Ulu Sosa & Sihapas Barumun Bakal jadi Kecamatan

Pembentukan kecamatan baru di Kabupaten Padang Lawas, yakni Kecamatan Ulu Sosa berpisah dari Sosa dan Sihapas Barumun berpisah dari Barumun Tengah, akan direalisasikan tahun ini. Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan Pemkab Palas, Ramal Guspati Pasaribu, mengatakan, dua kecamatan yang akan menyusul dimekarkan itu sudah memenuhi standar dan syarat dimekarkan. Mulai dari jumlah penduduk, luas geografi, sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Saat ini, Pemkab sedang menyusun draf rencana pemekaran agar lebih matang. “Ada beberapa hal yang harus diperhatikan termasuk dukungan masyarakat, tokoh masyarakat, pemuda serta desa-desa yang akan masuk kecamatan,” ujarnya kepada METRO, Jumat (25/2).

Ia menambahkan, rencananya usulan pemekaran kecamatan baru yang direncanakan tahun ini rampung, masing-masing kecamatan baru akan memiliki 11 desa. “Potensi untuk dimekarkan sudah hampir rampung. Hanya saja yang jadi polemik saat ini adalah titik pusat desa yang akan dijadikan ibukota kecamatan belum rampung. Sebab, masih ada perbedaan pendapat di tengah-tengah masyarakat lokasi letaknya,” ujarnya.

Sebelumnya Palas memiliki 9 kecamatan, yaitu Kecamatan Barumun dengan ibukota Sibuhuan, Ulu Barumun dengan ibukota Paringgonan, Lubuk Barumun dengan ibukota Pasar Latong, Barteng dengan ibukota Binanga, Huristak ibukotanya Pasar Huristak, Sosa dengan ibukota Ujung Batu, Batang Lobu Sutam dengan ibukota Pinarik, Hutaraja Tinggi dengan ibukota Panyabungan dan Sosopan dengan ibukota Sosopan.

Baca Juga :  Sidang Kasus Jual Beli Tanah Ricuh

Lalu, untuk tahun ini, ada 2 pemekaran kecamatan baru yang diresmikan Senin (21/2) lalu, yakni, Kecamatan Aek Nabara Barumun dengan ibukotanya Aek Nabara hasil pemekaran dari Kecamatan Barteng. Dan Kamis (24/2) lalu Kecamatan Barumun Selatan dengan ibukota Batang Bulu. Saat ini, total Kecamatan di Kabupaten yang dimekarkan tahun 2007 lalu menjadi 11 kecamatan. (amr/ann) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*