TUOR : MAHAR PERNIKAHAN DALAM ADAT MANDAILING – ANGKOLA

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan besar sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Oleh: Marwan Dalimunthe *)

Marwan Dalimunthe

Tuor adalah sebutan mahar pernikahan dimandailing dan angkola sekitarnya, Tuor ini menjadi kontropersi belakangan ini di ranah mandailing, besaran Tuor menjadi kendala bagi setiap laki-laki maupun remaja yang akan melangsungkan adat pernikahan, sebenarnya kalau kita kembali merenungi leluhur mandailing,  keberadaan tuor pada awalnya adalah satu keputusan yang bijaksana dalam pandangan hidup leluhur kita yang bertujuan menata kesejahteraan dan kebahagiaan calon mempelai wanita dan laki – laki. Besaran nilai Tour belakangan ini bagi segelintir orang menjadi boomerang seolah olehan hal ini menjadi penghambat atau bahkan menjadi kegagalan meminang istri (melamar), Angka 10  - 100 juta rupiah adalah pasaran Tuor dimandailing. Dilematis memang kalau seorang calon mempelai berasal dari keluarga yang tidak mampu, atau mungkin hal yang biasa bagi keluarga yang mampu, kesenjangan social dalam hal ini terlihat jelas, akan tetapi kalau kita pelajari asal usul tour sebenarnya adalah hal yang bijak bagi adat istiadat mandailing itu sendiri.

Puluhan tahun yang lalu Tuor dulunya dikategorikan dengan hitungan  Pound,  emas lempengan (koin emas) yang menjadi ciri khas raja raja jaman dahulu yang jumlahnya 40 ameh (2.5 gram x 40) sama dengan 100 gram per 1 Pound, Raja Raja dimandailing jaman dahulu mempunyai simpanan emas dengan istilah pound, dan bahkan sampai saat ini masih banyak yang memiliki. Barang berharga ini sudah langka didapatkan. Berselang waktu dan perobahan kehidupan istilah mahar sekarang dikenal dengan hitungan jumlah uang yang kisaran angkanya diantara 10 – 100 juta rupiah.

Kontroversi tour sebenarnya terjadi bagi orang yang memandang negatif akan hal ini, seolah olah melahirkan jual beli dalam perkawinan.  Pandangan negative ini datang dari luar atau bahkan dari mandailing itu sendiri yang tidak suka ataupun setuju dengan hal ini, ketidak setujuan mungkin mempunyai alasan tersendiri tapi jauh sebelum ini terjadi adat istiadat kita melahirkan Tour sebenarnya tiada lain demi menata, kesejahteraan, dan Kebahagian calon pengantin.

Baca Juga :  Ternyata Penjara Itu Surga

Polemik tuor belakangan ini banyak sekali perbincangan diantara etnis mandailing, bahkan cemoohan,  ini dikarenakan nilainya dinamis mengikuti perkembangan kehidupan yang ada, seiring kehidupan yang semakin maju dan mahal sehingga Tuor inipun menjadi lebih mahal. Dan bagi kelompok yang kurang mampu merasa semakin terpojok. Sebenarnya hal ini tidak perlu dikwatirkan apalagi menjadi kendala bahkan penghambat untuk menjalani pernikahan. Dalam adat budaya mandailing dan angkola sekitanya asal usul tour itu murni kebijakan para leluhur kita jaman dahulu, dan bukan menjadi patokan atau bahkan penentu dalam ikatan pernikahan. Nilai Tuor sebenarnya dimata adat mandailing dapat dinegosiasikan dengan azas keikhlasan, dan kesepakatan bersama dari keluarga kedua mempelai. Tapi umumnya yang terjadi belakangan ini cukup memprihatinkan karena tuor ini diidentikkan besarannya sesuai dengan pendidikan calon mempelai wanita, dan bahkan tidak segan segan mematok harga tour apabila wanita tersebut sudah bercarier (bekerja).

Tuor sebenarnya ditujukan untuk menata kesejahteraan dan kebahagiaan calon mempelai wanita setelah menjalani pernikahan, dengan istilah lain bekal hidup kedua mempelai setelah menjalani pernikahan dan kehidupan seterusnya. Dalam hal ini yang memberikan Tour adalah pihak laki laki sebagai calon pengantin pria, prosesi adatnya disebut dengan istilah (Mangido Boban/Manyapai Tuor), prosesi adat dalam hal inipun biasanya dilakukan oleh Kahanggi, Anakboru dari mempelai pria, adapun kutipan bahasa adat dalam hal ini sebagai berikut:

“Di ari nasa borgin madung ro doami, marjamita tuadopan ni mora bahaso jagar-jagar, nimora nami madung sahat ditalapak tangan nipinompar nami on, anso ulang be agoan mora dijagar-jagar ni mora naso mulak sian bagas partandanganna, bope inte-intean dipinggan panganonna, mudah mudahan nian dohot izin ni Tuhan ta, madung margodang ni roha do mora manjagit hata bou nami i.

Dibagasan ni I marpokat martahi hami, pala daganak nangkan momolus dalan matobang, tontu sanoli bahat dei sarat dohot rukunna. Ro hami dalan maalu –alu, tap songon na manyuruk pamispisan nimora, surdu burangir nami, burangir sirara uduk, sibontar adop-adop, dalan marguru na bisuk, pabohaon nadung dapot, burangir nahombang dua rangkap, hombang ma nian tahi pusuo dohot pokat.

Jaon mada mora nami, haroro nami ono tap songon namangido boban ma hami on, harupe nian boban na ami pangidoon, boban na nayang ma nian, biarpe gogo ompong na, asok ma nian dabuna, tap songon pardabu ni bulung ni torop, pala nagusar gusar do lehenon nimora  name iringma nian dohot pangapoina, songoni juo pala na siborangkon mora nami do ami on, siborangkon diaek na pajat ma nian.

Harana antong morangku haroro nami ngana dung ubanaon, tap songon siapor lunjung naso adong doon ulu panjujung na, na tais do abara pamorsananna, tap songon pajongjong rinti do ami on didanonna. Marari-ari antong morang nami jagar-jagar nimora nangkan obanon nami doon tu tonga tonga ni paradatan songon titian batu naso ra buruk, andor na mangolu parsiraisanna. Mangido hami sagodang-godang ni pangidoaan, anso majolo martoruk ni abara mora manjagit pangidoaan nami on“

Kesan diatas dalam adat mandailing menunjukkan bahwa sanya mandailing dan angkola kaya dengan sopan santun dalam prosesi adat, kerendahan hati, dan kekompakkan sebenarnya telihat jelas dalam upacara adat diatas, jauh sebelum ditekankan besaran Nilai tour dari pihak wanita, pihak penganten lelaki telihat menyerahkan diri dengan keputusan yang akan diambil. Memang diakui dalam hal ini juga terungkap kata kata bijak yang bemakna tinggi dalam kehidupan seperti “namangido boban ma hami on, harupe nian boban na ami pangidoon, boban na nayang ma nian, biarpe gogo ompong na, asok ma nian dabuna, tap songon pardabu ni bulung ni torop, pala nagusar gusar do lehenon nimora  nami iringma nian dohot pangapoina, songoni juo pala na siborangkon mora name do ami ono, siborangkon diaek na pajat ma nian”

Adapun kerendahan hati yang tertuang dalam prosesi adat tersebut jelas terlihat, “haroro nami ngana dung ubanaon, tap songon siapor lunjung naso adong doon ulu panjujung na, na tais do abara pamorsananna, tap songon pajongjong rinti do ami on didanonna”. Dan diiringi dengan beberapa pantun dan sajak sebagai berikut:

“burangir sirara uduk,

sibontar adop-adop,

dalan marguru na bisuk,

pabohaon nadung dapot”

“burangir nahombang dua rangkap,

hombang ma nian tahi pusuo dohot pokat”

Tuor juga di mandailing, tidak juga berbentuk dengan jumlah uang maupun emas, bisa juga berupa benda lain seperti, pakean, hewan dan lain sebagainya. Namun yang menjadi permasalahan dalam hal  Tuor yang sepeti ini kadang mejadikan mereka jauh dari adat ataupun diresmikan secara adat.

Baca Juga :  Kegiatan Gotong Royong Masyarakat dan Fasiltator di Kel Hanopan P. Sidimpuan

Negosiasi dalam hal tuor sebenarnya bisa ditunda atau dalam bentuk terhutang sesuai dengan musyawarah dan keputusan adat. Hutang Tuor sifatnya sebenarnya tidak mengikat sepanjang kesejahteraan dan kebahagian pasangan penganten berjalan, namun kadang kala disaat kehidupan mereka berpisah hutang tuor ini sifatnya wajib dibayarkan.

Wajarlah kalau dikehidupan mandailing ada istilah yang sering diungkapkan:

Hata – hata dupang dupang, hata do pambayar ni hutang

“kata - kata  dupa - dupa dan katalah pembayar hutang”

Hahahaha............

6455183925785a2276b526e5496f73d9c74d13d TUOR : MAHAR PERNIKAHAN DALAM ADAT MANDAILING – ANGKOLA

*)Penulis Adalah seorang pemerhati pada adat-adat Angkola mandailing, Bekerja dan Berdomisili di Jakarta, Frofil facebook.com/uwandm

2 Komentar

  1. sungguh sangat membantu untuk para calon pengantin mengenai MAHAR PERNIKAHAN DALAM ADAT MANDAILING – ANGKOLA.

    selain mengenai adat pernikahan, ada yang tidak kalah pentingnya loh guys.
    persiapan undangan souvenir dan mahar pun juga sama pentingnya !!

    Anaria Wedding akan membantu persiapan pra nikah anda sebagai calon pengantin tak perlu bingung.
    Anaria Wedding membantu menjawab semua keperluan anda mulai dari Undangan, Souvenir, Mahar, dan Hantaran/Seserahan
    kami melayani konsultasi gratis
    segera hubungi team kami

    Salama :
    WA/Tlf 0856 4591 3004
    http://souvenirnikah.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*