Tunjangan Sertifikasi Guru PNS Kota Siantar 8 Bulan Mengendap di Disdik

Tunjangan sertifikasi guru PNS di lingkungan Disdik (Dinas Pendidikan) Kota Siantar tertahan di Disdik. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Penerima sertifikasi ini para guru biasa, kepala sekolah dan pengawas sekolah. Tunjangan ini mereka terima setiap bulannya, namun anehnya sejak Januari 2010 lalu, tunjangan ini tidak pernah dicairkan.

“Mulai bulan Juni kami sudah diperintahkan untuk melengkapi berkas. Nyatanya hingga sekaang proses berkas ke berkas saja. Hari ini disuruh melengkapi berkas ini, besok disuruh melengkapi berkas lain. Heran juga saya, kenapa tunjangan sertifkasi untuk PNS belum cair. Sementara untuk guru swasta sepengetahuan saya sudah dicairkan.

Pemberkasan saat ini beda dengan tahun 2009 lalu,” ungkap Kepala SDN di Jalan Sutomo, Siantar Timur, Jumat (20/8).

Disebutkannya, guru-guru swasta yang mendapat tunjangan sertifikasi ini sudah mendapatkan hak mereka sekali 3 bulan. Besaran tunjangan yang mereka terima Rp1,5 juta setiap bulannya. Sementara guru PNS seperti mereka sama sekali belum pernah mendapat sekalipun sejak tahun 2010.

“Kalau ditanya alasanya kenapa belum dicairkan hingga sekarang, katanya sedang diproses. Namun mulai dari bulan Juni, itu-itu saja alasannya. Sudah lebih enam bulan itu gaji kami yang belum cair terhitung mulai Januari 2010, tunjangan sertifikasi kami ini tidak jelas alias golap,” terangnya.

Dia menambahkan, ia dan guru-guru PNS lain terakhir mendapat tunjangan sertifikasi Desember tahun 2009 lalu. Sejak itu tidak pernah lagi mendapat hingga sekarang. Sepengetahuannya, menurut peraturan baru harusnya sekali dalam 3 bulan tunjangan sertifikasi ini dicairkan atau dikirimkan ke rekening para penerima. Besaran nilai tunjangan sertifikasi ini sebesar gaji pokok setiap bulannya.

Baca Juga :  Sengketa Pilkada Deli Serdang di MK: Insyaallah Pilkada Deli Serdang hanya 1 Putaran

Senada Kepala salah satu SDN di Jalan Tongkol, Siantar Timur, menyebutkan tunjangan sertifikasi hingga saat ini belum pernah diterimanya lagi. Terakhir ia menerima tunjangan ini sekitar Desember 2009 lalu.

“Daerah lain sudah cair, kenapa kita belum ya. Kita inginnya sebelum Lebaran ini bisa dicairkan untuk bisa menambah keuangan keluarga. Kalau berdasarkan peraturan baru dari Kemendiknaskan harus dicairkan sekali per triwulan,” tambahhya lagi.Sementara itu Ketua Tim Sertifikasi Disdik Siantar, Drs Mardenggan Sihombing enggan memberikan informasi terkait belum cairnya tunjangan sertifikasi ini. Ia terkesan emosi ketika ditanya kenapa tunjangan sertifikasi ini belum cair kepada guru-guru PNS di lingkungan Disdik.

“Enggak bisa ngasih informasi kendalanya, itu sesuai petunjuk pimpinan, saya dibatasi untuk memberikan informasi ke wartawan, tulis saja seperti itu sebagai pertanggungg jawaban saya,” kata Mardenggan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun METRO, untuk data 2010 ini sebanyak 208 guru non PNS maupun PNS yang menerima tunjangan ini di Siantar. Ketentuan tunjangan ini sendiri, untuk guru PNS mendapat tambahan gaji sebesar sekali gaji pokok setiap bulannya, sementara untuk guru swasta sebesar Rp1,5 juta setiap bulan.

Sebanyak 208 guru biasa, kepala sekolah dan pengawas di Siantar ini akan mendapat tunjangan ini. Penerima ini adalah para guru PNS dan non PNS di sekolah negeri dan swasta mulai tingkat TK, SD sederajat, SMP sederajat, dan SMA sederajat di Siantar. Dengan rincian untuk TK 2 orang (1 PNS dan 1 non PNS), untuk SD sederajat 79 orang (65 PNS dan 14 non PNS), untuk SMP sederajat (53 PNS dan 13 non PNS), sementara untuk SMA (12 PNS dan 5 non PNS), dan SMK (12 PNS dan 5 non PNS)

Baca Juga :  Ada Masalah di Nias Selatan, KPU Belum Tetapkan Rekapitulasi Suara dari Sumut

Sumber : Metro Siantar

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*