan jalan yang anjlok, jalan sepanjang perbatasan antara Kota Padangsidimpuan dengan Kab. Tapsel juga terlihat banyak terjadi kerusakan badan jalan, hal ini dimungkinkan karena terjadinya kelebihan tonase dari truk pembawa kayu milik Aseng Naga yang setiap harinya lalu-lalang di atas badan jalan yang hanya dikategorikan kepada kelas IIIc. Sedangkan truk kayu tersebut rata-rata membawa kayu di atas tonase 10 Ton.

Ribut-ribut soal sidak Bupati Tapsel ke Simpang Palang Mosa Kamis (15/08) yang berhasil menangkap ribuan kayu tebangan baru . Pihak Dishub malah kocar-kacir “ambil muka” , buru-buru pasang portal yang dinilai tidak bersentuhan dengan antisipatisi penyelematan badan jalan karena kelebihan tonase jalan. Pasalnya, Portal yang dipasang malah dipasang berlawanan arah dengan jalan keluarnya truk kayu yang diduga langsung sebagai penyebab kerusakan badan jalan tersebut.

Seyogyanya Portal dipasang menghadap Siais agar truk kayu tidak lagi melewati badan jalan tersebut, karena jalan tersebut hanya masuk kategori kelas IIIc, namun pihak Dishub mengarahkan Portal tersebut menghadap Kota Padangsidimpuan dalam artian truk dari Padangsidimpuan tidak boleh masuk ke Siais, namun boleh hanya truk yang keluar dari Siais meski membawa ribuan kayu.

Baca Juga :  Pasaran Buah Relatif Stabil di Padangsidimpuan

Kadis Perhubungan yang dikonfirmasi Medan Pos mengatakan, pihak seperti buah Simalakama, jika peraturan ditegakkan salah, namun jika tidak ditegakkan salah juga, katanya tanpa diketahui siapa yang ditakutkannya jika menegakkan peraturan tersebut.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*