Unjuk Rasa Format di Kantor WalKot Padangsidimpuan Ricuh, Satpol PP & Mahasiswa Saling Dorong

Unjuk rasa puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Tabagsel (Format), di kantor Wali Kota Padangsidimpuan (Psp), Selasa (8/6), berlangsung ricuh. Dalam aksi yang menuntut penyelesaian kasus dugaan korupsi di pemko tersebut, mahasiswa terlibat aksi saling dorong dengan personel Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP), dan lima pemain teatrikal diamankan petugas.

Koordinator aksi, Hendrawan Hasibuan, dan koordinator lapangan, M Syafii Lubis, dalam percakapan dengan pihak Polresta Psp mengaku, kelima rekan yang diamankan Polresta Psp merupakan pemain teatrikal dalam aksi unjuk rasa tersebut. Akhirnya setelah kelima anak-anak jalanan tersebut diamankan mahasiswa, aksi unjuk rasa kembali berlanjut.

Selanjutnya, mahasiswa yang menuntut pertanggungjawaban wali kota dan sekdako terkait anggaran yang terindikasi mark up dan diduga dikorupsikan, terlibat aksi dorong, saat mencoba menerobos pertahanan Satpol PP Psp.

Akibatnya, mahasiswa dan personel Satpol PP saling dorong. Sekitar 30 menit saling dorong, aksi mahasiswa diterima beberapa pejabat teras Pemko Psp, yakni, Asisten I, II dan III, Rahuddin Harahap, Akhmad Nasution, Khairul Alamsyah Lubis, Kepala Bappeda, Hadi Ashari, Kadispenda, Bukhori Siregar, Kabah Hukum, Rahmat Nasution, di pelataran halaman kantor Wali Kota Psp.

Dalam penyampaian aspirasi, mahasiswa mendesak wali kota dan sekdako agar memanggil seluruh SKPD yang diduga terindikasi mark up dan korupsi. Lalu, mempertanggung jawabkan anggaran yang terindikasi mark up dan diduga korupsi utamanya beberapa tempat seperti, biaya sosialisasi pembuatan iklan baya kebakaran, sosialisasi tentang pembutan papan himbauan kebersihan, pengadaan bibit tanaman, pemeliharaan taman kota, pembangunan rumah sakit, dan lain-lain.

Baca Juga :  Perhitungan Sementara, Andi Mallarangeng Keok?

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/Unjuk_Rasa_Format_Ricuh_Satpol_PP_Mahasiswa_Saling_Dorong

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*