Ular Python 8 Meter Ditangkap di Dusun Aek Nadenggan, Desa Sihuik-huik, Kec. Angkola Selatan, Tapsel

Ular phyton-Ilustrasi.

TAPSEL, Seekor ular jenis python sepanjang 8 meter dan berat kurang lebih 250 kilogram berhasil ditangkap warga Dusun Aek Nadenggan, Desa Sihuik-huik, Kec. Angkola Selatan, Tapsel, Sabtu (31/5). Ular ini sebelumnya sudah meresahkan warga, karena selalu memangsa ternak warga sekitar, seperti kambing, ayam dan angsa.

Ular ini awalnya dilihat Maria boru Lumbangaol (51), warga setempat yang hendak mengambil air di sumber air di sekitar kebun sawit di dusun tersebut. Ketika di pengambilan air, dia melihat ular sedang teridur setelah memangsa angsa milik warga sekitar.

Kendati kaget dan takut melihat ular tersebut, boru Lumbangaol lantas berteriak dan memberitahukan warga di sekitarnya. “Ular, ular, tolong,” ujar Alex (42) yang juga ikut menggiring ular tersebut mengulang ucapan Maria.

Ular ini kemudian ditangkap Adi Dalimunthe (49), warga Sidangkal, Kec. Padangsidimpuan Selatan yang juga dikenal sebagai pawang ular yang kebetulan melintas dari dusun tersebut, setelah pulang dari kebun miliknya di Desa Mosa, Angkola Selatan.

Adi Dalimunthe kepada wartawan, Minggu (1/6) di rumahnya menceritakan, ketika itu dia hendak pulang dari kebun di Desa Mosa, Angkola Selatan menuju rumahnya di Silandit, Psp Selatan. Ketika melintas di Desa Sihuik-huik, dia mendengar teriak seorang wanita dari kebun sawit tentang ada ular besar. Lalu dia menoleh dan mengambil karung goni dan mengejar ular tersebut sembari memasukkan kepalanya ke karung.

Baca Juga :  Pelantikan Plt. Bupati Palas Ali Sutan Harahap Batal - PTUN Jakarta Batalkan SK Mendagri

Dibantu 4 orang warga sekitar, ular itu pun berhasil diseret ke tanah lapang. “Ular itu sempat kupukul dibagian kepalanya,” jelasnya.

Ular tersebut sudah lama meresahkan warga, karena sering memakan ternak. Ular itu sebelumnya sudah memangsa 2 ekor kambing, belasan angsa dan puluhan ayam milik warga.

“Sebelum diketahui bahwa ular yang memakan ternak tersebut, warga saling curiga bahwa ada pencuri ternak di dusun itu. Belakang baru diketahui bahwa ular yang memakannya. Makanya ular itu sudah kami bunuh,” jelas Alex, petani di Desa Sihuik-huik. (mag-1/deo)

Sumber: SUMUTPOS.CO –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*