Ulat Tentara Serang 4 Kecamatan Di Paluta

220px Spodoptera frugiperda worm Ulat Tentara Serang 4 Kecamatan Di PalutaPADANGBOLAK- Empat kecamatan di Kabupaten Padang Lawas Utara diserang ulat grayak atau biasa disebut ulat tentara. Serangan ulat ini cukup membuat warga sengsara. Sebab, warga harus menanam kembali padi yang belum sempat dipanen.

Empat kecamatan di Padang Lawas Utara (Paluta) yang diserang ulat grayak, antara lain, Kecamatan Padang Bolak, Portibi, Halongonan, dan Padang Bolak Julu.
Hama itu menyerang tanaman padi yang hampir berbulir. Daun padi meranggas karena dimakan ulat. Akibatnya, bulir padi tidak bisa tumbuh maksimal karena daun tak bisa memasak makanan. Bila dibiarkan, lama-kelamaan padi pasti mati.

Kepala Dinas Pertanian Paluta Aminusin Harahap, kepada Metro Siantar (Grup JPNN)  mengaku sudah menerima laporan mengenai serangan ulat itu. “Serangan ulat grayak terjadi setiap puncak musim kemarau. Ulat grayak kerap merusak kebun dan sawah,” sebutnya.

Ia menambahkan, pihaknya  sudah menerjunkan petugas ke lapangan untuk memantau sekaligus memberikan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kepada para petani yang terserang hama.

“Ulat grayak memiliki sifat merusak dengan cepat. Dengan cara berkoloni, ulat ini memotong batang padi pada saat fase generatif atau bermalai. Ulat grayak tidak akan menyerang saat vegetatif. Dan serangannya cukup cepat. Dalam semalam, tanaman padi akan hancur karena populasi ulat yang tinggi,” ungkapnya.

Meski demikian, sambungnya,  pihaknya telah berusaha untuk melakukan pengendalian hama secara bergotong royong bersama dengan warga. “Saat ini kita sedang melakukan penyemprotan dengan swadaya. Kasus telah saya laporkan kepada Bupati, mudah-mudahan ada bantuan dari Pemkab,” harapnya.

Baca Juga :  Kadis Kesehatan: Bidan Ujung Tombak Persalinan

Untuk diketahui, sesuai dengan kebiasaan ulat grayak aktif pada malam hari, sehingga penyemprotan insektisida ini harus dilakukan saat hari mulai gelap.  Siang hari, ulat-ulat biasanya bersembunyi di bawah rerumputan, daun, bahkan di bawah mulsa atau di rongga-rongga tanah yang terlindung dari sinar matahari.

Penyemprotan insektisida juga efektif dilakukan saat ulat grayak masih muda. Jika sudah tua dengan warna lebih gelap akan susah untuk dikendalikan. (thg)

Sumber: http://jppn.com
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*