UNDIAN NOMOR BERHADIAH DI WILAYAH TAPANULI SELATAN

Akhir-akhir ini undian Nomor Berhadiah seperti SDSB, Forkas, Togel dan undian lainnya sangat banyak beredar di wilayah Tapanuli Selatan dan sangat mudah dijumpai di warung-warung rokok, warung toko, lapo, warung nasi baik ditingkat kota kecamatan, kota kabupaten apalagi tingkat wilayah Pedesaaan yang ada di wilayah Tapanuli Selatan, bahkan mungkin saja diseluruh wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Saat Kapolri pak Sutanto dulu, undian ini benar2 hilang dari wilayah Tapanuli bagian Selatan, namun seiring pergantian kepemimpinan Kapolri ke Pak Bambang D (Penerus Kapolri dari Pak Sutanto) hingga Kapolri sekarang ini, pelan2 aturan pelarangan ini dilapangan makin hari makin tidak terasa bahkan seakan peraturan itu tidak berlaku lagi untuk pelarangan dilakukannya Undian Nomor Berhadiah semacam Togel yang sangat beredar saat ini dimasyarakat. Bahkan para Babinsa dan Bimas yang diutus untuk menjaga desa-desa yang tersebar di wilayah Tapanuli Selatan, seakan tak berdaya dan membiarkan kegiatan ini beredar di masyarakat secara terbuka. Bahkan sangat mudah sekali kita temukan kertas-kertas, rekapan2, petunjuk2 bahkan buku2 mimpi dan bukti lainnya di setiap lapo-lapo,warung nasi yang ada di Desa-desa Tapanuli Selatan di wilayah kecamatan2 yang ada di Tapanuli Selatan.

Yang membingungkan lagi undian-undian nomor ini justru sangat aman dan umum didapat di masyarakat di desa-desa asal usul pejabat dan penegak hukum yang ada di Tapanuli Selatan atau Tapanuli bagian Selatan. Para Ibu rumah tangga, anak-anak perempuan dan para tokoh masyarakat yang sudah berumur dan tokoh agama mulai resah dan cemas melihat tidak ada tindakan pencegahan atas perilaku kegiatan yang bisa meresahkan masyarakat dan berdampak jangka panjang bagi kehidupan sehari-hari masyarakat nantinya. Apalagi pihak keamanan dari Babinsa dan Bimas serta ketua-ketua kepala Desa dan camat terkesan membiarkan dan membolehkan kegiatan ini beredar di desa-desa yang menjadi wilayahnya, maka semakin membuat pihak2 tokoh2 masyarakat yang sudah tua, tokoh agama dan ibu-ibu rumah tangga mulai mencemaskannya. Hal-hal yang mulai meresahkan di masyarakat yang dialami keluarga-keluarga akibat suaminya candu memasang nomor undian semacam Togel dulu. Perubahan perilaku yang memasang juga semakin memperlihatkan yang bisa meresahkan kehidupan masyarakat sehari-hari di Desa-desa/kampung2 yang ada.

Baca Juga :  Truk Pembawa Alat Berat Masuk Jurang, 7 Orang Kritis

Jika dilihat dari banyaknya beredar undian nomor yang tidak diboleh kan ini di sejumlah Desa-desa yang ada di tapanuli Selatan, sangat tidak mungkin pihak keamanaan setingkat POSPOL, POLSEK, POLRES, KORAMIL tidak mengetahuinya apalagi para BABINSA dan BIMAS sering juga duduk di lapo-lapo sambil minum kopi/teh melihat masyarakat memasang nomor undian yang meresahkan masyarakat.

Khusus untuk masyarakat Kec. Marancar, Tapanuli Selatan para Ibu Rumah Tangga, Tokoh Agama dan Tokoh Adat, Tokoh masyarakat, Pendidik mengharapkan agar kegiatan undian bernomor yang meresahkan masyarakat ini secepatnya dilakukan tindakan dari pihak kepolisian dan TNI tingkat POLRES dan tingkat Koramil, mengingat masyarakat kurang percaya jika yang melakukan tindakan pelarangan tersebut hanya berasal dari polisi tingkat POSPOL dan POLSEK. Dan jika hanya dari polisi Pospol dan Polsek maka adanya nanti hanya pemberhentian sementara saja dan tidak melarang selamanya seperti yang dilarang sesuai peraturan yang berlaku. Masyarakat Kec. Marancar berharap sebelum menjelang Bulan Puasa ini kegiatan ini sudah harus tidak ada lagi disetiap Desa-desa/kampung-kampung hingga kepedalaman sampai keperbatasan Kecamatan Sipirok. Disamping itu, Perjudian dan Narkoba juga perlu mendapat perhatian diwilayah ini dari pihak Keamanan untuk menghindari permasalahan-permasalahan dimasa yang akan datang.

Untuk itu, sangat diharapkan bagi Kepala Kepolisian baik tingkat POLSEK, Kepala Kepolisian Tingkat Resort turun tangan langsung untuk membasmi kegiatan yang sudah dilarang di Ibu Pertiwi ini, jika tingkat Kepolisian Polsek dan Polres tetap tidak melakukan penertiban / tindakan atas kegiatan ini di bulan July 2012 ini, maka bulan Puasa 2012 di wilayah-wilayah Tapanuli Selatan seperti di Kec. Marancar bisa menimbulkan gejolak2 dimasyarakat atau benturan-benturan yang bisa menimbulkan masalah2 yang lebih besar. Masyarakat akan mempunyai penilain tersendiri jika tingkat Polsek dan Polres tidak melakukan tindakan dan jika ini yang terjadi maka masyarakat akan melaporkan kegiatan-kegiatan ini ke tingkat lebih tinggi baik tingkat POLDA maupun tingkat Pusat agar kegiatan ini dilarang secepatnya beredar dan tidak memberi ruang untuk hadir kembali ke wilayah ini. horas…

Baca Juga :  Masyarakat Madina Harus Bersatu Tolak PT SM

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*