Untuk Korban Banjir Bandang Muara Batang Gadis, Dana Relokasi Diusul Rp107 M

Rabu, 10 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

MADINA-METRO; Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengusulkan dana sebesar Rp107 miliar kepada pemerintah pusat. Usulan dana tersebut merupakan upaya penanggulangan bencana dalam bentuk relokasi pemukiman untuk korban banjir bandang di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Madina.

Demikian disampaikan Bupati Madina, H Amru Daulay SH, melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmasy) Kabupaten Madina, Muhammad Sahnan Pasaribu, kepada METRO, Senin (8/2)

Menurut Sahnan, masyarakat kecamatan yang terkena banjir bandang sekitar 5 bulan lalu, sudah dapat beraktivitas kembali seperti biasa, akan tetapi kendala yang masih dirasakan masyarakat adalah tempat tinggal. Hingga kini, sebagian masyarakat masih menginap di rumah famili, sebab rumah warga yang rusak akibat banjir bandang belum ada perbaikan.

Pemkab Madina, lanjut Sahnan, sudah mengajukan permohonan yakni proposal kepada Pemerintah Pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional di Jakarta untuk bantuan dana relokasi dan rekonstruksi pemukiman warga yang dilanda banjir.

“Pak Bupati sudah berusaha semaksimal mungkin dengan mengajukan proposal bantuan kepada Pemerintah Pusat, agar warga yang dilanda banjir bandang Muara Batang Gadis bisa dilakukan relokasi pemukiman,” katanya.

Sahnan menambahkan, pihaknya terus melakukan peninjauan dan memberikan bantuan moril. Bantuan moril yang dimaksud berupa motivasi yang bisa menciptakan kemandirian bagi masyarakat. Sejauh ini, masyarakat Muara Batang Gadis pasca terjadinya banjir bandang sangat membutuhkan dukungan untuk mengembalikan kepercayaan diri dan semangat untuk membangun masa depan.

Baca Juga :  Air Asia Akui Sejumlah Barang Temuan Tim SAR

Dana dengan jumlah tersebut, tambahnya, di samping untuk relokasi pemukiman yang akan dipindahkan di daerah itu, juga dialokasikan untuk pembukaan akses transportasi. Pasalnya, akses transportasi menuju kecamatan Muara Batang Gadis sangat sulit.

“Rencananya akan kita buka akses transportasi supaya lebih mudah menuju daerah tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu mahasiswa asal Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kobol Nasution, mengatakan, masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya, sangat berterima kasih terhadap Pemkab Madina yang telah memberikan bantuan bagi masyarakat pasca banjir bandang tersebut. Namun, hingga kini masyarakat masih berharap Pemkab Madina dan para dermawan memberikan kontribusi lainnya.

“Warga masih membutuhkan alat-alat penunjang perekonomian yang terkait kepada pertanian, semisal alat deres, bibit padi, pupuk dan serta obat-obat hama insektisida dan serta alat tajam seperti parang dan lain sebagainya,” sebutnya. (mag-02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*