Uang Palsu Beredar di Masyarakat, Digunakan di Warung Kecil dan Bayar Angkot

KOMPAS.COM/NURSITA SARI Barang bukti yang diamankan polisi saat menangkap Lucky (48), pelaku pembuat uang palsu di Cileunyi, Jawa Barat, Jumat (25/9/2015).

Polisi membekuk Lucky (48), pelaku pembuat uang palsu kertas pecahan Rp 50.000. Lucky dibekuk di tempat pembuatan uang palsu tersebut di daerah Bandung, Jawa Barat.

“Pelaku ditangkap di Cileunyi,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Rudy Heriyanto Adi Nugroho di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (25/9/2015).

Selain Lucky, polisi juga menangkap empat orang lainnya, AS, SU, AV, dan MA. Mereka memiliki peran yang berbeda.

Menurut Lucky, dalam sepekan ia dapat memproduksi uang palsu sejumlah Rp 15 juta. Uang tersebut diproduksi menggunakan bahan yang dibeli di pasar. “Seminggu Rp 15 juta, bahan-bahan beli di pasar,” ujar Lucky.

Pelaku lainnya, MA (45), menyebut uang palsu itu diproduksi dengan menggunakan mesin fotokopi dan alat sablon.

“Kan difotokopi kan gampang. (Kalau) gambar yang bisa diterawang disablon. Tetapi belum diedarkan sehari-hari,” ujar MA yang juga bertugas memproduksi uang palsu tersebut.

Namun, Rudy menyebut uang palsu yang diproduksi pelaku sudah beredar di masyarakat.
“Buktinya sudah digunakan di Jakbar. Rata-rata di warung-warung kecil dan bayar angkot,” kata Rudy.

Selain menangkap kelima pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang kertas palsu pecahan Rp 50.000 sejumlah Rp 16.050.000, alat-alat yang digunakan untuk memproduksi uang palsu, serta 285 lembar uang pecahan Rp 50.000 yang belum jadi.

Baca Juga :  Kecelakaan KA - Masinis KA Argo Bromo Jadi Tersangka

Kelima pelaku kini diamankan di Polsek Kalideres. Karena perbuatannya, mereka terjerat Pasal 244 dan 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Nursita Sari)


KOMPAS.com –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*