TSK “KORUPSI” Rp.34 MILYAR PEMKO PADANGSIDIMPUAN MASUK BUI

%name TSK “KORUPSI” Rp.34 MILYAR PEMKO PADANGSIDIMPUAN MASUK BUISumber: www.infocoruptiuon.wordpress.com

*Siapa Yang menyusul?

*Bagaimana dengan Walikota Padangsidimpuan selaku kuasa Pengguna Anggaran?

Padangsidimpuan (Info)

Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan, akhirnya melakukan penahanan terhadap 2 orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi dana APBD Kota Padangsidimpuan antara Tahun Anggaran 2004 dan 2005-2006 pada Senin (20/10). Kedua orang tersangka tersebut Kholid Daulay dan Pane Hasibuan masing-masing pernah menjabat sebagai Kabag Keuangan di Sekretariat Daerah Kota Padangsidimpuan.

Kepala Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan Indra Syah Johan Nasution SH, yang dikonfirmasi wartawan (21/10) melalui Kasi Intelijen Nazar Makmur Harahap SH, MM didamping Kasi Pidsus Ichwan Effendi SH, mengatakan bahwa, tersangka Kholid Daulay dan Pane Hasibuan resmi ditahan dan sekarang dititipkan di Rutan Salambue. Penahanan terhadap tersangka dilakukan guna penyidikan lanjutan.

Kasi Intel Nazar Makmur SH,MM lebih lanjut menjelaskan bahwa pihak Kejaksaan Negeri padangsidimpuan sudah menetapkan dua tersangka awal dan tidak tertutup kemungkinan didalam penyidikan lanjutan tersangka akan bertambah. Kasus dugaan tindak pidana korupsi APBD 2005 dan 2006 ini, terungkap berdasarkan hasil temuan BPK-RI, dimana ditemukan dana sekitar 34 Milyar tidak bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya oleh Pemko Padangsidimpuan. Namun setelah Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan melakukan pemeriksaan secara marathon dan hanya sekitar Rp.8,5 Milyar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dilanjutkan Kasi Intel bahwa pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi dana APBD Kota Padangsidimpuan Tahun Anggaran 2005 dan 2006 ini memakan waktu agak lama, karena semua instansi dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangannya. Ujarnya.

Namun yang jadi pertanyaan adalah apakah penahanan kedua TSK (tersangka-red) di atas , merupakan pelaku “korupsi” APBD Kota Padangsidimpuan Tahun anggaran 2004 atau 2005-2006 yang disadur dari hasil temuan tim auditor BPK-RI?

Yang jelas Kasi Intel Kejari Padangsidimpuan belum dapat memberikan komentar seputar Tahun Anggaran yang mana kedua TSK tersebut di atas melakukan dugaan korupsi, demikian hasil konfirmasi melalui selular.

Pertanyaan kedua yakni, bagaimana dengan pertanggungjawaban dari walikota Padangsidimpuan Drs.Zulkarnaen Nasution,MM selaku Kuasa Penuh Pengguna Anggaran? Apakah beliau tidak terjerat pasal korupsi?

Secara logis untuk mencairkan uang yang diambil oleh Bendaharawan Umum (UUDP) dan Kas daerah dari rekening Kepala Daerah, haruslah terlebih dahulu mendapatkan licensi legal dari pemilik rekening dengan membubuhkan tandatangan ke cek maupun Giro.

Sebelum memberikan licensi tandatangan, apakah Walikota Padangsidimpuan tidak melakukan verifikasi peruntukan penggunaan dana tersebut? Nah, disinilah letak kejelian seorang kuasa penuh pengguna anggaran , jika lalai atau pura-pura lalai, maka hotel prodeo mestinya memanjang hidungnya untuk mencium orang yang lalai itu apakah layak menginap di sana atau tidak, tergantung…ya…? (*****)

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google TSK “KORUPSI” Rp.34 MILYAR PEMKO PADANGSIDIMPUAN MASUK BUIfacebook TSK “KORUPSI” Rp.34 MILYAR PEMKO PADANGSIDIMPUAN MASUK BUItwitter TSK “KORUPSI” Rp.34 MILYAR PEMKO PADANGSIDIMPUAN MASUK BUIlinkedin TSK “KORUPSI” Rp.34 MILYAR PEMKO PADANGSIDIMPUAN MASUK BUIemail TSK “KORUPSI” Rp.34 MILYAR PEMKO PADANGSIDIMPUAN MASUK BUIprint TSK “KORUPSI” Rp.34 MILYAR PEMKO PADANGSIDIMPUAN MASUK BUI

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*