Tuntutan Masyarakat Paluta – Truk Kayu tak Boleh Melintas di Jalinsum Paluta

Selasa, 29 Desember 2009 – www. metrosiantar.com

Foto: Illustrasi

PALUTA-METRO; Tuntuntan ribuan masyarakat Padang Lawas Utara (Paluta) yang melakukan unjuk rasa besar-besaran pada Selasa (22/12) malam hingga Rabu (23/12) dini hari lalu menuai hasil. Sesuai kesepakatan bersama, truk-truk pengangkut kayu yang diduga milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dan PT Silvia Sumatera Lestari (SSL) tidak diperbolehkan melintas di Jalinsum Paluta.

Amatan METRO, usai unjuk rasa anarkis ribuan masyarakat Paluta yang menghadang dan merusak sekitar 30 unit truk pengangkut kayu milik PT SRL dan SSL, Rabu dini hari itu juga sekira pukul 03.50 Wib digelar pertemuan antara masyarakat dengan pihak perusahaan yang difasilitasi pihak Pemkab melalui Bupati Paluta, Drs Bachrum Harahap di Aula Kantor Bupati Paluta, Jalan Lintas Gunungtua-Padangsidimpuan.

Hadir dalam rapat tersebut sejumlah elemen mahasiswa, tokoh masyarakat, pemuda, pihak pemerintah, perusahaan, serta aparat Kepolisian. Rapat konsolidasi yang dilakukan hampir tidak menuai kesepakatan. Pasalnya pihak perusahaan memaksakan kehendaknya agar seluruh truk yang sempat ditahan massa dapat keluar melintas di Jalinsum Paluta. Padahal, dini hari itu juga mahasiswa dan masyarakat sudah mundur satu langkah mengizinkan angkutan kayu yang berada di sekitar Pasar Hitam Palas dan Paluta lewat jalinsum. Dalam pembicaraan akhirnya ditemukan kesepakatan hanya 90 unit truk yang dapat melintasi Jalinsum Paluta dini hari itu. Selanjutnya, untuk hari-hari berikutnya, truk-truk kayu dari kedua perusahaan tersebut tidak diperbolehkan melintasi di Jalinsum Paluta dan harus melalui jalan alternatif yang akan dibangun oleh pihak perusahaan sesuai perjanjian dengan Pemkab Paluta sebelumnya.

Baca Juga :  Jurang Jalan Butuh Dek Penahan

Bupati Paluta, Drs Bachrum Harahap yang bertindak sebagai fasilitator berusaha mencari titik temu agar tidak ada gejolak di dalam masyarakat. Tetapi sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sempat menuding Bupati Paluta hanya menerima pertimbangan yang disampaikan oleh pihak perusahaan.

Dalam rapat konsolidasi tersebut, Bachrum Harahap menyampaikan, setiap masalah agar dikomunikasikan dengan baik. “Representasi yang dilakukan adalah untuk mencari jalan tengah,” tegasnya sembari meminta pihak perusahaan cepat menindaklanjuti nota kesepakatan yang dibuat Pemkab dengan pihak perusahaaan.

Usai mengikuti rapat, Ketua Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara (Gema Paluta), Gusti Putra Hajoran Siregar kepada METRO mengatakan, “Kita hanya mengutamakan kepentingan masyarakat. Kita harapkan kesepakatan ini dibuat dengan secara arif dan bijaksana”.

Hal senada diungkapkan Ketua Gerakan Mahasiswa Padang Lawas (Gema Palas), Anshor. Ia tetap menilai pihak perusahaan tidak mempunyai niat baik untuk menjalankan nota kesepatakan yang ada sebelumnya.

Di tempat terpisah, Ketua Forum Kajian Peduli Padang Lawas Utara, Ramadan Siregar SHI mengungkapkan, kedua perusahaan, yakni PT SRL dan PT SSL diminta agar segera melaksanakan kesepakatan yang telah dibangun demi mencapai kedamaian. “Kita minta kepada pihak perusahaan agar melaksanakan perjanjian maupun kesepakatan yang dibangun. Jangan lagi sempat tiga kali perjanjian dilanggar, nantinya akan berakibat fatal,” pungkasnya. (thg)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Prabowo Unggul Sementara di Paluta

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*