Ujian CPNS di Tabagsel 1.501 Peserta Absen

Sedikitnya 1.501 peserta tidak mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2010 di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Rabu (15/12). Rinciannya, 275 peserta absen di Kota Padangsidimpuan, 684 peserta di Kabupaten Mandailing Natal, 215 di Tapanuli Selatan, 227 di Padang Lawas Utara, dan di Padang Lawas (Palas) jumlah pelamar yang tak hadir masih 100 orang yang baru terekap hingga kemarin malam.

7230218bb34f0c68992280a76465aa5c274e230 Ujian CPNS di Tabagsel 1.501 Peserta Absen
Wali Kota Psp Drs Zulkarnaen Nasution disaksikan unsur Muspida plus saat melakukan pemusnahan soal ujian CPNS di halaman SMKN 2 Psp, Rabu (15/12).

Ketua panitia pelaksana ujian CPNS Padangsidimpuan (Psp) yang juga Sekretaris Daerah Psp, Sarmadan Hasibuan SH MM didampingi sekretaris panitia yang juga Kepala BKD Psp, Asli Rangkuti kepada wartawan, Rabu (15/12) sore menuturkan, jumlah peserta yang tidak hadir saat pelaksanaan ujian di Psp sebanyak 275 orang. Selain itu, ditambah yang tidak mengambil nomor ujian sebanyak 7 peserta. Sehingga pelamar yang dipastikan gugur saat ini sebanyak 282 orang.

“Peserta yang ikut ujian sebanyak 1.155 orang. Saat pendaftaran, jumlah pelamar sebanyak 1.437 orang. Rinciannya, 713 orang formasi guru, 286 pelamar formasi kesehatan dan 438 formasi teknis,” kata Sarmadhan usai pemusnahan soal ujian di halaman SMKN 2 Psp.

Ditambahkannya, dari 210 formasi yang diterima Pemko Psp, ada 10 formasi yang kosong pelamar. Yakni, jurusan guru TK 2 orang, guru SD 4 orang, Anestesi 3 orang, dan jurusan Penera 1 orang.

Lebih lanjut dikatakan Sarmadhan, tidak ada peserta yang terlambat saat pelaksanaan ujian yang dilaksanakan di SMKN 1, SMKN 2, SMAN 6, dan SMPN 4 mulai pukul 09.00 WIB-11.00 WIB. Ruangan yang dipergunakan sebanyak 73 lokal, masing-masing local diisi 20 peserta yang diawasi dua orang pengawas dan mendapatkan pengawalan dari 25 personel Polresta Psp.

Diutarakannya, soal ujian tidak ada yang rusak dan tidak ada yang kurang sesuai laporan dari masing-masing pengawas di sekolah lokasi pelaksanaan ujian.

Ketika ditanya apakah ada dugaan kebocoran soal ataupun adanya joki, dengan tegas keduanya mengatakan tidak ada kebocoran soal dan joki ditemukan.

Dari 100 soal yang diujikan, tidak ada soal muatan lokal. Menurut keduanya, dari pengakuan peserta, tidak ada soal yang sulit.

Setelah ujian selesai dilaksanakan, soal ujian dikumpulkan, lalu dibakar, Rabu (15/12) sekitar pukul 15.00 WIB di halaman SMKN 2 Psp yang disaksikan oleh Wali Kota Psp Drs Zulkarnaen Nasution, Ketua DPRD Aswar Syamsi, Kajari Psp Indrasyah Johan SH, Kapolresta AKBP Andi S Taufik, Ketua PN Mustofa SH, perwakilan dari Kodim 0212/TS dan perwakilan dari UNS Solo, Winarno.

Selanjutnya, sebut mereka lagi, lembar jawaban komputer (LJK) setelah diserahkan oleh Pemko Psp kepada Polresta kemudian langsung dibawa, Rabu (15/12) ke Medan oleh UNS dengan pengawalan 2 personel Polresta Psp hingga ke Medan. Selanjutnya dari Medan perwakilan UNS yang akan membawa LJK tersebut ke UNS. “Kita perkirakan pada tanggal 22 Desember, hasilnya sudah bisa diumumkan kepada masyarakat,” jelas mereka.

Sementara itu Naomi, salah seorang peserta ujian CPNS yang mengambil formasi Kesehatan yang diwawancarai usai mengikuti ujian mengaku dirinya memperbanyak baca buku referensi pendidikan untuk mengingatkan kembali sejumlah bahan pelajaran yang dianggap perlu untuk menghadapi ujian CPNS. Dirinya juga mengaku tidak ada persiapan khusus dalam menghadapi ujian CPNS.

“Terus terang, sudah lama saya berharap jadi PNS dan mudah-mudahan bisa menang. Apalagi baru kali ini saya ikut ujian CPNS, makanya saya berharap pelaksanaannya berlangsung bersih,” katanya yang mengaku saat ini masih bekerja di salah satu perusahaan swasta di Medan.

Kapolresta Psp AKBP Andi Syariful Taufik SIk menegaskan, untuk pengamanan pelaksanaan ujian CPNS Pemko Psp, pihaknya melibatkan 25 personel untuk PAM baik berpakaian dinas ataupun berpakaian sipil.

“Mudah-mudahan selama pelaksaan ujian, tidak ada masalah seperti apa yang dikhawatirkan banyak orang tentang bakal adanya joki dalam ujian tersebut. Pelaksanaan ujian CPNS berlangsung aman dan lancar,” tegas Kapolresta kepada wartawan.

Walikota Psp Drs Zulkarnaen Nasution kepada wartawan menambahkan, pemusnahan soal ujian dilakukan untuk menghindari adanya tindak kecurangan yang terjadi nantinya. Karena sejak proses distribusi berkas ujian dari UNS, Solo hingga ke lokasi ujian, pembagian kepada peserta ujian hingga pengembalian berkas ke Solo untuk diserahkan ke UNS guna diperiksa, terus dikawal ketat oleh aparat kepolisian. “Tidak benar jika ada isu yang mengatakan untuk menjadi PNS bisa diurus. Itu merupakan informasi yang menyesatkan,” tegasnya.

Kajari Psp Indrasyah Johan SH mengaku, pelaksanaan ujian CPNS Psp cukup baik. Dirinya melihat hal itu merupakan pelajaran dari pengalaman yang diambil oleh Pemko Psp pada tahun lalu.

Ketua DPRD Psp Aswar Syami mengutarakan, DPRD akan mengawal ketat proses LJK ke Solo dengan ikut langsung melihat hasil yang sudah diranking pihak UNS pada tanggal 20 Desember. “Semoga tidak ada halangan dan berjalan seperti keinginan kita semua. Yaitu, berjalan bersih dan transparan,” ucapnya.

Pengamat sosial dan politik Arman Badrisyah Hasibuan kepada METRO, Rabu (15/12) mengharapkan agar pelaksanaan ujian CPNS Psp benar-benar berdasarkan kebutuhan akan SDM yang mumpuni untuk menjadi abdi negara dan pelayan masyarakat. (phn)

Soal Matematika, dan Muatan Lokal Sulit

Sebanyak 100 soal yang diujikan dalam ujian CPNS tahun 2010 di Kabupaten Tapanuli Selatan untuk semua formasi. Sejumlah pelamar terutama sarjana pendidikan non bidang studi matematika mengaku kesulitan menjawab soal matematika. Pelamar lain mengaku kesulitan di soal adat dan budaya atau bermuatan lokal. Sementara peserta yang tidak hadir sebanyak 215 orang.

Aswan Pakpahan, pelamar guru bahasa Inggris untuk SDN usai mengikuti ujian CPNS dengan lokasi SMAN 1 Batang Angkola mengutarakan, dari 100 soal yang ada, sekitar 8 soal menyangkut psikotes. Lalu soal Bahasa Indonesia, Pengetahuan Umum, Matematika ada sekitar 10 soal. “Saya kesulitan di soal matematika, lainnya tidak,” terangnya usai ujian, kemarin (15/12).

Baca Juga :  Kelilingi Indonesia Naik Sepeda Untuk Pecahkan MURI

Senada dikatakan Al Hasan Nasution, pelamar formasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk SMKN. Dirinya mengaku tidak ada masalah dengan 100 soal yang disajikan, dan dirinya optimis bisa menjawab dengan benar mayoritas soalnya. Namun, di soal Matematika dirinya ragu apakah benar atau tidak jawaban yang diisinya. “Saya juga kesulitan di soal matematika,” tutur Al Hasan.

Untuk soal muatan lokal yang dimuat di ujian selama 120 menit atau dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB, digambarkan Al Hasan, menyangkut mangkobar di adat Tapsel, yang menggambarkan kesuburan tanah Tapsel di logo Pemkab Tapsel dan lainnya. “Kalau untuk muatan lokal saya kuasai semuanya,” tutur Al Hasan.

Berbeda dengan Juliana Siregar. Pelamar di formasi dokter gigi ini menerangkan dirinya tidak mengalami kesulitan dalam menjawab soal yang ada. Dirinya hanya kurang menguasai tentang adat dan budaya Tapsel yang merupakan soal bemruatan lokal yang ada dalam ujian tersebut.

“Kalau soal muatan lokal menyangkut adat dan budaya, saya kurang menguasainya,” ucapnya kepada wartawan.

Pantauan METRO di sejumlah sekolah yang menjadi lokasi ujian CPNS Tapsel tahun 2010, proses pelaksanaan ujian CPNS berjalan tenang, tertib dan lancar di bawah pengamanan personel Polres Tapsel dan Satpol PP Tapsel.

Fair dan Transparan

Wakil Bupati Tapsel H Aldinz Rapolo Siregar mengatakan, tidak ada kendala teknis yang mengganggu pelaksanaan ujian CPNS. “Semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala,” ucap Aldinz di sela-sela pembakaran naskah soal ujian CPNS yang bertempat di halaman belakang kantor Dishut Tapsel sekira pukul 15.00 WIB. Pembakaran soal itu disaksikan Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH, Sekdakab Ahmad Ibrahim, perwakilan BKD Sumut, H SA Nurdin Lubis, Plt Inspektur Inspektorat Tapsel H Ali Imran SE. Ditegaskan Wabup, selaku Wakil Ketua Penanggung Jawab penerimaan CPNS tahun ini, Pemkab Tapsel melaksanakan penerimaan CPNS secara fair dan transparan.

Ketua panitia penerimaan CPNS Tapsel TA 2010 yakni Sekdakab Tapsel H Ahmad Ibrahim Harahap didampingi Sekretaris BKD Aji Hatorangan menyebutkan, LJK ujian CPNS langsung dibawa pihak perwakilan BKD Sumut, BKN dan BKD Tapsel dengan pengawalan 2 personel Polres Tapsel ke USU untuk diperiksa hasilnya, Rabu (15/12) sore sekira pukul 17.00 WIB. “Pengumuman akan dumumkan tanggal 22 Desember,” ucap Sekdakab.

Ditambahkan Aji Hatorangan, pada tanggal 20 Desember, tim penerimaan CPNS Tapsel akan menjemput hasil pemeriksaan ujian ke USU, kemudian rencananya dititip sehari di Mapolres Tapsel.

“Rencananya hasil ujian dibuka untuk diranking disaksikan Muspida plus dan lainnya tanggal 22 Desember sekira pukul 00.00 WIB dini hari, yang seterusnya diumumkan tanggal 22 Desember itu juga,” terang Aji.

215 Pelamar Tidak Hadir

Kepala Bidang Perencanaan dan Penerimaan Pegawai BKD Tapsel, Syafi’i menerangkan, dari total pelamar sebanyak 2.302 orang, untuk S1 semua formasi ada 176 peserta yang tidak hadir ujian, sedangkan dan DIII sebanyak 39 orang absen. “Total yang tidak hadir 215 orang,” terang Syafi’i.

Pelamar: Soal CPNS

Palas Mudah

Soal ujian seleksi penerimaan CPNS Kabupaten Padang Lawas (Palas) dinilai sejumlah pelamar sangat mudah. Bahkan dari 100 soal yang diujikan pada tes kemampuan dasar, pelamar optimis 80 persen jawabannya akan bagus, karena soal-soal yang diujikan masih tergolong mudah.

“Waktu SMA kita sudah mempelajarinya, karena yang diujikan tentang ilmu pengetahuan umum seputar Pancasila dan UUD 1945. Begitu juga dengan Bahasa Indonesia dan Matematika yang hanya beberapa soal saja,” ujar pelamar, Raihan Hasibuan, Rabu (15/12).

Hal senada dikatakan Firman dan Husni. Keduanya juga mengatakan soal ujian CPNS Palas tidak terlalu sulit. Mereka pun berharap agar pelaksanaan ujian CPNS Palas 2010 bersih.

Sementara itu Kepala BKD Palas Hamzah Hasibuan menuturkan, LJK pelamar pada Rabu malam (15/12) akan diberangkatkan langsung ke UI di Depok untuk diperiksa. Sedangkan sesuai laporan anggotanya di lapangan, sejauh ini tidak ada kendala ditemukan di lapangan, mulai dari pembagian soal dan LJK, begitu juga dengan keterlambatan soal hadir di tempat ujian.

“Sejauh ini tidak ada masalah, termasuk masalah joki tidak ada ditemukan di lapangan. Begitu juga dengan kekurangan dan kelebihan soal dan LJK,” ucapnya.

Di Paluta, 227

Peserta Absen

Sebanyak 227 peserta tidak mengikuti ujian CPNS di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang digelar di 24 sekolah, Rabu (15/12). Sementara 135 pelamar tidak mengambil kartu ujian. Sedangkan yang mengikuti ujian sebanyak 2.972 peserta. Pelaksanaan ujian CPNS tahun 2010 di Paluta berjalan lancar dan tertib. Tidak ada soal yang bocor, dan tak ada juga joki yang tertangkap. Lokasi ujian mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Setelah ujian selesai, soal dan LJK dibawa ke kantor BKD Paluta untuk direkapitulasi dan soalnya dimusnahkan.

Kepala BKD Paluta Drs Mora Harahap, melalui ketua sub tim panitia CPNS, Lairar Rusdi Nasution SSTP, ketika dikonfirmasi METRO, Rabu (15/12) sore mengatakan selama pantauan di lapangan, proses pelaksanaan ujian CPNS Paluta berlangsung lancar dan sukses. Lebih lanjut diutarakan Lairar, perwakilan Kejaksaan, Kepolisian, Inspektorat, BKD beserta DPRD Paluta akan mendampingi serta mengawasi LJK yang diperiksa serta penetapan rankingnya di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. “Setelah soal dimusnahkan, Rabu (15/12) malam, tim akan membawa LJK peserta ujian ke Unpad untuk diperiksa, dan akan mendapat pengawalan ekstra ketat dari berbagai elemen,” ungkapnya. (neo/amr/thg)Absensi Pelamar Nyaris Dibakar

Baca Juga :  BNN Padangsidimpuan Masuk Daftar Tunggu

Daftar absensi hadir pelamar CPNS Padang Lawas (Palas) dengan jumlah sekitar 40 absen daftar hadir pelamar nyaris dibakar. Pasalnya, daftar hadir CPNS tersebut sudah masuk ke mobil pengangkut soal ujian yang akan dibakar di halaman kantor MUI Palas di Sibuhuan, Kecamatan Barumun.

Pantauan METRO, awal diketahui adanya absen pelamar yang nyaris dibakar yang dapat mengakibatkan pelamar gugur karena tidak miliki absen, bermula penemuan salah seorang staf pegawai BKD Palas ketika mau mengangkut soal CPNS ke mobil yang telah disediakan. Namun, karena melihat ada berceceran daftar absen hadir yang ditandatangani pelamar masih aslinya, staf tersebut melaporkannya ke atasannya, Kepala BKD Hamzah Hasibuan. Pada waktu itu juga Kepala BKD memerintahkan agar absen tersebut dikumpulkan kembali dengan mencarinya di kotak kardus yang sudah dimasukkan ke dalam mobil.

Junaidi Siregar, staf BKD Palas terlihat sibuk mencari daftra absen yang sudah tercecer di dalam kotak kardus yang sudah dimasukkan ke dalam mobil untuk dibakar.

“Terpaksalah kami pungut lagi bang meski kehujanan. Karena ini sudah menjadi tugas kami,” ucapnya singkat sambil sibuk mencari daftar absen yang tercecer hampir 1 jam.

Setelah ditemukan berkas tersebut langsung diberikan kembali kepada pegawai yang sudah merekap kembali LJK pelamar.

Sementara itu Bupati Palas Basyrah Lubis melakukan pembakaran soal ujian usai pelaksanaan ujian. Pembakaran soal itu dihadiri Wabup Palas, Muspida plus serta pejabat di lingkungan Pemkab Palas. Kemudian LJK ujian CPNS dibawa ke UI untuk diperiksa.

Disebutkan Kepala BKD Hamzah, jumlah pelamar yang tidak hadir sekitar 100 orang yang baru terekap. Namun, itu belum selesai seluruhnya. “Rekapitulasi masih terus dilakukan,” pungkasnya. (amr)22 Desember Pengumuman

Ujian penerimaan CPNS di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hanya diikuti 4.402 pelamar. Sementara peserta yang tidak hadir sebanyak 684 orang. Ujian digelar di 28 sekolah, Rabu (15/12) mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB. Sementara pengumuman pemenang ujian CPNS direncanakan tanggal 22 Desember mendatang.

Kepala BKD Madina Asrul Daulay SIp saat dikonfirmasi METRO melalui Kepala Bagian Humasy Pemkab Madina M Taufik Lubis SH, usai pelaksanaan ujian menjelaskan, jumlah peserta yang mendaftar dalam penerimaan CPNS tahun 2010 sebanyak 5.086 orang. Sedangkan peserta yang tidak mengikuti ujian sebanyak 684 orang.

Diutarakan Taufik, ujian dimulai pukul 09.00 WIB, di mana sebelumnya pelamar sudah diimbau untuk hadir di lokasi ujian masing-masing pada pukul 08.00 WIB, karena naskah soal dibagikan kepada peserta pada pukul 08.30 WIB.

Alhamdulilah semuanya lancar. Hanya sedikit saja peserta yang terlambat, itupun hanya dalam beberapa menit saja setelah memasuki ruang ujian dan dibolehkan mengikuti ujian,” tuturnya.

Dijelaskannya lagi, naskah soal seluruhnya telah dimusnahkan pada Rabu sore sekira pukul 15.30 WIB di halaman kantor BKD Madina. Sedangkan lembar jawaban pelamar diantarkan Rabu sore dengan pengawalan pengamanan.

“Lembar jawaban akan diantar ke Unpad Bandung sore ini juga setelah nanti selesai dipacking kan dengan pengawalan ketat personel Polres Madina bersama BKD, DPRD Madina dari Komisi I, BKN Regional 4 yang membawahi Sumut dan Aceh, serta BKD Sumut,” bebernya lagi.

20 Soal Muatan Lokal

Pantauan METRO di tiga lokasi ujian, seluruh peserta terlihat konsentrasi saat menjawab seluruh soal dan mengaku bahwa jumlah soal yang harus dijawab sebanyak 120 soal. Rinciannya 100 soal umum, sedangkan 20 soal lagi berbentuk soal muatan lokal. Hal ini dikatakan Khairul Andi Nasution, salah seorang pelamar kepada METRO.

Diutarakannya, 20 soal bermuatan lokal tersebut di antaranya adalah mengenai budaya dan kondisi Kabupaten Madina, dan juga bangunan yang dimiliki Pemkab Madina. “Jumlah soal 120, dan 20 di antaranya sangat mudah karena tentang Kabupaten Madina seperti nama Bupati pertama dan nama Pj Bupati Madina yang sekarang. Di samping itu pertanyaan juga meliputi nama masjid yang dibangun Pemkab Madina serta budaya-budaya yang ada di Madina,” ungkap Andi yang kuliah di Madina dan tinggal di Madina.

Berbeda dengan pelamar yang mengaku dari luar Kabupaten Madina, seperti Abdullah Masrur. Dirinya mengaku, soal umum tidak terlalu sulit. Namun, yang sangat sulit menurutnya adalah soal muatan lokal yang berjumlah 20.

“Kalau soal umum yang 100 itu menurut saya mudah, tapi yang sangat sulit saya jawab adalah soal muatan lokalnya. Maklumlah bang saya dari luar daerah dan saya hanya tahu nama mantan Bupati Madina saja yakni Amru Daulay. Yang lainnya saya tak bisa jawab lagi,” tuturnya.

Pengumuman hasil ujian CPNS Madina akan diumumkan pekan depan, yakni tanggal 22 Desember. Hal ini disampaikan Kabag Humasy Pemkab Madina M Taufik Lubis SH.

Pj Bupati Madina, Ir H Aspan Sofian Batubara MM saat ditanya METRO terkait santernya isu jual beli kursi CPNS, menegaskan bahwa penerimaan CPNS Madina dijamin murni tanpa ada rekayasa atau penyelewengan dalam bentuk apapun. (wan)-(metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*