Tsunami Mentawai 112 Tewas, 502 Orang Hilang

6790313de6ab148afdbfddcf7bf9ee8e5a353d0 Tsunami Mentawai 112 Tewas, 502 Orang Hilang
Korban gempa 7,2 SR diikuti tsunami yang melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Selasa (26/10) sebanyak 112 orang.

Jumlah korban akibat gempa 7,2 SR diikuti tsunami yang melanda Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, hingga Selasa malam, bertambah menjadi 112 orang. Data jumlah korban itu terungkap dalam rapat koordinasi penanggulangan gempa dan tsunami Mentawai, dipimpin Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan dihadiri Bupati Mentawai, Edison di Padang, Selasa malam. Sedangkan jumlah warga yang dilaporkan hilang mencapai 502 orang, sedangkan yang mengungsi mencapai ribuan orang.

Upaya pengiriman bantuan ke lokasi bencana masih terkendala cuaca buruk di periaran laut Mentawai, namun telah berangkat satu kapal membawa bantuan dan relawan serta tim medis.

Sementara itu, Pakar Gempa dari Universitas Andalas, Dr Badrul Mustapa Kemal mengatakan, Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter yang mengguncang Sumatera Barat, telah memicu tsunami setinggi dua meter di pulau Mentawai. “Tsunami setinggi dua meter yang terjadi itu antara lain ditandai dengan ada perahu nelayan yang tersangkut di darat. Informasi tersebut berasal dari pemantau Relawan Australia, Counterpart (mitra) Sucopindo,” kata Badrul di Padang, Selasa.

Awalnya BMKG menyatakan gempat itu berpotensi tsunami, namun  25 menit kemudian lembaga ini merilis gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Sementara itu, guncangan gempa berlokasi pada 3.61 lintang selatan (SL)-99.93 Bujur Timur (BT) pada pusat 78 km barat daya Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumbar. Dan 174 km Barat Daya Mukomuko-Bengkulu, 817 km Barat Laut Jakarta.

Baca Juga :  Hebat... Film Animasi Karya Siswa SMK Diputar di 34 Bioskop!

Menurut Badrul, jika tsunami yang terjadi akibat gempa yang bersumber dekat palung laut di Samudera Hindia itu besar, maka tentu akan sampai ke Padang. Badrul berharap gempa 7,2 SR itu adalah gempa utama dan bukan gempa pendahuluan.

“Jika gempa 7,2 SR merupakan gempa pendahuluan, kemungkinan tentu akan guncangannya akan terjadi lebih besar lagi,” katanya. Dia meminta masyarakat tidak terlalu takut dan tidak perlu libur bekerja atau sekolah.

Badrul menjelaskan, posisi blok gempa  Senin malam itu berada sama dengan gempa yang terjadi pada 12 September 2007 di Pagai, Kepulauan Mentawai dengan guncangan 8,4 SR.

“Berkemungkinan gempa 7,2 SR pada Senin malam itu adalah energi gempa yang tersisa pada gempa 12 September 2007 itu,” katanya Sedangkan gempa berkekuatan 7,9 SR pada 30 September 2009 posisi bloknya lain lagi.

Badrul membagi posisi gempa di Sumbar pada dua blok yaitu sekitar Pulau Siberut dan Pulau Pagai.

Gempa 30 September 2010 berlokasi di Pulau Siberut, sedangkan 25 Oktober 2010 (12 September 2007) di blok Pulau Pagai. Badrul mengatakan, pakar LIPI telah memperkirakan gempa Sumbar akan terjadi lagi akan tetapi tidak bisa diprediksi berpotensi tsunami, namun tetap tergantung lokasinya.

“Katakan saja energi gempa itu masih ada dan terjadi di Pulau siberut, jika tidak ada tsunami tetapi Siberutnya hancur,” katanya. Dia menatakan ssejumlah kejadian gempa di Sumbar itu telah membuat heran kalangan pakar gempa di Indonesia.

Baca Juga :  Gajah Sumatera Terancam Punah, UGM Undang Para Pawang

Sumber: http://metrosiantar.com/Berita_Foto/Tsunami_Mentawai_112_Tewas_502_Orang_Hilang_

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*