Tuntaskan Batas Riau-Sumut, Tim PBD Dua Provinsi Turun ke Rohul

Proses penuntasan batas Provinsi Riau dan Sumut terus dilakukan. Tim PBD dua provinsi saat ini turun ke lokasi di Rohul.

Riauterkini-TAMBUSAI- Tim Penegasan Batas Daerah (PBD) Provinsi Riau-Sumatera Utara (Sumut), bersama tim dari Pemkab Rokan Hulu Riau dan Padang Lawas Sumut, Senin (9/4/12) pagi, turun ke perbatasan untuk gelar peninjauan tapal batas dua provinsi.

Pada peninjauan perbatasan, Senin pagi, Tim PBD Provinsi Riau-Sumut, turut didampingi Kepala Topografi DAM Bukit Barisan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Riau-Sumut, BPN dua kabupaten, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Rohul-Padang Lawas, termasuk TNI-Polri, masuk ke perbatasan melalui Kebun PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) Padang Lawas.

Dikatakan Abu Kasim, dari Tim Penegasan Batas Daerah Provinsi Riau, bersama pejabat yang mewakili Kepala Biro Tata Pemerintahan Provinsi Suwandi, Amzan, dan dua wakil Riau lain, peninjauan lokasi perbatasan Riau-Sumut, merupakan tindaklanjut dari pertemuan di Jakarta yang difasilitasi Mendagri bersama Tim PBD dua provinsi, 23 Februari 2012, dan tindaklanjut dari rapat di Pekanbaru, 23 Maret 2012.

“Dari hasil dua rapat, dan wewenang Mendagri agar dua gubernur selesaikan tapal batas, kemudian tim menindaklanjutinya melakukan pemantauan tapal batas Provinsi Riau-Sumut,” terang Abu Kasim, menjawab riauterkini.com, ketika akan masuk ke lokasi perbatasan, Senin.

Pemantau perbatasan, direncanakan digelar dua hari, 9-10 April 2012. Pada pemantauan ini dda tiga opsi yang akan dilakukan tim PBD dua provinsi, namun tergantung medan. “Jika medan mendukung, mungkin satu hari bisa selesai, tapi nanti kita lihat kondisinya,” katanya.

Baca Juga :  Puluhan Orang Diduga Tertimbun Tanah Longsor di Agam

Usai peninjauan, kata Abu Kasim, sesuai berita acara di lapangan dan kesepakatan dua provinsi, hasil kesepakatan dan seluruh dokumen akan dikirim ke Mendagri sebelum batas waktu akhir April 2012.

Karena semua kewenangan ada pada Mendagri, Tim menunggu saran selanjutnya. “Pemantauan dibebankan dua provinsi. Pada opsi ini akan dilakukan rekontruksi dan dipasang pilar jika kedua provinsi menyetujuinya,” ujarnya.

Pada pemantauan ini, tim menuju ke Teratak Tinggi, masuk melalui kebun PT MAI Padang Lawas. Penegasan administrasi tapal batas daerah, katanya tidak akan menghilangkan keberatan masyarakat. “Masalah pilar yang hilang akan dipasang kembali, namun begitu koordinat tidak akan hilang,” tambahnya.

Tim PBD dua provinsi, sebelumnya telah selesaikan tapal batas Rokan Hilir-Labuhan Batu Selatan Sumut, Senin (2/12/12)lalu. Sementara, pada 9-10 April 2012, tim selesaikan tapal batas Rohul-Palas. “Hasil dari pemantauan dan pemasangan pilar, akan dibuat Permendagri nya,” tandasnya.***(zal)

Sumber: http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=45685

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*