Upaya Merealisasikan UU Tata Ruang Indonesia di Psp – 2013 Ditargetkan RTH di Simarsayang

Tahun 2013 mendatang, Pemko Psp menargetkan Ruang Tata Hijau (RTH) sebagai percontohan di Sumut. Pasalnya, sesuai dengan UU Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang di Indonesia belum tercapai termasuk Kota Psp.

Kepala Seksi Tata Ruang Dirjen Pekerjaan Umum (Kasi PU) pusat, Erwan Efendi kepada wartawan, Jumat (14/10) saat acara peringatan ulang tahun tata-ruang nasional Peprovsu yang dipusatkan di komplek perkantoran Kota Psp, Pijor Koling mengatakan, bila mengacu terhadap peraturan perundang-undangan, setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia termasuk Kota Psp harus memiliki RTH sebesar 30 persen dari total luas wilayahnya.

“Dari 30 persen ini 10 persen di antaranya harus direalisasikan menjadi RTH untuk publik, sedangkan di Kota Psp sesuai dengan data yang ada pada kita, masih belum ada RTH,” katanya. Dikatakannya, belum tercapainya target tersebut disebabkan beberapa kendala seperti pembebasan lahan, karena pada umumnya, pemerintah banyak menemui kesulitan ketika ketika pembebasan wilayah.

Faktor lainnya kata Erwan, keterbatasan wilayah seperti di kota-kota besar yang padat penduduk seperti di Kota Psp, pemerintah pusat melalui Dirjen PU menargetkan 50 persen dari luas wilayah yang ada. Sebab, kondisi geografis di Kota Psp sangat memungkinkan untuk melebihi target sesuai dengan amanah UU nomor 26 tahun 2007.

Dirinya juga mengingatkan Pemko Psp untuk lebih sering melakukan koordinasi dengan instansi terkait ditingkat I ataupun pemerintah pusat, sehingga target yang diamanahkan bisa tercapai. Sementara itu, Kabid Penataan Ruang Dinas Tarukim Provsu, Syamsul Bahri Ritonga mengungkapkan, Kota Psp menjadi salah satu andalan Pemprovsu untuk mencapai target RTH yang dituangkan dalam UU, karena menurutnya, masih banyak wilayah di Kota Psp yang bisa dijadikan RTH, namun selama ini belum difungsikan.

Baca Juga :  Karena Tidak Terbukti Berbuat Pidana - PN Padang Sidimpuan Bebaskan Panda dan Dewi dari Seluruh Dakwaan Jaksa

Menurutnya, tarcapai atau tidaknya target RTH tergantung kepada pemerintah setempat, karena pihak Pemprovsu hanya menerima dan meneliti rancangan yang sudah dibuat dan diajukan oleh pemerintah setempat.

Tor  Simarsayang Jadi Percotohan RTH di Sumut
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Kepala Bappeda) Kota Psp, Samakmur MM mengungkapkan, untuk merealisasikan target berdasarkan UU tersebut, sejumlah daerah akan dibebaskan seperti Tor Simarsayang. Menurutnya, target dalam jangka pendek pemerintah akan menjadikan Tor Simarsayang menjadi RTH percontohan di Sumut.
“Ada 10 hektar luas Tor Simarsayang. Rencananya daerah ini akan dijadikan RTH dan menjadi percontohan di Sumut,” tegasnya.

Kemudian dijelaskannya, kendala utama pemerintah untuk membuat RTH adalah pembebasan lahan. Menurutnya, harus ada kerjasama antar instansi yang terkait agar program RTH dapat direalisasikan di Kota Psp. (***)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. mau saran : gimana kalo disekitar alaman bolak ditanami pohon lebih banyak lagi. paling tidak bisa membuat daerah sekitar menjadi asri. soalnya, sepenglihatan saya, daerah sekitar alaman bolak itu terlihat gersang. dengan adanya pohon disekitarnya bisa menyerap karbon dioksida yg dihasilkan kendaraan bermotor yg lalu lalang di jalan tersebut. jadi RTH nya ga sebatas di simarsayang aja, tapi juga ada di pusat kota. trims

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*