Tunjangan Tidak Cair 10 Bulan ; Guru Datangi DPRD Karo dan Ancam Mogok Mengajar

Ratusan guru mewakili 4 ribuan guru se Kabupaten Karo mengancam mogok mengajar secara serentak mulai, Rabu (20/10) sehubungan hingga saat ini, belum ada kejelasan pencairan dana tunjangan fungsional dari Pemkab Karo.

Ancaman itu mereka sampaikan saat mendatangi gedung DPRD Karo, Rabu (20/10) untuk menuntut hak-hak mereka yang belum dicairkan Pemkab Karo.

Pahlawan tanpa jasa itu diterima sejumlah anggota DPRD Karo, Rendra Gaule Ginting, Alar Karo-Karo dan Pengamat Sembiring.

Menurut juru bicaranya, Caranta Perangin-angin, guru SMA Negeri 1 Tiga Panah, tunjangan fungsional untuk guru yang belum cair itu hingga saat ini meliputi tunjangan para guru PNS yang memiliki sertifikasi yang disesuaikan besarnya gaji pokok tiap bulan dan guru-guru yang belum lolos sertifikasi mendapat tunjangan profesi pendidik (TPP) sebesar Rp 250.000/bulan.

Demikian juga bantuan dari Gubsu sebesar Rp 60 ribu/bulan untuk tunjangan para guru, belum juga cair. Semuanya tunjangan itu belum cair selama sepuluh bulan terhitung Januari hingga Oktober 2010.

Ia memaparkan, tunjangan fungsional sertifikasi yang memiliki sertifikasi yang berjumlah sekitar 699 orang, dan non sertifikasi berjumlah 4 ribuan orang, bantuan itu berasal dari Pemerintah Pusat melalui APBN yang disalurkan ke APBD Karo.

“Para guru telah berulang kali mempertanyakan ke Diknas Karo, kapan tunjangan itu dicairkan, namun pihak Diknas mengarahkan agar hal itu dipertanyakan ke pemegang Kas Pemkab Karo. Ternyata data-data para guru sama sekali belum ada disampaikan Diknas ke pemegang Kas Pemkab Karo. Jadi kami sepertinya dipersulit untuk menuntut hak kami. Atas hal itu kami mendatangi gedung DPRD Karo agar legislatif dapat memfasilitasi antara guru, Kadis Diknas agar tunjangan fungsional itu”tegasnya.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Ajib Shah, Chaidir Ritonga dan Saleh Bangun Sebagai Tersangka

Mengancam

Malah para guru sepakat mengancam, bila hari ini Kamis (21/10,red) belum juga dicairkan, Pahlawan Tanpa Jasa itu mengultimatum akan mogok mengajar kami para guru tidak akan mengajar bila tunjangan fungsional itu tidak cair. Sekaligus proses belajar mengajar akan kami berikan ke kepala sekolah masing-masing,”ungkap Imanta Surbakti, guru SMA Negeri 2 Berastagi.

Menyikapi tuntutan para guru itu, anggota Komisi C, Rendra Gaule Ginting didampingi Alar Karo-Karo dan Pengamat Sembiring segera mengambil tindakan untuk menghubungi Kadis Diknas Kabupaten Drs Seruan Sembiring.

“Setelah kami hubungi Kadis Diknas yang bersangkutan ada tugas luar ke Dairi. Jadi kami tidak bisa mengambil kebijakan soal tuntutan para guru,”tegas Renda Gaule Ginting.

Ditambahkan, pihaknya segera akan melayangkan surat ke Kadis Diknas dan unsur terkait lainnya untuk hadir besok, Kamis (21/10) di DPRD Karo untuk melakukan pertemuan antara eksekutif dengan para guru. “Jadi kalau bisa para guru melalui perwakilan dapat hadir di DPRD Karo, Kamis (21/10) untuk mencari solusi yang tepat pencairan tunjangan fungsional guru,”ungkapnya.

Meski para guru tetap ngotot, akan mogok mengajar, anggota DPRD Karo, Rendra Gaule Ginting membujuk para guru agar tetap mengajar hingga proses belajar mengajar tidak terganggu, sebab yang rugi tentu murid itu sendiri

“Bila proses belajar tidak terlaksana, bukan Kadis Diknas Drs Seruan Sembiring yang rugi, tentu murid-murid kita sendiri yang rugi. Sekali lagi saya memohon agar para guru tetap mengajar seperti biasanya, aspirasi para guru tetap kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Baca Juga :  Pemko Medan Tak Peduli Pasar Sukaramai

Setelah menyampaikan tuntutan dan aspirasi mereka ditampung, para guru membubarkan diri dengan tertib.

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=72906:tunjangan-tidak-cair-10-bulan–guru-datangi-dprd-karo-dan-ancam-mogok-mengajar&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*