UN di 30 Kabupaten/Kota di Sumut Bermasalah

(Analisa/qodrat al-qadri). TINJAU PENYELENGGARAAN UN: Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho didampinggi Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Muhammad Zein bersama para pengawas meninjau hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sesaat sebelum dimulainya ujian di SMA Harapan 3, Sumut, Senin (15/4). Sejumlah sekolah di berbagai wilayah Sumut menunda ujian nasional karena tidak mendapatkan naskah soal ujian akibat keterlambatan dan kekurangan soal dari pusat.

Medan, (Analisa).Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di Sumut amburadul. Sebanyak 521 sekolah di 30 kabupaten/kota di Sumut terpaksa menunda UN karena berbagai persoalan.

Demikian disampaikanKepala Dinas Pendidikan Sumut, Drs Muhammad Zein MSi didampingi Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan UN 2013 Sumut yang juga rektor Unimed, Prof Dr Ibnu Hajar MSi, dan Kepala Dinas Kominfo Provsu, Jumsadi Damanik saat menggelar konferensi pers di Aula Diskominfo Sumut, Jalan HM Said Medan, Senin (15/4).

Kadisdik Sumut menjelaskan, saat ini pihaknya terus menunggu laporan dari kabupaten/kota. Hingga pukul 15.30 WIB sudah ada 30 dari 33 kabupaten/kota yang pelaksanaan UN bermasalah.

Menurutnya, persoalan UN ditemukan antara lain kekurangan naskah soal atau lembar jawaban. Berdasarkan data evaluasi Dinas Pendidikan Sumatera Utara, ada 30 kabupaten/kota yang pelaksanaan UN bermasalah. Bahkan terpaksa sekolah menunda dengan berbagai alasan.

Dia mengungkapkan pemberitahuan penundaan UN dari Jakarta diketahui pukul 18.00 WIB dan diberitahukan bahwa yang tidak bisa melaksanakan UN bisa mengikuti ujian susulan pada 22 April 2013.

Di Sumut, katanya pelaksanaan UN tetap dilaksanakan dan tidak ditunda karena memang kekurangan naskah soal tidak mencapai 50 persen.

Dari 30 kabupaten/kota yang pelaksanaan UN bermasalah antara lain, Kota Medan, Pematang Siantar, Binjai, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, Sibolga, Padang Sidempuan, Deli Serdang, Langkat, Simalungun, Karo, Dairi, Asahan, Labuhan Batu, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Padang Lawas, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, dan Nias Utara.

Kurang Baik

Sebelumnya, Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST mengakui UN tahun ini berlangsung kurang baik.

Hal ini terungkap ketika Gubsu, didampingi Rektor Unimed, Prof Dr Ibnu Hajar MSi, Ketua Pengawas Satuan Pendidikan UN 2013 Sumut, Prof Dr Khairil Anshari, dan Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Drs Muhammad Zein MSi meninjau pelaksanaan UN di SMA Swasta Harapan 3, Jalan Karya Wisata, Deli Serdang.

Dari kunjungan tersebut ditemukan ada 31 siswa SMA Harahapan 3 jurusan IPS tidak mengikuti UN karena soal tidak ada. Sementara 58 siswa jurusan IPA tetap melaksanakan UN.

Gubsu kepada wartawan mengakui UN tahun ini agak sedikit kurang baik. Dia mencontohkan di SMA Swasta Harapan 3 Kabupaten Deli Serdang di mana siswa jurusan IPS belum bisa ujian dikarenakan tidak datangnya naskah soal untuk IPS. “Ini semua bukan kesalahan pada pelaksanaan di provinsi, baik itu pengawas atau pelaksana, tapi lebih karena belum sampainya naskah dari Jakarta,” katanya.

Baca Juga :  ORANG TOBA - Dengan Tarombo Sianjur Mula-Mula

Gatot menambahkan, secara umum persiapan siswa bagus dan ketika siswa tidak mengikuti ujian pihak sekolah langsung mengumpulkan siswa di musola untuk diberi pengarahan sehingga mudah-mudahan memahami dan tetap santai menghadapi UN.

Usulkan Ditunda

Dia mengatakan kekurangan naskah soal UN diketahui tadi malam ketika sudah sampai ke kabupaten/kota. Saat itu, dirinya langsung berkoordinasi dengan Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan UN 2013 Sumut, Prof Dr Ibnu Hajar MSi.

Gatot bahkan sempat menyampaikan usulan agar pelaksanaan UN di Sumut ditunda semua seperti 11 provinsi yang lain. Tapi karena tak semuanya bermasalah dan sebagian besar naskah ujian sampai sehingga sesuai arahan menteri tetap melaksanakan bagi sekolah yang naskah ujian lengkap.

Sedangkan, bagi sekolah yang masih memungkinkan difotokopi karena kekurangan tidak terlalu banyak bisa difotokopi pihak sekolah dengan izin pengawas tapi jika tak dimungkinkan untuk difotokopi maka mekanisme ditunda.

Gatot juga akan menyampaikan kepada Mendikbud agar me-warning perusahaan pemenang tender pencetakan lembar soal untuk wilayah Sumut serta tiga provinsi lainnya karena perusahaan ini juga yang menangani UN SMP. “Kami minta menteri me-warning perusahaan pemenang tender UN ini sehingga tidak terjadi lagi pada pelaksanaan UN SMP pekan depan,” tegas Gatot.

Soal UN Susulan Diganti

Koordinator Pengawas Satuan Pendidikan UN 2013 Sumut, Prof Dr Ibnu Hajar MSi mengatakan, dari 23 kabupaten/kota yang UN-nya bermasalah itu bervariasi. Tapi, yang teridentifikasi sebagian besar naskah kurang umumnya naskah soal UN IPS. Bahkan, lanjutnya ada yang ekstrim memang seperti di Pesantren Purba Baru seluruh naskah IPA dan IPS tidak ada tersedia.

Sementara di Humbang Hansudutan ada sembilan sekolah yang naskah IPS tidak ada. Kondisi ini, lanjut rektor, sudah didiskusikan dengan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh.

“Kondisi ini sudah saya laporkan. Awalnya memang Pak Gubernur menyarankan agar ditunda saja. Tapi ini cukup berisiko dan cost-nya sangat mahal dan kedua persoalan soal UN,” katanya.

Dijelaskan Ibnu Hajar, soal di Sumut itu digunakan di Banten, Sumbar, dan Riau. Di tiga tempat ini tidak ditunda, makanya kalau di Sumut ditunda akan ada masalah dengan soal nanti karena di tiga tempat lain dilaksanakan. Makanya, dicari solusi ini harus jalan, dengan pilihan yang ada soal jalan dan yang kurang masih terjangkau difotokopi ya difotokopi tergantung di mana tempat pelaksanaan dilaksanakan,” katanya.

Baca Juga :  Kado HUT Padangsidimpuan, Banjir Bandang Terjang Desa Manegen dan Desa Goti

Misalnya, kata Ibnu kalau kekurangan mencapai 5000-15.000 halaman dan harus difotokopi. Jika di Medan 10.000 halaman gampang karena banyak mesin difotokopi. Tapi kalau di Humbang Hasundutan 6.000 halaman saja tidak mungkin karena tidak ada mesin fotokopi kalaupun ada paling hanya memiliki kertas 6.000 atau lima rim.

“Untuk kasus seperti itu kami rekomendasi pada pilihan ketiga yakni ditunda untuk ujian susulan yang pelaksanaan 22 April. Saya juga tegaskan. Kalau belum ada perubahan, kadis pendidikan kabupaten/kota jangan mengubah atau menggeser,” ungkap Rektor.

Saat ditanya naskah untuk ujian susulan akan berubah, Ibnu menegaskan kemungkinan berubah karena soal tersebut sudah diujikan di tiga provinsi lain.

Penegasan BSNP

Di tempat sama, Ketua Pengawas Satuan Pendidikan UN 2013 Sumut, Prof Dr Khairil Anshari menunjukkan surat dari BSNP terkait kekurangan naskah soal di Sumut.

Adapun keputusan BSNP yakni, pertama, sekolah yang sudah mendapat naskah soal ujian yang lengkap tetap melaksanakan UN sesuai jadwal. Kedua, sekolah yang mengalami kekurangan naskah soal ujian dapat memfotokopi naskah soal tersebut sesuai aturan POS UN Tahun Ajaran 2012/2013. Sumber soal dan LJUN untuk difotokopi tak berasal dari satu naskah saja tetapi bervariasi dalam dua puluh paket pada satu ruangan. Ketiga, sekolah yang tidak mendapatkan sama sekali naskah ujian, maka peserta UN di sekolah tersebut mengikuti UN susulan.

Di tempat terpisah, Kadis Pendidikan Kota Medan, Drs Parluhutan Hasibuan mengatakan, pelaksanaan UN di Medan juga bermasalah. Diketahui ada dua sekolah yang terpaksa sebagian siswa tak mengikuti UN karena naskah soal tidak sampai ke sekolah. Kedua sekolah tersebut, SMA Negeri 10 Medan dan MAN 2 Model Medan.

Di SMA N 10 Medan, katanya untuk naskah soal jurusan IPA tidak ada, sedangkan di MAN 2 Model Medan untuk naskah soal jurusan Bahasa. Sementara UN Paket C di Medan juga bermasalah di mana jurusan IPA tidak melaksanakan ujian karena tidak ada soal. (maf/ir/rmd) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*