Tsunami Mentawai – Korban Tewas 108, Hilang 502 Orang

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalop) Penanggulangan Bencana Sumatera Barat (Sumbar) telah menerima laporan korban tewas sebanyak 80 orang yang sudah ditemukan hingga Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB.

0328578620X310 Tsunami Mentawai Korban Tewas 108, Hilang 502 Orang
Foto : Ilustrasi

Data yang dihimpun pada Pusdalop PB Sumbar, Selasa (26/10/2010) malam, masih tercatat 107 warga yang diduga hilang dan sekitar 645 masih berada di pengungsian.

Perkembangan data korban tewas yang ditemukan masih simpang siur, sisi lain Ketua DPRD Mentawai Hendri Dori menginformasikan, sudah ditemukan korban tewas sebanyak 108 dan diduga hilang sebanyak 502 orang.

Kepala Badan Panggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar Harmensyah mengatakan, pihaknya menerima laporan sementara dari Posko Ronda Sikakap dan telah ditemukan sebanyak 80 orang jasad dan 107 masih diduga hilang.

Sementara kerusakan akibat gempa dan tsunami, berdasarkan data sementara, sudah sebanyak 100 unit rumah warga rusak berat dan rusak sedang.

Pencarian terhadap korban yang hilang terus dilakukan oleh tim gabungan di titik yang diduga terkena dampak bencana tsunami. Selain itu, BPBD Sumbar sudah mengirimkan logistik serta tim SAR dan PMI ke Mentawai.

Harmesyah mengatakan, pengiriman tim dan logistik dihadapkan dengan cuaca buruk sehingga cukup berhati-hati untuk melakukan pelayaran.

“Kita berharap tim dan logistik yang sudah dikirimkan Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB bisa sampai ke Mentawai pada Rabu pagi nanti,” katanya.

Baca Juga :  Intata, Pulau Tak Berpenghuni nan Memukau di Utara Indonesia

Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter (SR), lokasi gempa berada pada 3.61 Lintang Selatan (SL) dan 99.93 Bujur Timur (BT) pada pusat 78 km barat daya Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumbar, telah menimbulkan tsunami dengan ketinggian 1 sampai 3 meter.

Sumber : http://regional.kompas.com/read/2010/10/26/2052364/Korban.Tewas.108..Hilang.502.Orang-4

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*