United Lengkapi Kegagalan Big Four

Manchester United menjadi tim big four terakhir yang gagal meraih hasil maksimal pada pekan keenam Premier League. Menyambangi Bolton Wanderers di Reebok Stadium, Minggu (26/9/2010), United harus puas membawa pulang hasil imbang 2-2.

Tampil sebagai tuan rumah, anak-anak asuh Owen Coyle bermain penuh percaya diri. The Trotters agaknya bernafsu mengikuti jejak Manchester City dan West Bromwich Albion yang berhasil mencuri kemenangan atas Chelsea dan Arsenal, Sabtu (25/9/2010) malam.

Foto : Michael Owen menyelamatkan Manchester United dari kekalahan oleh Bolton Wanderers / Foto: Reuters

Determinasi Kevin Davies dkk langsung membuahkan hasil ketika laga baru berjalan enam menit. Lee Chung-yong berhasil memberikan sepak pojok untuk kubu tuan rumah setelah tendangan kencangnya ditepis Edwin van der Sar.

Adalah bek asal Inggris, Zat Knight, yang kemudian menjadi momok Setan Merah dan memberikan keunggulan bagi Bolton. Lolos dari penjagaan Jonny Evans, Knight menyambut sepak pojok sebelum akhirnya menggetarkan gawang van der Sar melalui tendangannya. 1-0 untuk tuan rumah.

Gelandang veteran Ryan Giggs berpeluang menyamakan kedudukan bagi United, empat menit kemudian. Sayangnya, tendangan Giggs langsung mengarah ke pelukan kiper Finlandia, Jussi Jaaskelainen.

Memasuki menit 17, giliran Bolton mendapat peluang emas menggandakan keunggulan ketika wasit Phil Dowd menghadiahkan tendangan bebas. Davies, yang ditunjuk sebagai eksekutor, melepaskan bola kepada Johan Elmander di depan gawang. Namun, van der Sar dengan sigap mengamankan gawangnya.

Baca Juga :  Chelsea Dipecundangi "Kucing Hitam"

Kendati demikian, skuad asuhan Sir Alex Ferguson bisa bernapas lega setelah Luis Nani mengejar ketinggalan melalui gol cantiknya di menit 23. Menerima bola dari Wayne Rooney, winger Portugal melakukan solo run dari tengah lapangan sebelum menghempaskan bola ke gawang Jaaskelainen.

Hingga turun minum, skor 1-1 tidak juga berubah.

Berupaya keluar dari tekanan tuan rumah, United langsung menggebrak di awal babak kedua, melalui Patrice Evra yang memberikan umpan terukur kepada Rooney. Sayang, tendangan first time mantan striker Everton masih terlalu melebar.

Memasuki pertengahan babak kedua, United harus kembali tertinggal oleh The Trotters berkat kerjasama Chung-yong, Elmander dan Martin Petrov. Menyambut sepak pojok Petrov, Lee meneruskan bola kepada Elmander. Striker Swedia dengan jeli mendapati Petrov bebas dari kawalan dan segera mengoper bola kepada gelandang Bulgaria.

Publik Reebok Stadium pun bersorak ketika tendangan Petrov sukses menjebol gawang van der Sar setelah sempat menyentuh Darren Fletcher.

Demi menyegarkan lini serangannya, Fergie menurunkan striker veteran Inggris, Michael Owen, di menit 71 untuk menggantikan Fletcher. Mantan bintang Liverpool hanya butuh tiga menit untuk membayar kepercayaan sang pelatih dan menjadi pahlwan The Red Devils.

Menyambut tendangan bebas Nani, Owen memperpanjang napas United ketika tandukannya menjebol gawang Jaaskelainen, meski sempat membentur tiang.

Sial bagi United, gol Owen menjadi gol terakhir yang tercipta di Reebok Stadium, malam ini. Raksasa Manchester pun gagal mencatat kemenangan tandang pertama, sepanjang awal musim 2010/2011.

Baca Juga :  Joe Cole Ingin Liverpool Juara

Bukan hanya itu, sejak 2008 silam, inilah kali pertama seluruh tim big four (Chelsea, United, Arsenal, Liverpool) gagal memetik angka penuh dalam matchday yang sama.

Kendati demikian, United setidaknya masih bisa tersenyum. Raihan 12 poin memastikan Red Devils sukses mendepak Arsenal (11) dari peringkat dua klasemen sementara.

Susunan Pemain:

Bolton: Jaaskelainen, Steinsson, Knight, Ricketts, Robinson, Lee, Holden, Muamba, Petrov, Elmander, Kevin Davies. Subs: Bogdan, Taylor, Mark Davies, Klasnic, Moreno, Blake, Alonso

United: Van der Sar, O’Shea, Vidic, Jonathan Evans, Evra, Nani, Fletcher, Scholes, Giggs, Rooney, Berbatov. Subs: Kuszczak, Owen, Anderson, Smalling, Park, Rafael Da Silva, Macheda
(van)

Sumber : http://bola.okezone.com/read/2010/09/26/45/376146/united-lengkapi-kegagalan-big-four

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*