Truk Over Tonase Resahkan Warga Pantai Barat Madina

Sejumlah warga Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merasa diresahkan oleh banyaknya truk yang melintas dengan over tonase atau muatan yang melebihi standar. Akibatnya jalan lintas banyak yang rusak dan tak diperbaiki. Bahkan akibat seringnya truk besar yang lewat, kerap mengancam jiwa pejalan kaki.

Dari pantauan wartawan, Kamis (05/05/2011) jalan lintas provinsi di Pantai Barat, terlihat rusak mulai dari Kecamatan Panyabungan Selatan hingga menuju Kecamatan Batang Natal. Jalan lintas sepanjang puluhan kilometer ini sering dilewati truk besar dengan berbagai macam muatan. Ada yang membawa minyak dan sebagian lagi ada yang mengangkut kayu. Meski belum bisa dipastikan siapa pemiliknya, namun warga mengeluh atas kegiatan truk-truk ini

Imsaruddin (23) warga Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal kepada waratawan  menyebutkan, warga sering mengeluhkan kondisi jalan lintas yang telah lama rusak dan belum diperbaiki dan kerusakan jalan ini diperparah dengan masuknya truk-truk besar yang bermuatan melebihi tonase bahkan beratnya mencapai 25 ton. “Warga yakin penyebab rusaknya jalan ini adalah seringnya masuk truk yang over muatan akhirnya jalan hotmix ibarat jalan hutan saja,” sebut Imsar.

Dia juga menilai Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam hal ini tidak tegas dalam menjalankan peraturan sehingga warga yang menjadi korban. Dampaknya warga masyarakat sering mengalami longsor dan jalan rusak juga sering mengancam pengguna jalan kaki. ”Kami yang menjadi korban bang, mestinya pemerintah menindak truk-truk yang bermuatan lebih, tetapi kami nilai pemerintah tak tegas,” katanya.

Baca Juga :  Meriahkan HUT ke-62, Pemkab Tapsel Gelar Pameran Pembangunan

Jalan rusak parah terdapat di beberapa titik. Apabila datang dari pusat Panyabungan jalan rusak pertama kali ditemui di Panyabungan Selatan yakni di Desa Tanobato, kemudian dari Tanobato ke Kecamatan Batang Natal yakni sekitar 30 kilometer, terlihat jalan rusak parah dan lebar jalan juga hanya sekitar 5 meter. Kemudian apabila truk berpapasan dengan kendaraan lain, terpaksa harus ada yang mundur. Bukan hanya di kecamatan Batang Natal, jalan rusak ini juga banyak ditemukan di Kecamatan Sinunukan, dimana jalan yang baru terbuat dari tanah sering menjadi langganan macet apabila hujan karena truk yang lewat itu membuat jalan rusak.

Sementara itu, Ketua Pergerakan Mahasiswa Peduli Madina Aswan Lubis, mahasiswa asal Pantai Barat kepada wartawan mengatakan, Pemprov Sumut harus segera mengatasi kondisi ini karena jalan lintas puluhan kilometer ini kondisinya sangat memprihatinkan. ”Sudah lama warga menginginkan ketegasan dari pemerintah karena setiap hari warga jadi sibuk mengerjakan jalan yang sering menimbulkan macet karena rusak dilewati truk over muatan, warga prihatin kepada pengguna jalan lain,” sebut Aswan seraya mengatakan bahwa masyarakat dalam waktu dekat kalau tak ada tindakan dari pemerintah akan turun ke jalan dengan melakukan sweeping terhadap truk-truk over tonase tersebut.

Sementara itu, Bupati Madina Aspan Sofian Batubara melalui Kabag Humas M Taufik Lubis saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, Pemkab Madina telah sering merazia truk-truk bermuatan melebihi tonase, tetapi hingga saat ini truk tersebut terus beroperasi dan tetap lewat jalan itu. “Pemkab Madina telah berulang kami mengingatkan para supir truk supaya mengurangi muatannya, karena sesuai peraturan standar muatan yang diperbolehkan hanyalah maksimal 12 ton, namun yang sering lewat banyak yang di atas 20 ton, artinya kita telah berupaya,” kata Taufik.

Baca Juga :  Desember, 101 Desa Di Paluta Serentak Gelar Pilkades

Dia menambahkan, Pemkab Madina telah beberapa kali berkoordinasi dan menyurati Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Bina Marga Sumut, tetapi Pemprov Sumut belum juga melakukan tindakan tegas sehingga truk over tonase ini terus lewat. “Kita telah sering surati Pemprov Sumut namun belum ada tindakan tegas, itu kan jalan provinsi dan Pemkab Madina tak tinggal diam,” ujarnya mengakhiri. (BS-026) (beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*