Upaya Pemerintah Kabupaten untuk Mengembangkan Olahraga Sepakbola di Tapanuli Selatan

Rabu, 25 November 2009 – www.metrosiantar.com

Yes Maju Terus Sepakbola Tapsel

Bentuk PSKS & Berikan Pembinaan untuk Lahirkan Pemain Berkualitas Selama sebulan terakhir, pemain kesebelasan Persatuan Sepakbola Kecamatan Sipirok atau PSKS junior (U-23), mengikuti latihan rutin sebanyak 3 kali dalam sepekan. Tim PSKS junior merupakan salah satu langkah Pemkab Tapsel melalui pemerintah kecamatan, guna meningkatkan kualitas olahraga daerah, khususnya sepak bola di masa mendatang. AMRAN POHAN-SIPIROK Camat Sipirok, Amir Syam SSos, kepada METRO mengatakan, sepak bola merupakan salah satu olahraga yang paling digemari di daerah maupun nasional, bahkan internasional. Maka, untuk meningkatkan mutu persepakbolaan di kabupaten yang dipimpin oleh Bupati, Ongku P Hasibuan ini, perlu diadakan pembinaan secara teratur. “PSKS Junior sebulan terakhir sudah kita bina melalui latihan rutin dengan harapan kelak akan melahirkan pesepak bola handal,” kata Amir beberapa waktu lalu. Sementara pelatih PSKS Junior, Budi dan Soleh, ketika melaksanakan latih tanding dengan tim dari Padangsidimpuan di Stadion Sahala Muda Pakpahan, Tanjung Medan Sipirok, Minggu (22/11) lalu, mengungkapkan, sebanyak 22 pemain telah mengikuti latihan rutin guna mempersiapkan pemain PSKS di masa mendatang. “Selama sebulan terakhir, 22 pemain secara rutin telah mengikuti latihan yang jadwalnya Senin, Rabu dan Jumat, dimulai pukul 15.30 WIB. Hal ini merupakan salah satu langkah positif dalam upaya memajukan persepak bolaan kecamatan dan daerah, karena bila program ini bisa dijalankan secara berkelanjutan tak tertutup kemungkinan bisa melahirkan pemain berbakat yang bisa bermain di level yang lebih tinggi,” ucap keduanya. Disampaikan keduanya, pemain yang dilatih rata-rata masih duduk di bangku sekolah sehingga berdasarkan usianya, pola permainannya sangat potensial untuk dikembangkan. Dan dalam uji coba latihan tanding dengan tim dari Psp, anak asuh Budi dan Soleh berhasil unggul 4-0. Namun, menurut keduanya, keunggulan bukanlah tujuan utama dari pelaksanaan uji tanding tersebut tetapi terlebih penerapan pola dan teknik bermain bola secara modern yang mengacu pada tata tertib dan aturan yang ada. “Tujuan uji tanding bukan keunggulan, kita harapkan anak-anak bisa memahami pola permainan yang baik dengan mengikuti peraturan sepak bola yang ada sekarang,” tambah keduanya. Sementara Mizril Nasutian (46) salah seorang pengamat sepak bola di Kecamatan Sipirok menyebutkan, pola permainan tim PSKS Junior masih perlu pembinaan yang lebih serius untuk menghasilkan pemain berkualitas. “Cara permainan mereka belum padu, namun dengan latihan rutin akan berkembang, mengingat usia mereka cukup potensial untuk dikembangkan,” tuturnya. (***)

Baca Juga :  Status Tambang Emas PT G-Resources di Batangtoru Masih Mengambang - Permintaan Penambahan Saham Pemprovsu Terancam Batal
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*