Tuntutan Belum Kelar, Sidang Kasus DAK Psp Ditunda Lagi

Sidang lanjutan dugaan korupsi DAK Kota Padangsidimpuan (Psp) Tahun Anggaran (TA) 2009 dengan terdakwa mantan Kadisdik Psp, Panongonan Hasibuan, dan mantan Kabid Sarana dan Perpustakaan Disdik, Maskur Hasibuan (berkas terpisah), Selasa (30/11), di ruang sidang I, Pengadilan Negeri (PN) Psp, dengan agenda pembacaan tuntutan terhadap kedua tersangka kembali ditunda hingga Kamis (9/12) mendatang. Penyebabnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum kelar menyelesaikan materi tuntutan.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 14.30 WIB ini dipimpin oleh Ketua Majelis hakim Tommy Manik SH, dengan anggota Lodweiyk I Simanuntak SH dan Taupik AHN Nainggolan SH, dengan JPU, Sartono Siregar SH dan Sri Mulyanti SH, serta menghadirkan dua terdakwa, Drs Panongonan Muda Hasibuan dan kuasa hukumnya dari kantor hukum Benny Harahap SH dan Maskur Hasibuan dengan kuasa hukumnya Sulaiman Siregar SH.

Majelis hakim menanyakan kepada JPU apakah sidang dengan agenda pembacaan tuntutan sudah bisa dibacakan, dijawab oleh JPU Sartono Siregar SH meminta agar sidang kembali ditunda hingga tanggal 9 Desember mendatang. Sebab, pihaknya masih belum siap membuat materi tuntutan kepada kedua terdakwa.

Kemudian disepakati antara kuasa hukum masing-masing terdakwa dengan JPU bahwa sidang akan kembali dilanjutkan pada tanggal 9 Desember mendatang dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU.

Majelis hakim mengatakan bahwa untuk kasus dugaan korupsi DAK Psp tahun 2009 ini seharusnya bisa diselesaikan sebelum akhir tahun mengingat masa penahanan kedua terdakwa hanya sampai 13 Desember mendatang dan kalau tuntutan tidak juga dibacakan maka kedua tersangka akan dibebaskan.

Baca Juga :  Bupati Tapsel Lantik 198 Pejabat II, III, dan IV

Meskipun nantinya masa penahanan habis 13 Desember, masa penahanan kedua tersangka masih bisa diperpanjang untuk yang terakhir, yakni hingga 12 Januari 2011 mendatang. Namun, melihat hampir sebulan lamanya tuntutan JPU belum juga siap dan dibacakan maka majelis hakim khawatir kedua tersangka akan bebas demi hukum dan nantinya dalam proses hukum akan semakin sulit.

“Kalau sampai masa perpanjangan penahanan terakhir tanggal 12 Januari 2011 belum juga siap kita putuskan dakwaannya bisa repot. Pasalnya, mereka bisa bebas demi hukum, makanya saya tekankan kepada JPU dan kuasa hukum untuk menyiapkan materi tuntutan dan materi pembelaaan,” kata ketua majelis hakim Tommy SH.

Kemudian juga disepakati dalam sidang itu bahwa masing-masing kuasa hukum hanya diberikan waktu seminggu untuk menyiapkan pembelaan yang rencananya akan dibacakan pada tanggal 16 Desember mendatang, kemudian akan kembali dilanjutkan dengan pembacaan pandangan dari JPU atas pembelaan kuasa hokum masing-masing terdakwa.

“Jadi sidang kita tunda hingga 9 Desember mendatang dan sebelum masa perpanjangan penahanan terakhir tanggal 12 Januari 2011 mendatang usai. Kasus ini sudah bisa kita putuskan. Kepada JPU dan kuasa hukum untuk menyiapkan materi tuntutan dan pembelaan,” ucapnya. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Bupati Tapsel Terima Penghargaan Manggala Karya Kencana

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*