UN di Padangsidimpuan Matematika Sulitnya Minta Ampun

r.com)SIDIMPUAN- Hari kedua UN, Selasa (19/4) dengan mata pelajaran Matematika cukup membuat siswa kewalahan. Mereka kesulitan mengerjakan soal-soal yang diujikan meskipun waktu yang diberikan cukup lama, yakni 2 jam. Nurainun misalnya. Salah seorang siswi SMKN 1 Psp ini, mengaku cukup kesulitan dalam menjawab soal matematika. Sebab, soal yang keluar hanya ada beberapa yang serupa atau mirip seperti yang mereka pelajari di sekolah ataupun pada saat try out.

Menurutnya, mulai soal nomor 1 hingga 40 semuanya sulit. Namun ia mampu menyelesaikan 50 soal tersebut. “Meskipun soal-soalnya sulit, tapi bisa saya selesaikan,” ucapnya. Siswa lainnya, Heri dan Siska, juga mengaku cukup kesulitan menjawab soal matematika. Sebab, selain soalnya menghitung, pada saat try out sejumlah soal juga tidak ada yang sama keluar pada saat UN, sehingga menyulitkan mereka untuk menjawabnya.

Sejumlah siswa di Paluta juga mengatakan hal senada. Menurut mereka ujian Matematika sulit karena prediksi soal-soal selama try out banyak yang meleset. “Yang diujikan pada hari kedua memang cuma satu pelajaran, yakni matematika.Tetapi soal-soalnya sulit semua,” keluh Nirda Ritonga, salah seorang siswa jurusan IPA SMAN 1 Padang Bolak.
Senada diungkapkan Ardi. Siswa Asal Madrasah Aliyah swasta di Gunung Tua ini menambahkan, pada hari pertama, ia tidak mengalami kesulitan untuk menjawab soal. Namun untuk hari ini (kemarin) ia cukup kewalahan mengerjakan ujian Matematika.

“UN pertama tidak ada hambatan. Tapi ujian matematika ini sulitnya minta ampun. Rasanya waktu dua jam itu nggak cukup. Dari keseluruhan soal hanya 10 persen soal yang pernah diujikan pada try out, namun begitupun saya tetap optimis dan menyelesaikannya,” pungkasnya. Hal sama juga diungkapkan siswa di Kabupaten Madina, sejumlah siswa mengaku soal matematika yang berjumlah sebanyak 40 lebih sulit dibandingkan mata pelajaran sebelumnya. Siswa juga merasa waktu yang tersedia itu masih kurang untuk menjawab seluruh soal.

Baca Juga :  Sembilan Daerah Sepakat Gelar Pilkada Serentak, Termasuk Tapsel

Masdoharni siswa SMKN 1 Panyabungan misalnya. Menurutnya, soal matematika yang diujikan hari ini sebanyak 40 soal. “Jumlah soal seluruhnya 40 dan lebih sedikit dari soal Bahasa Indonesia kemarin yang berjumlah 50, tetapi tingkat kesulitannya soal Matemtika ampun lah,” sebut Harni. Dijelaskan Masdoharni, memang soal-soal yang dihadapkan kepada peserta UN tak jauh berbeda dengan yang pernah dipelajari atau pada saat latihan sebelum UN, tetapi yang berbeda hanyalah tingkat kesulitannya ditambahi waktu yang tersedia.

“Kami hanya memiliki waktu selama 2 jam sedangkan soal-soal nya membutuhkan waktu tidak singkat untuk merumuskannya,” tambah Harni. Berbeda dengan yang dirasakan oleh Jamilah, dirinya merasa soal matematika tak terlalu sulit dan masih mudah diselesaikan dibandingkan dengan soal Bahasa Indonesia. ”Soal bahasa Indonesia saya rasa lebih sulit, karena jawabannya hampir sama, tetapi kalau Matematika menurut saya jawabannya objektif hanya tergantung kepada hasil kalkulasi saja,” ujar Jamilah.

LJK Rusak
Dinas Pendidikan (Disdik) Daerah Kabupaten Tapsel Marasaud melalui Kepala Bidang (Kabid) Dikmenum Drs Sultoni, kepada METRO, Selasa (19/4), mengatakan, sekitar 200-an Lembar Jawaban Komputer atau LJK di Kabupaten Tapsel rusak.
Jumlah LJK rusak sudah dilaporkan ke Disdik Provinsi Sumut agar dikirimkan penggantinya. “Kemungkinan kekurangannya besok pagi (Rabu 20/4) sudah sampai di sini,” ucap Sultoni. Sedangkan di hari kedua UN, terangnya jumlah peserta yang tidak hadir tetap 30 siswa yang juga siswa yang tidak hadir hadir hari pertama UN. Sementara di Kota Padangsidimpuan, sejumlah LJK kurang. “Sudah kita minta tambahannya, dan besok (hari ini, Rabu 20/4), kekurangannya sudah sampai dari Disdik Provinsi,” terang Kadisdik Psp, Drs Abdul Rosad Lubis. “Selama 2 hari ini UN berjalan baik dan lancar dan mudah-mudahan sampai selesai semuanya lancar,” tambah Abdul Rosad. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Ongku: Pemilukada, PNS harus Profesional

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*