Tsunami Terjadi di Pulau Pagai, Warga Masih Mengungsi di Bukit

Gempa 7,2 skala Richter yang mengguncang Pulau Pagai Selatan di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pukul 21:42:25 WIB Senin (25/10), ternyata menimbulkan tsunami, meski hanya 1 hingga 1,5 meter.

“Saya baru pulang dari pengungsian di dekat bukit, banyak warga yang mengungsi karena beberapa saat setelah gempa tiba-tiba laut yang sedang pasang surut naik hingga masuk ke rumah-rumah penduduk, sekitar 200 rumah warga yang berada di pantai dimasuki air laut setinggi 1 hingga 1,2 meter,” kata Supri Lindra, 30 tahun, warga Desa Sikakap, Pulau Pagai Utara melalui telepon, Selasa (26/10).

Ia mengatakan aktivitas warga saat ini lumpuh, pasar tidak buka karena toko-toko terendam air, peralatan rumah warga juga terendam air. Warga Sikakap hingga kini sejak gempa semalam masih mengungsi di perbukitan di pondok darurat yang mereka dirikan setahun lalu untuk tempat pengungsian. Namun sebagian warga pagi ini, kata Supri, pulang ke rumah dan mulai membersihkan rumah mereka.

“Mau dibilang tsunami tidak juga karena seperti air pasang, tiba-tiba air datang merendam rumah, lamanya sekitar 15 menit, tidak ada korban jiwa karena warga yang di pantai sudah menyingkir ketika gempa terjadi,” kata Supri Lindra.

Satu rumah miliki Ucok, 37 tahun, yang berisi dua keluarga hancur. Rumah dari kayu itu dibawa ketika gelombang surut. Kini Ucok mengungsi di sebuah mesjid jauh dari pantai.

Baca Juga :  Komandan Organisasi Papua Merdeka Tewas Ditembak Anggota TNI

Kampung terdekat dengan sumber gempa adalah Desa Sinakak, Bulasat, dan Malakopak di pantai barat Pagai Selatan. Belum ada informasi detil dari lokasi itu.

Kepala Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat Ade Edward mengatakan, sudah mendapat laporan adanya tsunami di Pagai. Ia juga mendapat laporan satu rumah rusak.

“Gempa semalam menimbulkan tsunami 1 meter hingga 1,5 meter dan tergantung kontur daerah ada yang masuk ke darat 600 meter hingga 200 meter, di Malakoppak sampai 600 meter, tapi tidak ada korban jiwa ,tsunami datang dengan cepat, hanya beberapa saat setelah gempa,”kata Ade Edward.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/10/26/brk,20101026-287207,id.html

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*