Ujian Nasional – Ribuan Siswa SMP/MTS Tak Lulus UN 2011

1334265620X310 Ujian Nasional Ribuan Siswa SMP/MTS Tak Lulus UN 2011
Tak hanya pada UN SMA, praktik kecurangan UN berupa contek-contekan dan buka catatan mewarnai pelaksanaan UN tingkat SMP di Polewali Mandar, Senin (25/4/2011).

KOMPAS.com — Sebanyak 1.154 siswa SMP/MTS se-Jawa Timur dinyatakan tidak lulus dalam Ujian Nasional 2011. Jumlah itu menunjukkan penurunan jumlah siswa yang tidak lulus bila dibandingkan dengan Ujian Nasional 2010.

“Jumlah itu hanya 0,21 persen dari 540.608 pelajar SMP/MTS se-Jawa Timur (Jatim),” kata Kepala Dinas Pendidikan Jatim M Harun di Surabaya, Kamis (2/6/2011).

Menurut dia, jumlah itu berarti ada penurunan jumlah siswa SMP/MTS di Jatim yang tidak lulus ujian nasional (UN) dibandingkan dengan tahun 2010 karena UN 2010 tercatat 1.509 dari 534.020 siswa SMP tidak lulus atau 0,28 persen.

“Jadi, tingkat kelulusan pelajar SMP/MTS se-Jatim dalam UN 2011 mencapai 99,79 persen, sedangkan tingkat kelulusan dalam UN 2010 mencapai 99,72 persen,” paparnya.

Harun mengatakan, hasil itu menempatkan Jatim pada peringkat ketiga secara nasional setelah Bali dan Sumatera Utara (Sumut) dengan nilai akhir 7,86.

“Nilai itu di atas rata-rata nilai akhir siswa SMP/MTS secara nasional, yakni 7,56, apalagi peserta UN SMP/MTS di Jatim sebenarnya tidak sebanding dengan Bali dan Sumut karena jumlah peserta UN SMP/MTS di Jatim justru setara dengan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta,” ujarnya.

Selain itu, jumlah siswa SMP/MTS yang tidak lulus UN sebanyak 0,21 persen tersebut “meningkat” dibanding jumlah kelulusan siswa SMA/MA/SMK di Jawa Timur yang tidak lulus UN 2011 yang mencapai 0,25 persen atau 709 siswa dari 1.536 juta siswa yang tidak lulus.

Baca Juga :  Ini Dia yang Lulus Seleksi Ketua KPK

“Hasil UN 2011 itu akan diumumkan pada 4 Juni. Namun, teknis pengumumannya kami serahkan kepada dinas pendidikan dan SMP/MTS di kabupaten/kota setempat,” tuturnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*