Tsunami Mentawai – Masa Tanggap Darurat Diperpanjang

1241113620X310 Tsunami Mentawai Masa Tanggap Darurat Diperpanjang
Serka Ismanto dan Winarko anggota TNI-AD mengevakuasi Yeses, warga Kampung Tumalei, Desa Silabu Kecamatan Saumanganya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, menggunakan helikopter MI 17, Minggu (31/10/2010). Yeses salah satu korban luka berat di kepala dan punggung yang belum mendapatkan tindakan medis.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan, masa tanggap darurat Mentawai yang berakhir pada Senin ini diperpanjang dua minggu lagi.

“Setelah rencana induk tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi selesai pada minggu pertama Desember, tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi itu bisa dijalankan pada awal 2011,” kata Armida saat memberikan keterangan pers di kantor Wapres, Senin (8/11/2010). Dalam jumpa pers itu, Armida didampingi Sekretaris Utama BNPB Fatchul Hadi.

Menurut Armida, belajar dari pengalaman gempa dan tsunami lalu, maka lokasi permukiman penduduk akan dijauhkan dari bibir pantai antara 2,5 dan 3 kilometer. Lokasi permukiman juga ditinggikan 15 meter di atas daratan.

“Opsi lainnya, di luar permukiman baru atau akan dibangun escape building di ketinggian 20 meter, yaitu jika terjadi tsunami, penduduk mengamankan diri dulu ke escape building dan setelah aman baru kembali ke permukimannya,” urai Armida.

Armida menambahkan, berdasarkan laporan Menteri Keuangan Agus Martowardojo, sisa dana cadangan penanggulangan bencana di APBN-P 2010 tercatat tinggal Rp 1 triliun lebih dari sebelumnya Rp 4 triliun.

Adapun Menteri Sosial Salim Segaf Al’Jufrie mengatakan, dana yang diperkirakan untuk tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi Mentawai mencapai Rp 200 miliar. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Dahlan: Merpati Tidak Tutup Selamanya

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*