Tunggangi Poldasu untuk Ingkari Hak Tanah Rakyat dalam areal Konsesi : PT. Toba Pulp Lestari Kangkangi Surat Bupati Tapsel

Angkola Timur, Keserakahan management IUPHHK-HT Pt. Toba Pulp Lestari (TPL) melawan hukum dengan praktek kejahatan menjarah, menyerobot dan mencaplok tanah hak milik rakyat di Kabupaten Tapsel khususnya di Kecamatan Angkola Timur dan Sipirok beberapa tahun terakhir semakin menjadi-jadi. Penyidikan Polres Tapsel menindaklanjuti pengaduan rakyat petani dilawan TPL anggar Polda Sumut. Bahkan Surat perintah Bupati Tapsel agar segera mengajukan permohonan pengukuran tatabatas guna menyelesaikan konflik dengan m asyarakat, sama sekali tidak diperdulikan TPL. Malah beberapa aktifis advokasi rakyat coba dikriminalisasi bdengan cara merekayasa kasus palsu bersama Direktorat Reskrimsus Polda Sumut.

Awal kejadian bermula ketika pada tgl. 4 Agustus 2012 M. Amin Siregar seorang rakyat petani didukung kelompok tani di desa Pargarutan Dolok mengadukan TPL yang ketahuan menjarah tanah warissan miliknya serta mencuri kayu di atas tanahnya. Dalam pengaduan Amin Siregar tsb tercantum saksi-mahkota 2 aktifis lsm ALARM, AR Morniff serta Randy Maradholly.

Dalam proses penyidikan Polres Tapsel, BPKH Wil-II Sumut dalam suratnya No. S.1275/VII/BPKHJ-I-2/2012 memberi penegasan bahwa sesuai Permenhut No. P.19/2011 dan No. P.50/2011 menjadi kewenangan Bupati Tapsel selaku Ketua Panitia tatabatas untuk memutuskjan perkara sengketa tanah antara TPL dengan masyarakat.

Proses hukum berlanjut dengan 2 surat desakan Kapolres Tapsel ke Bupati, sehingga akhirnya Pemkab Tapsel menerbitkan Surat perihal Tatabatas areal IUPHHK-HT No. 522/498/2013 tanggal 25 Januari 2013.

Namun TPL coba lakukan perlawanan dengan mengadukan aktifis lsm ALARM, AR Morniff ke Polres Tapsel. Sat Reskrim Polres Tapsel lalu pada Selasa 23 Oktober 2013 lakukan Gelar-perkara mengkonfrontir management TPL Sektor Tapsel-Padangsidimpuan dengan aktifis ALARM. Ternyata management TPL dpp sektor manager James Tampubolon kalah dasar hukum dan bukti hukum, sehingga pengaduan TPL ditolak.

Pengaduan palsu
Namun pihak TPL degil melanjutkan pengaduan sama ke Poldasu dengan surat No. 133/TPL/MDN/X/12 diteken Direkjtur Juanda Panjaitan. Dir Reskrimsus Poldasu, Komber Sadono Budi Nugroho tanpa klarifikasi secara gegabah langsung telan mentah-mentah pengaduan palsu TPL yang memutar-balik fakta hukum dan membuat Surat Perintah Penyidikan No. SP-Sidik/80/XI/2012/Ditreskrimsus.

Baca Juga :  Pedagang Dihimbau Untuk Tetap Mempergunakan Uang Logam Pecahan Rp. 100 dan Rp. 200 Tahun Emisi 2005 Ke atas

Pada awalnya penyidikan Reskrimsus Poldasu terlihat seret, namun setelah munculnya Surat Pemkab Tapsel yang disertai penegasan Plt Kadishut Tapsel bahwa sebelum Tatabatas TPL dengan tanah-tanah masyarakat selesai, semua operasional TPL baik penanaman dan penebangan tidak dilayani, ujungnya pihak TPL lebih memilih sikap tiarap.

Menurut aktifis ALARM, AR Morniff, “Jika Panitia tatabatas Kabupaten bekerja sesuai aturan Permenhut No. P.47/2010, No. P.19/2011, No. P.50/2011 dan No. P.44/2012 yang jelas tegas mengatur dan mewajibkan semua tanah masyarakat baik yag telah memiliki surat sah sebelum areal tsb dituinjuk menjadi kawasan hutan pada TGHK 1982 dan atau ada bukti pisik beruoa sawah, kebun, pemukiman, pemakaman dan fasilitas sosial lain, maka diakui dan dikeluarkan dari dari kawasan hutan (enclave), maka konsekwensinya dari 28.000 Ha luas areal konsesi TPL di Tapsel menurut Peta izin HPHTI Indorayon No. 493/Kpts-II/1992 setelah proses Penataan batas dengan meng-enclave tanah masyarakat, akan menciut paling tersisa sekitar 5.000 Ha”.

AR Morniff kemudian memaparkan fakta, karena dirinya dituduh TPL sebagai provokator yang mendorong masyarakat pemilik tanah menuntut penegakan hukum dan peraturan kehutanan, TPL belakangan diduga keras justru menggiring Reskrimsus Poldasu untuk merekayasa kiriminalisasi terhadap dirinya.

Disebut Morniff, sejumlah tanah masyarakat memiliki surat sah sesuai Pemen Agraria No. 2/1962 dan diakui sejumlah Permenhut, yang dikelolanya bersama masyarakat, dimanipulasi TPL berkolusi dengan Reskrimsus Poldasu seolah pencurian di areal konsesi TPL. Sehingga pada tgl 29 April 2013 Dir. Reskrimsus Poldasu teken Surat No. S.Pgl/638/IV/2013/Reskrimsus menetapkan AR Morniff sebagai Tersangka dari pengaduan TPL.

Morniff malah menertawai kecerobohan surat Dir Reskrimsus Poldasu tsb. “Ini namanya ular cari pukul, tanpa buat kajian hukum dan klarifikasi ke instansi kehutanan, Reskrimsus mau dicekoki TPL dengan rekayasa pengaduan palsu yang memutar-balik fakta dan aturan hukum kehutanan. Dalih TPL TPL mengakui areal tanah masyarakat sebagai konsesinya dengan kangkangi sejumlah Permenhut, adalah SK Menhut Noi. 493/1992, padahal SK tsb masih berstatus Penunjukan yang mengacu pada Putusan Mahkamah Konstitusi No. 45/2010 tidak punya kekuatan hukum mengikat. Semestinya TPL akuti tahapan penataan batas berlanjut pengukuhan tatabatas oleh Menhut, baru areal yang telah dikukuhkan tatabatasnya tsb berkekuatan hukum”, ketus Morniff.

Baca Juga :  Ilmu Pengetahuan: Lidah Api Matahari

Terakhir Morniff menegaskan, :jika beginilah kampungannya gaya kolusi TPL bersama Reskrimsus Poldasu, perlu mereka diadukan sebagai telah bersekongkol merekayasa manipulasi perkara palsu memutarbalik fakta dan aturan hukum”. (Alarm)

graphic1 Tunggangi Poldasu untuk Ingkari Hak Tanah Rakyat dalam areal Konsesi : PT. Toba Pulp Lestari Kangkangi Surat Bupati Tapsel
Laporan Pengaduan (LP) Amin Siregar sebut AR Morniff sebagai saksi
graphic2 Tunggangi Poldasu untuk Ingkari Hak Tanah Rakyat dalam areal Konsesi : PT. Toba Pulp Lestari Kangkangi Surat Bupati Tapsel
Laporan Pengaduan (LP) Amin Siregar sebut AR Morniff sebagai saksi
graphic3 Tunggangi Poldasu untuk Ingkari Hak Tanah Rakyat dalam areal Konsesi : PT. Toba Pulp Lestari Kangkangi Surat Bupati Tapsel
Surat Pemkab Tapsel yang dikangkangi Pt. TPL.
graphic4 Tunggangi Poldasu untuk Ingkari Hak Tanah Rakyat dalam areal Konsesi : PT. Toba Pulp Lestari Kangkangi Surat Bupati Tapsel
Surat kriminalisasi Reskrimsus disponsori TPL
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

54 Komentar

  1. Hasil Akhir dari Jakarta bahwa Kompolnas akan segera berkunjung ke Sumut lokasi HPHTI TPL untuk melihat kebiadapan TPL menyengsarakan rakyat Tapanuli khususnya.

  2. mana biang – biang anjing – anjing TP INDORAYON pimpinan si Chairuddin Pasaribu cs katanya asal dari Tapsel……………

    Bela yang benar, jangan kau bela yang salah. Mau mengganggu Mornif dkk…….hadapi kami dulu dari KSPPM di Tele.

  3. Al Fahmy. Emang benar nama samaran muhamad rossi IQ jongkok telat mikir. Yg kasi izin TPL 1992 Hasrul Harahap menterinya Suharto bukan SBY.

  4. hey pake nama samaran muhammad rossi dan juara siregar ,, kalau memang anda anda itu berani tunjukan nama asli mu ,, yang bodoh dan tidak pake otak itu ya anda -anda …kenapa sok ngomong sperti itu ?? anda anda ini tahu apa mengenai permasalahan ini ,, menurut saya orang sperti pak morniif ini sudah berani dan hebat untuk melawan perusahaan seperti TPL yang punya banyak deking dan dana ,, kalau cuma di banding kan dengan anda-anda ini yang cuma tukang comment yang numpang lewat saja dan itupun cuma pake nama palsu alias samaran saya rasa anda-anda itu cuma katak dibawah tempurung yang bising terus.. sae horas ma hita laeee !!!!!

  5. mornif lagi…..morniff lagi…….
    bodoh x lah si morniff ama pihak TPL ini,
    kalo terus2 begini, Polisi yang senang. habis la uang kalian tu karena saling mengadukan
    kerjasama la kalian bodok
    supaya gigit jari pihak kepolisian
    ga sadar kalian udah jadi bank berjalan dibuat pihak kepolisian????
    morniff, gda artinya kau adukan PT. TPL ke SBY karena ijin mereka dari Menhut yang adalah menterinya presiden
    Pisssss………..

  6. Tanggapan pro Interupsi Juara Siregar:
    (1) Berfikir teoritis text book thinking out of context, Juara Siregar memang benar. Namun dalam context SDM plus militansi, hingga kini belum ada nampak di Tapsel figur publik alternatif baik formal maupun non formal yg punya kapasitas, integritas serta kepedulian terhadap kejahatan Toba Pulp Lestari (TPL) di Angkola Timur. Wakil Rakyat Tapsel tertinggi politisi Ketua DPRD Rahmat Nasution beserta 44 Anggotanya dari berbagai Parpol juga tak memiliki intelegensi, intelektualitas secara komprehensif tentang aspek hukum konflik TPL di Angkola Timur. Sombong? Jangan keburu emosi, itu FAKTA !
    (2) Menghadapi abuse of power polisi di Tapsel, dalam sejarahnya cuma saya yg pernah di Thn 2005 buat 2 X aksi demo kerahkan massa mahasiswa IMA Tapsel d ibeberapa Perguruan Tinggi di Medan (kecuali IMA Tapsel elite di USU emoh ikut) protes ke Mapoldasu. Tokoh Tapsel lainnya? Tanya saja mereka, apa yg sudah diperbuat.
    (3) Secara hukum pidana, tidak bisa pihak yg sudah jadi Tersangka dan proses hukum berjalan lalu beberapa bulan kemudian si Tersangka balik mengadukan Pelapor. Harus ada duluan kepastian hukum dalam perkara pengaduan pertama si Pelapor, baru setelah si Tersangka yg dinyatakan tidak bersalah, bisa balik mengadu.
    (4) TPL masih berstatus Tersangka di Polres Tapsel sejak Agustus 2012, malah mengadukan kasus identik di TKP overlap ke Poldasu Oktober 2012. Pengaduan saya macet di Polres Tapsel dan pengaduan TPL hal sama jalan di Poldasu. Apa bisa proses hukum pidana seperti itu? Pengaduan si Pelapor macet tanpa alasan hukum yg jelas, dan tanpa dasar hukum yg jelas si Tersangka dirobah polisi jadi Pelapor. Tak perlu repot sampai ke SBY, cukup demo Wisynu AS tuntut dia tindak Dit Reskrimsus yg sudah menjungkir-balikkan prosedur dan mekanisme penyidikan pidana.
    Yg jelas dan pasti, membendung kejahatan TPL, rakyat petani di Angkola Timur nggak butuh NATO: No Action Talk Only ! Ada yg mau dan mamu pnggak ?

  7. Pak Juara Siregar menawarkan solusi. Bukan mengeruhkan suasana debat. Hebat. Patut dipertimbangkan para pemikir dan aktivis.

  8. INTERUPSI
    Maaf. Semua komentar out of context. Gak ada gunanya komentar, apalagi pakai bahasa vulgar. Kalau mau bela Mornif, bentuklah Komunitas Pro-Morniff (KPM). Pelajari semua persoalan. Pengaduan Mornif (Amin) yang kandas di Polres. Pengaduan TPL yang jalan di Polda. Lalu buat kesimpulan. Buatkan petisi. Sampaikan ke SBY. Pergi beberapa orang saja. Kan ada anggota DPR asal tapsel. Minta tolong-lah untuk bertemu SBY. Kalau tidak direspons, beberkan semua fakta di Istana. Pers meliput. Hebat, kan?

    Tetapi, jangan kalian biarkan Morniff mengabaikan Polda. Antar dia kesana. Rame-rame. Jaminkan agar tidak ditangkap dan ditahan. Kalau ditahan-paksa, rame-ramelah minta penangguhan. Bila perlu ke Kapolri. Dan, yang terpenting pastikan morniff bisa mempertahankan argumennya di PN ketika sidang berlangsung. Tidak masalah dia jadi terdakwa. Toh, ketika semua tuduhan dan dakwaan secara meyakinkan dia patahkan, dia akan bebas, dan menjadi hero. Ini baru hebat.

    Ada yang berani? Action-lah!

  9. SATU-SATUNYA CARA menghancurkan kebiadapan TPL Indorayon adalah demonstrasi besar2 seperti dulu tahun 1998 s/d 2003 di taput dulu.bakar TPL ………..bakar TPL

    NGAK JERA-JERA JUGA KAU JUANDA PANJAITAN MEMENJARAKAN orang benar ya…

  10. Taik kau amin lubis.jack marpaung sama siapapun pembela TPL Indorayon………taik kalian semua bela2 TPL Bangsat.

    Kami pro tutup TPL .Taik klian semua orang TPL, Karyawan TPL sama direktur dan humas TPL.Taik kalian semua.

    Siapa menyakiti mornif pembela kebenaran Tapsl hadapi saya.Rongit Marpaung, SH………

  11. Betul Kahanggi Nasrun, anakboru kita si Muh. Amin Siregar dari Pargarutan Dolok yang duluan adukan TPL ke polisi, maka secara keadilan hukum, TPL harus duluan jadi Terdakwa di Pengadilan. Jangan mau kita dibodohi Reskrimsus suruhan TPL. Polisi mesti jadi Penegak hukum, kalau polisi jadi Penunggang hukum, tunjang saja. Kalau si Amin Lubis jadi penjilat TPL, hina saja.

  12. Heh Amin Lubis, sudah dibilang tak usah kau usili urusan kampung orang, tak ada Huta marga Lubis di Angkola. Urus saja kasus Bupati Mandailing di KPK, itu kan tanah kampung leluhurmu. Dan camkan di benak picikmu, si Morniff dah dari dulu kami suruh bongkar semua aib busuk TPL dan Reskrimsus Poldasu. Situ baru kini ngoceh asal-bunyi. Dasar telat mikir kau !

  13. Heh Amin Lubis, dah dibilang tak usah usil urusan kampung orang, tak ada huta Lubis di Angkola. Urusan aja kasus Bupati Mandailing, itu kan tanah leluhurmu. Dan camkan di benak picikmu, si Mornip dah duluan kami suruh buka iab TPL dan Reskrimsus Poldasu, situ baru kini asal-bunyi. Dasar telat mikir kau !

  14. makin panik kalian semestinya ungkapan ini disclaimer….satu kata saja bung, hadapi hukum dengan tenang, buka aib tpl semua dan kesalahan polres dan polda kalau memang ada. mudah kan ? jangan panik …. maju terus pantang mundurrrr…..

  15. Memang udah kami suruh si Mornip maju terus bongkar semua busuk Toba Pulp Lestari. Tuntutan kami jelas tegas, TPL harus duluan jadi Terdakwa di Pengadilan. Dan laporkan oknum Poldasu yg otak ootor otakatik perkara. Tapsel bukan tanah jajahan , gerombolanJack Marpaung, Akal waras, Amin Lubis tak usah mimpi sukses jadi bodat TPL

  16. begitu kalapnya mornif group sehingga isi otak aslinya keluar… ah… jangan-jangan bisnismu terganggu rupanya ya. katanya PEMBELA RAKYAT SAMPAI MATI…. kog takut menghadapi hukum yang belum tentu terbukti kebenarannya ??? hadapi saja, yakin benar majuuuuuu terus pantang mundur…..

  17. arogan humas dan direktur TPL Indorayon semenamena sama warga dari dulu sampai sekarang……. kamiperingatkan kalian semua TPL ….. hati-hati

  18. taik kau Jack Marpaung nama samaran , berapa kau dibayar membekap TPL di Tapsel…………kalau kau jago tunjukkkan nyalimu kita jumpa di silakkitang sipoholon tarutung, asa marsitandaan hita…….. bangsat kau sama TPL mu itu……………..

  19. taik kau akal waras………………….. , kalau kau jago dimana kita jumpa……………. kujumpaipun kau , bila penting bawa si tagor manik atau sekaliandirekturmu itu si juanda sama si khairuddin pasaribumu itu…………. bangsat kalian semua sok jagoan , mau hukum rimba kayaknya permintaanmu

  20. taik kau Jack Marpaung nama samaran , berapa kau dibayar membekap TPL di Tapsel…………kalau kau jago tunjukkkan nyalimu kita jumpa di silakkitang sipoholon tarutung, asa marsitandaan hita…….. bangsat kau sama TPL mu itu……………..

  21. Hee Marpaung horbo oto, duluan rakyat petani Angkola Timur anggota kelompok tani Simatoktong, Amin Siregar –dgn saksi-mahkota si Morniff– adukan Toba Pulp Lestari ke Polres Tapsel, 4 Agustus 2012 dan proses hukum dah brrjalan. Baru 2 bln kemudian Toba Pulp Lestari adukan si Morniff. Faktanya pengaduan si Amin macet, sementara pengaduan Toba Pulp Lestari dilanjut. Mestinya Toba Pulp duluan jadi Terdakwa, ini gara-garaotak-atik Reskrimsus si Morniif pula mau duluan jadi terdakwa. Penerapan hukum model apa ini? Hukum seenak selera perut Toba Pulp Lestari dan munvungmu yg dicekokkan ke benak kotor Reskrimsus? Yg kau sangka di Tapsel konglomerat bisa merajalela tindas rakyat? Klu gitu isi otakmu, bagusan hambus kau dari Tapsel.

  22. kenapa kalian kalap morniff jadi tersangka ? kalau dia tak terbukti ya bebas, dan bukalah aib polri dari polres sampai polda yang dituduh merekayasa kasus itu. belum bertempur kog takut, pengecut amat sih lu Mornif… gak sesuai apa yang kau koar-koar mulut besar mu selama ini. kau punya kronologis kasus atau alibi sedemikian rupa ….. tentu orangpun bebas menilai kronologis kasusmu itu dan nanti akan diuji kebenarannya. bodoh banget sih lu. jangan panas kau !

  23. si kunyuk ngaku nama “akal waras” ini sama dgn si Jack Marpaung gadungan, antek cecunguk Toba Pulp Lestari (TPL). Kami dari kelompok tani menegaskan sampai kini 1400 ton kayu tebangan liar TPL masih disandera masyarakat di Angkola Timur. Karena itu, seharusnya TPL yang jadi Terdakwa di persidangan. Butikan dulu TPL tak bersalah, berani kau kucing kurap?

  24. Isiregar…
    Mulutmu harimau mu…
    Kalau orang terpelajar dan mengerti masalah tidak seperti congor-congor kalian semua.
    Kalau merasahebat jangan kau hidup di negara ini.
    Emang negara ini punya bapak kau saraf kalian semua.
    Junjung hukum di negara ini. Kalau memang kalian tidak bersalah silahkan membela diri di persidangan. Jangan congor kalian saja yang mencuap-cuap disini seperti pantat ayam. Kalau tidak salah mengapa takut……

    Salam

    Akal Waras.

  25. baik di porsea, sektor tele,sektor p.sidempuan,sektor habinsaran,sektor simalungun dan siap -siap bergabung dengan masyarakat menutup TPL.

    Robin Sianturi yang humas di P.Sidempuan depresi dan bergabung dengan kawan lamanya Direktur Ridwan Sibuea…….. dan mereka mengakui bahwa Direktur TPL sekarang dan humas mengubah lahan konsesi menjadi milik pribadi seperti yang diinformasikan kawan2 anti TPL.

    SATUKAN Barisan hancurkan TPL INDORAYON….BAKAR

  26. Informasi yang bocor hari ini dari Kantor Uniland lantai 7 Medan bahwa Direktur TPL DAN STAFF , yaitu Juanda Panjaitan, Firman Purba,Tagor Manik, Leo Hutabarat akan bergerak menuju nsasaran yaitu menhut, dan dishutprovsu di medan dan jakarta untuk matimatian memperjuangkan konsesi TPL di Tapsel dan memenjaraklan Mornif Hutasuhut dkk.

    Informasi ini dari 2 orang TPL ,salah satu Direktur yang pindah dan sakit hati Ridwan Sibuea dan Robin Sianturi yang sudah pindah ke Kalimantan yang masih punya informan gelap

  27. Mohon ditindaklanjuti kasus tanah hutan negara yang diperjuyalbelikan oleh Direktur TPL dan Humas TPL ,informasi desa sihapashapas sihaporas, Kec.P.Sidamanik, Kab. Simalungun, seluas 50 ha hutan pinus

    jangan pernah menutupnutupi kejahatan TPL di Tapsel seperti yang mereka TPL lakukan di Pandumaan, sipitunihuta,Tele,Parlilitan sampai Tarabintang dan Pollung Kab. Humbahas.

    Mari informasi ini dicek dan ditindaklanjuti kebenarannnya oleh Menhut dan KPK.

  28. TPL ini sepertinya sangat arogan dan sombong. Tolong ditindaklanjuti kasus mafia tanah direktur TPL di aek nauli sihapashapas Sihaporas,kec.P.Sidamanik, Simalungun apalagi sampai menimbulkan polemik si Simalungun dan kawasan hutan lainnnya.

    Jangan pernah menutupnutupi kejahatan TPL di Tapsel juga di Pollung,Humbahas sampai parliliotan, tarabintang dan Tele.

    Mohon dilanjuti informasi ini sampai ke pusat Menhut dan KPK

  29. tAGOR MANIK DAN JUANDA PANJAITAN DAN FIRMAN PURBA………… ANTEK antek TPL INDORAYAON………… Juga batman ritonga,james tampubolon, chairuddin p[asaribu juga leo hutabarat.

    tolong jaga kalian …………….jangan sekalisekali lagi menyakiti rakyat……………………
    cukup kalian kami kasihani di Pandumaan kemarin.

    sekali lagi kalian macam-macam……….

    Salut untuk orangtua kami seperjuangan Mornif hUTASUHUT, Kami dari lokasi Tele,Pandumaan dan sipitunihuta. habiskan TPL

  30. Tapsel adalah kampung kami Tagor Manik dan Juanda panjaitan kutu busuk . tunggu aja kejatuhan TPL kalian akibat MENYENGSARAKAN Rakyat di Tapsel. Tutup TPL

    TUUUUUUUUUUUUUUUUUP TPL

  31. Kalian sepertinya paksa saya harus mwndukung yang benar.

    Mau apa anda-anda katakan tentang Bang Mornif Hutasuhut dkk, yang pasti 100% kami mendukung Beliau yang benar – benar membela kepentingan masyarakat Tapsel yang diperbudak oleh Bangsat PT.TOBA PULP LESTARI,TBK Alias INDORAYON.

    Semua ini ulah dari Tagor Manik, alamat depan brimob siantar humas TPL, jUANDA PANJAITAN Direktur TPL , Firman Purba Alumni IPB Bogor tukang peta konsesi TPL dalang dari pencaplokan tanah adat dan tanah warga di 8 kab. di Sumut dipaksa menjadi areal konsesi TPL.

    Hanya dimalungun sudah ada tatabatas, lainnnya termasuk Tapsel tidak ada penetapan tatabatas hanya adu kekuatan UANG TPL membeli dinas terkait dan keamanan negara.
    Direktur TPL yang terbukti mengubah tanah kawasan dan tanah warga menjadi milik pribadi tidak pernah digubris lagi, lokasinya di dusun sihapashapas, nagori Sihaporas,Kecamatan Pematang Sidamanik,Kab. Simalungun, jelas – jelas hutan konsesi diubah Humas dan Direktur TPL seluas 50 Ha lokasi pinus menjadi milik sendiri milik Tagor Manik dkk termasuk Juanda Panbjaitanm.
    inilah bukti nyata kebiadapan TPL di Simalungun dan di lokasi 8kab di. sumut menyerobot tanah negara dan memenjarakan warga setempat , pelakunya juanda panjaitan dan tagor manik.

    Tokoh direktur Cina TPL adalah kETUA apindo sUMUT Laksamana Adhyaksa si Cina Gendut yang memerintah si Tagor dan Juanda termasuk Firman Puba ini.

    Mari tutup dan habiskan TPL. SALAM HORMAT SAYA DKK untuk Kakanda M.Hutasuhut.

  32. Hee Jack Marpaung pengecut gadungan sembunyikan nama asli, kami kelompok tani terima untung dan si Morniff dapat untung, kok situ dengki? Kami bukan Nabi dan Morniff bukan malaikat, emangnya salah kami bersama berusaha cari dapat manfaat? Apa menurut Kau, cuma Toba Pulp Lestari yg boleh dapat untung dari SDA Tapsel? Siapa kau rupanya? Pro rakyat atau antek terompet konglomerat? Cuci otakmu dulu bah, kalau mau nompang hidup di Tapsel.

  33. Eh Syawah…. sabaludin, kau perhatikan dan amati si Morniff itu baik-baik, kau perhatikan siapa dia sebenarnya ? dia LSM yg memperjuangkan rakyat sipirok atau ada motif lain ? motif bisnis misalnya ! ( maaf ) kalau dia murni LSM for warga tertindas dan gak punya kepentingan patut didukung 10.0000000 % tapi kalau menyimpang dari situ ……bagaimana ? apa kau yakin ?

  34. Heran, cuma si Morniff sendiri yg mau bela hak tanah rakyat di Angkola Timur dan Sipirok, kok banyak orang sok pintar di Tapsel malah sibuk buat komentar angkat telor sama Toba Pulp Lestari? Tak ada lagi tokoh di Padangsidimpuan dan Sipirok yg masih punya akalbudi hatinurani dan tergerak utk membela tanah kami rakyat desa yg dijarah, diserobot, dicaplok Toba Pulp Lestari?

  35. Si Irwandi ini sarjana hukum apa ya? Hukum perdata, hukum pidana, hukum internasional atau apa? Si Morniff itu nampaknya mau juga kasus sampai ke persidangan, tapi kelihatannya mesti Toba Pulp Lestari yg jadi Tersangka dan Terdakwa. Fakta hukumnya, siapa yg berhak mengadu? dan Siapa yg mesti jadi Tesangka dan Terdakwa? Makanya karena di kampus si Irwandi belum ada mata kuliah hukum kehutanan, kamu belajar dulu baru ngoceh.

  36. Membuka fakta itu dipersidangan dengan bukti masing-masing, sekarang hukum rusak karena sebelum masuk ke pengadilan sudah terlebih dahulu disidangkan dengan pembentukan opini di media..

  37. gue juga …. uhuk… uhuk… uhuk… aja deh,,,gak mau ikutan ama Jack Marpaung GADUNGAN !!!

  38. Madung hu kirim pangaduan tu Kapolri lengkap paparan dasar hukum dohot bukti-bukti pagaduan ta. Painte ma sanga sapa i Admin “apakabarsidimpuan”, andigan diterbitkan copy pangaduan i dohot photo-photo na..

  39. Nanggo songoni da tulang Morniif… patakkas do posisimu aso bisa diboto halak sude, anggo sangoni do hobarmu bia ma halak manilai halak tulangu. denggan do hobari dan patakkas pade jadi ulang souzon halak tulang tu sude koresponden na …. sabotul na sidokkon ni tulang do mohon doanya saso takkas sude… b

  40. Terlambat komentarmu idiot, jadi ketua partai pun kau di Tapsel tapi status formal thok, eksistensimu kan cuma japurut na ro. Situasi berbalik, justru kini Reskrimsus yg mesti pertgjawabkan kinerjanya ke atasan. Orang dah duluan berbuat, kau baru belakangan mangap muncung. Once more, kecian deh loe idiot , ibarat kodok sibuk mendengkung telat mikir bingung lihat banteng hilir mudik.

  41. Yang pasti kau tersangka…. masalah itu rekayasa polri atau apalah namanya… berjuanglah kau membuka fakta yang sebenarnya, biar aparat Poldasu itu disikat habis semua oleh Mabes Polri. kog banyak kali cerita kau ? aku hanya membaca kau ditetapkan TERSANGKA ya… masa gak boleh bicara ? yang super oon kau atau pembaca sih ? jangan salah melulu cara berpikirmu Morniff. kau buat berita : ditetapkan mornif jadi TS, dikomentari oleh pembaca… angek pulak kau ? naif betul cara bepikir kau ! orang simpatik nengokkau, eh malah kau bilang orang tolol. heran betul

  42. Tolol atau antek penjilat TPL? Status Tsk oleh Dit Reskrimsus Poldasu adalah manipulasi perkara melanggar Peraturan Pemerintah No 2 Thn 2003 psl 6 uuruf k dan Peraturan Kapolri No. 14 Thn 2011 psl 14 huruf c. Sabar dulu antek, lihat nanti hasil pemeriksaan Div Propam, Div Kum, Itwasum Mabes Polri yg diawasi Komnas Ham dan LPSK. Sumut emang akronim sinis utk aparat, kasi uang merekayasa perkara. Tapi ingat, Indonesia yg atur Sumut, bukan sebaliknya. Nebeng aja kau sama Juanda dan Chairuddin jilat pantat Sukanto Tanoto.

  43. Murnif… lha kau kan ditetapkan sebagai tersangka …. kalau sudah tersangka akhirannya kan sidang, kecuali diatur-autur sedemikian rupa maka tak jadi sidang. Hadapi aja bung… gak usah sewot, kalau sidang pengadilan kan disitulah kau buka fakta yang menurutmu benar nanti hakim yang menilai fakta yang kau ungkap benar apa palsu. kog ngamuk sih pak ? santai sajalah bung mornif … buktikan semua apa penetapanmu sebagai tersangka adalah sebuah rekayasa polri.. jangan berperasangka buruk teruslah dengan komentar orang,

  44. barangkali ini adalah salah satu bentuk penegakan hukum yang selalu berpihak kepada yang bayar…. kehadiran korporat di daerah seringkali membuat rakyat kecil semakin tertindas dan melarat, suatu kenyataan yang kontradiktif dengan tujuan awal yg mulia

  45. Hee Jack Marpaung, kok situ sebut sidang? Apa situ bagian pihak yg terindikasi tabur fulus nafsu rekayasa sidang? Mengacu Peraturan Kapolri, komprador TPL yg layak disidang kode etik profesi! Klu emang hebat, sonoh observasi ke Angkola Timur, tanya rakyat, sipa patut disidang? Situlduk mata ni horbo, biar ketahuan situ simpatisan rakyat atau cuma suruhan konglomerat?

  46. entah siapa yang tunggangi… entah siapa yang salah dan entah siapa yang keji, jahat, licik, dan entah siapa pula yang panakko, penjarah …. disidang pasti ada adu argumen seru, saling buka bukti ! wait and see sajalah kita …….. selamat berjuang mas Murnif hutasuhut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*