Ungu dan Drive Konser untuk Korban Bencana

Tiga grup band besar di blantika musik Indonesia, yakni Ungu, Drive, dan Armada, berencana membantu korban letusan Gunung Merapi dan tsunami Mentawai dengan menggelar konser musik amal.

Pernyataan tersebut diungkapkan vokalis Ungu, Drive, dan Armada saat menggelar jumpa pers di sela-sela konser musik Spektafest Panggung Parodi dan Musik Terbesar, Sabtu (30/10/2010) di lapangan Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Vokalis Drive, Anji, mengatakan, upaya yang dia lakukan yakni menggelar konser koin yang akan dilaksanakan di Jakarta dan mengumpulkan barang-barang milik personel bandnya untuk dilelang.

“Kami sudah merencanakan akan menggalang konser koin nanti di Jakarta tanggal 2 November 2010,” kata Anji.

Ia menjelaskan, konser koin tersebut bukan hanya dilakukan oleh kelompok musiknya, melainkan juga kelompok musik Indonesia lainnya yang ikut terlibat dalam konser tersebut.

Para musisi yang akan tampil di konser koin, kata Anji, akan menyumbangkan barang-barang artis, seperti jaket, topi, dan klip video untuk dilelang demi mengumpulkan dana yang selanjutnya akan diberikan kepada korban bencana.

“Konser koin di Jakarta sebagai kepedulian kita orang Indonesia khusus untuk korban bencana,” kata Anji.

Adapun pihak band Armada, kata vokalis Rizal, juga akan menggelar konser amal untuk menggalang dana. “Tentu pasti ada. Kami akan membantu bagi korban bencana di Indonesia. Waktunya belum tentu, tapi yang pasti awal bulan ini,” katanya.

Baca Juga :  Idul Adha, Mulan Jameela Berkurban Kambing Impor

Ungu pun mengutarakan niat yang sama dalam hal ini. Namun, bicara soal jumlah bantuan, Pasha selaku vokalis tidak mau menjelaskannya secara rinci.

“Ungu tidak dapat memberitahukan berapa besar yang diberikan, bagaimana, atau cara memberikannya kepada mereka. Itu menjadi cerita kita sendiri,” kata Pasha yang menambahkan bahwa ia turut prihatin terhadap korban bencana alam di Indonesia. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*