UltraPort, Aplikasi Android Anti Macet

Macet, siapa yang tak pernah menemui kondisi ini di Jakarta. Bahkan macet menjadi salah satu alasan untuk memindahkan ibukota. Berangkat dari fenomena ini, Antonius Andry coba membuat aplikasi untuk ponsel Android yang bisa memberikan solusi bagi kemacetan.

Ultimate Traffic Reporting atau yang disingkat menjadi UltraPort adalah aplikasi yang digawangi pria 29 tahun itu untuk menunjukkan peta kemacetan lalu lintas. Dengan memanfaatkan sinyal yang dipancarkan ponsel, UltraPort akan mencatat kondisi lalu lintas berdasarkan kecepatan perpindahan ponsel tersebut.

“Ide awalnya sederhana. Bagaimana ponsel kita bisa memberikan informasi lalu lintas secara otomatis,” katanya saat berbincang santai dengan detikINET di kantor detikbandung, Jalan Lombok No 33.

Selama ini, informasi tentang kemacetan dikatakan bisa diperoleh dari radio ataupun internet. Namun hal ini dirasa masih kurang efisien mengingat masyarakat harus menyetel radio ataupun membuka internet untuk mengetahui ‘makanan’ sehari-hari warga Jakarta itu.

“Orang juga bisa saja mengetahui lokasi atau jalan yang macet melalui radio atau internet. Namun kurang efisien. Selain butuh waktu untuk mengakses, terkadang informasi yang disampaikan tidak realtime,” tutur Andry.

Pilihan mengembangkannya dalam platform Android pun bagi Andry bukan tanpa alasan. Selain lebih mudah membuatnya karena sistem operasi ini terbuka, Android juga masih baru sehingga banyak orang atau pengembang perangkat lunak yang akan mengembangkannya. Andry melihat ini sebagai potensi yang luar biasa.

Baca Juga :  Tanaman 'Bunglon' Bisa Berganti Warna

“Memang jika dibandingkan dengan BlackBerry atau ponsel Symbian, ponsel Android masih kalah populer. Tapi ini hanya masalah waktu dan edukasi saja kok. Potensi untuk berkembangnya masih terbuka lebar. Dan potensi bisnisnya juga sangat besar,” terangnya.

Saat dijajal detikINET, aplikasi yang masih berupa prototype ini terbilang user friendly. UltraPort berdiri sendiri, tanpa perlu tambahan aplikasi lainnya. Saat membuka aplikasi ini, layar ponsel langsung akan menunjukan peta lokasi di mana kita berada.

Untuk mengetahui informasi titik kemacetan, pada peta akan ditandai dengan warna tertentu. Misalnya, jalan yang macet akan ditunjukkan di layar dengan tanda warna merah. Jalan yang padat dengan warna biru dan jalan yang lancar dengan warna hijau.

“Jadi user atau pengguna hanya tinggal menghindari jalan yang diberi tanda warna merah tersebut. Kita hanya tinggal klik saja, dan kita bisa dapat info titik-titik jalan yang macet,” jelas lulusan Teknik Informatika ITB angkatan 2006 itu.

Namun sayangnya, saat ditanya kapan aplikasi ini akan dirilis, Andry mengaku belum bisa memastikan. Pasalnya, aplikasi yang sempat menjadi juara di ajang Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) tahun 2009 untuk Sub Kategori Android Based Application ini masih membutuhkan server agar bisa beroperasi sempurna.

Server tersebut, menurut Andry dibutuhkan untuk bisa menambah peta lokasi kota-kota selain Jakarta dan Bandung. Di samping itu juga untuk menampung informasi yang dipancarkan oleh ponsel yang menggunakan aplikasi ini.

Baca Juga :  18 Stasiun TV Akan Mengudara secara Digital Tahun Depan

“Dan itu (kebutuhan server-red.) tidak murah. Jadi untuk sementara UltraPort masih dalam tahap prototype. Sambil cari sponsor,” pungkasnya.

( afz / ash )

Sumber : http://www.detikinet.com/read/2010/09/19/112720/1443139/731/ultraport-aplikasi-android-anti-macet/?i991101105

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*